Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Yield Surat Utang RI Termasuk Tertinggi di Asia
Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar Surat Utang Negara (SUN) masih tertekan aksi jual di tengah sentimen risk-off akibat perang AS-Israel terhadap Iran. Imbal hasil (yield) SUN tenor 10Y melonjak naik dan kembali menyentuh level tertinggi sejak Juni 2025.

Pergerakan yield SUN tenor 10Y naik 44 basis poin (bps) dari 6,42% pada awal Maret menjadi 6,86% pada Selasa (24/3/2026). Bahkan, pada Senin (16/3/2026) yield SUN 10Y sempat tembus 6,91%, menandai level tertingginya sejak Mei 2025.

Yield Surat Utang RI Termasuk Tertinggi di Asia

Pergerakan yield SUN tenor 10 tahun, dalam setahun terakhir hingga Selasa (24/3/2026). (Bloomberg)


Tekanan di pasar SUN tidak hanya terjadi pada tenor acuan, 10Y, tapi merata di hampir seluruh tenor. Berdasarkan data Bloomberg, yield tenor menengah hingga panjang berada di level tinggi, dengan tenor 7Y di 6,85%, tenor 8Y di 6,89%, dan tenor 9Y di 6,94%.


Sementara itu, tenor panjang seperti 12Y sudah menembus 6,96% dan tenor 13Y bahkan melewati ambang psikologis 7,01%.

Kenaikan yield yang relatif merata pada hampir semua tenor ini mengindikasikan bahwa tekanan jual tidak bersifat temporer, tapi lebih mencerminkan repricing risiko. Investor tampaknya sedang menuntut premi risiko yang lebih tinggi di seluruh tenor, sejalan dengan ketidakpastian global yang semakin meningkat dan terjadinya lonjakan harga energi.


Yield Surat Utang RI Termasuk Tertinggi di Asia

Yield surat utang semua tenor pada Selasa (24/3/2026). (Bloomberg)


Jika dibandingkan negara lain di kawasan, yield SUN Indonesia menjadi yang paling tinggi kedua, setelah Filipina. Yield obligasi Taiwan hanya 1,47%, China 1,83%, Malaysia 3,49%, Thailand 2,15%, Korea Selatan 3,86%, India 6,83% dan Filipina 7,08%.

Kondisi ini dapat menempatkan Indonesia dapat posisi yang kurang menguntungkan di mata investor global. Selisih (spread) yield yang tinggi memang secara teori dapat meningkatkan daya tarik, tapi dalam situasi saat ini justru lebih mencerminkan persepsi risiko yang meningkat terhadap aset domestik.

Lebih lanjut, kombinasi antara kenaikan yield dan pelemahan nilai tukar rupiah dapat memperburuk profil risiko investasi. Investor asing berpotensi mengalami kerugian dari depresiasi rupiah.

Akibatnya, arus modal asing cenderung keluar. Melansir data Bloomberg, per Senin (16/3/2026), SUN banyak dilepas oleh investor dan terjadi arus keluar modal asing sebesar US$1.027 juta sejak awal bulan (month-to-date).

Jika tren ini berlanjut, maka pemerintah berisiko menghadapi mahalnya biaya pembiayaan (financing cost), terutama untuk tenor panjang yang saat ini sudah menembus level psikologis 7%.


https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/103769/yield-surat-utang-ri-termasuk-tertinggi-di-asia/


Beban bunga pinjaman makin mahal.

Bunga pinjaman masyarakat juga pasti naik.


MemoryExpressAvatar border
aldonisticAvatar border
teguhjepang9932Avatar border
teguhjepang9932 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
312
18
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan