Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Purbaya Tambah Rp100 T ke Himbara demi Redam Kenaikan Yield
Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambah penempatan dana pemerintah ke perbankan senilai Rp100 triliun. Hal itu dilakukan demi meredam kenaikan imbal hasil (yield) surat utang imbas eskalasi Timur Tengah yang memanas.

“Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah lagi Rp100 triliun masukin ke sistem perekonomian. Kita maintain likuiditas di sistem keuangan kita dengan serius,” kata Purbaya dalam media briefing di Kantor Kementerian Keuangan, Rabu (25/3/2026).

“Kalau bond yield naik 0,1% saya udah perhatiin, ada apa nih? Naik 0,4%, pasti kekeringan, kekurangan likuiditas di bank kurang atau apa penyebabnya? Saya cek, oh betul bank kurang. Saya tambah lagi masukin ke sistem,” tambahnya.

Purbaya sendiri telah menempatkan dana pemerintah senilai total Rp200 triliun ke Himbara sejak September 2025. Bendahara Negara juga telah memperpanjang penempatan Rp200 triliun dari awalnya hanya sampai Maret menjadi September 2026.

Dengan penambahan dana sebanyak Rp100 triliun, total dana pemerintah di Bank Himbara saat ini menjadi Rp300 triliun.

Toh, kata dia, berdasarkan laporan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Astera Primanto Bhakti, posisi kas negara yang ada di Bank Indonesia (BI) masih cukup tebal yakni sekitar Rp400 triliun.

Berbeda dengan penempatan dana Rp200 triliun dengan skema enam bulan, suntikan dana Rp100 triliun ini memiliki tenor yang sangat fleksibel dan dapat ditarik sewaktu-waktu. Menurut Purbaya, strategi itu menyerupai fungsi active treasury management.

Di sisi lain, Purbaya memberi kelonggaran ke perbankan untuk pemanfaatan dana baru pemerintah ini.

Dia juga tidak menampik tambahan Rp100 triliun ini bukan difokuskan untuk disalurkan untuk pembiayaan sektor riil atau seperti dana Rp200 triliun, melainkan untuk menyerap instrumen surat utang.

Dia menyadari sifat perbankan yang cenderung mencari instrumen berisiko rendah (risk-free) dengan return paling mudah di tengah ketidakpastian.

Harapannya, dana tersebut dapat digunakan bank untuk membeli obligasi negara, yang secara teoritis akan mendorong harga obligasi naik dan menekan yield kembali turun.

"Kalau mau menekan [yield] ke bawah kan harus ada pembeli. Taruh saja uang di bank. Pasti bank mencari yang paling gampang; [beli obligasi] BI atau beli bond [negara/SBN]. Kalau beli bond akan menekan yield ke bawah lagi," jelas Purbaya.

Pada perdagangan Rabu (25/3/2026) siang 11.50 WIB, yield SUN tenor 1Y naik 21,4 basis poin (bps) menjadi 6,14%. Ini merupakan yield tertinggi sejak Juni 2025. Tenor pendek lainnya seperti 3Y dan 4Y juga mengalami kenaikan masing-masing 14,2 bps dan 13,1 bps ke level 6,36% dan 6,6%. Begitu juga dengan tenor 5Y naik 11,4 bps ke 6,67%. Tekanan serupa terjadi pada tenor menengah. Yield 6Y naik 7,8 bps ke 6,89%, sementara 8Y naik 5,6 bps ke 6,95%.

Di tenor panjang, yield 9Y naik 6,5 bps ke 7,01% dan 15Y naik 5,4 bps ke 7,03%. Tenor acuan 10Y juga ikut naik 7,9 bps ke 6,94%. Sementara, tenor 20Y dan 30Y masing-masing naik 3,3 bps dan 2,3 bps menjadi 6,93%. Begitu juga dengan tenor 40Y mengalami kenaikan yield 2,7 bps ke 6,84%.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...enaikan-yield/

Menteri ngawur... Bukannya fiskal dibenerin malah ditambal pake banjir likuiditas.. emoticon-Cape d... (S)

Terus kalau likuiditas habis, mau apa lagi?
Cetak duit?
Jual pulau?

antiketekAvatar border
MemoryExpressAvatar border
saya.palsuAvatar border
saya.palsu dan 2 lainnya memberi reputasi
3
1.3K
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan