- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Aksi di Depan Mabes TNI, Massa BEM SI Bawa Foto Menhan Panglima yang Dicoret
TS
mabdulkarim
Aksi di Depan Mabes TNI, Massa BEM SI Bawa Foto Menhan Panglima yang Dicoret
Aksi di Depan Mabes TNI, Massa BEM SI Bawa Foto Menhan Hingga Panglima yang Dicoret Tinta Merah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/demo-mahasiswa-bem-si-di-depan-mabes-tni.jpg)

Tayang: Kamis, 19 Maret 2026 18:56 WIB
Penulis: Fahmi Ramadhan
Editor: Wahyu Aji
zoom-inlihat fotoAksi di Depan Mabes TNI, Massa BEM SI Bawa Foto Menhan Hingga Panglima yang Dicoret Tinta Merah
Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
DEMO MAHASISWA - Massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan menggelar aksi di depan Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2026). Aksi ini mereka gelar untuk merespons serangan brutal terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
A-
A+
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa dari elemen Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar (Mabes) TNI, Jakarta Timur, Kamis (13/3/2026).
Aksi ini mereka gelar buntut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus oleh 4 terduga pelaku oknum anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS).
Dalam aksi itu mereka menuntut salah satunya agar TNI transparan dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Pasalnya menurut mereka serangan terhadap Andrie merupakan kejahatan yang keji dan mencederai nilai kemanusiaan.
Sementara itu Berdasarkan pantauan wartawan Tribunnews.com Fahmi Ramadhan, massa dari BEM SI itu menggelar aksi di jalan Cilangkap Raya mengarah ke pintu 2 Mabes TNI.
Mereka terlihat tiba di lokasi aksi sekira pukul 17.27 WIB sore.
Para mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas itu terlihat mengenakan atribut almamater berbagai warna.
Selain itu mereka juga membawa beberapa foto bergambar Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsoedin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta dua kepala staf TNI yakni AL dan AU.
Namun foto para tokoh militer yang dibawa oleh massa BEM SI itu tampak dicoret menyilang dengan menggunakan tinta berwarna merah.
Tak hanya foto pejabat tinggi TNI, massa juga membawa poster bergambar Andrie Yunus dan poster berisikan seruan protes atas kasus yang menimpa aktivis KontraS tersebut.
Selain itu berdasarkan pengamatan, pada saat menggelar aksi, massa dari BEM SI juga sempat adu mulut dengan aparat berpakaian bebas yang berjaga di lokasi.
Aparat itu tampak menghimbau agar massa BEM SI tidak terlalu mendekat ke depan gerbang Mabes TNI karena merupakan objek vital negara.
Saat itu mahasiswa awalnya tetap bersikeras untuk bergerak lebih dekat dengan Mabes TNI.
Namun setelah dilakukan musyawarah alhasil pihak mahasiswa sepakat untuk tidak mendekat dan menggelar aksi dengan jarak sekira belasan meter dari depan gerbang Mabes TNI.
Meski suasana sempat panas di awal, namun aksi yang dilakukan massa dari BEM SI itu berjalan cukup kondusif.
Tidak ada gesekan berarti yang terjadi antara aparat maupun mahasiswa dalam aksi tersebut.
Saat itu mahasiswa juga menyampaikan bahwa tujuan mereka hanya sekadar menyuarakan dan protes kepada jajaran TNI akibat kasus yang menimpa Andrie Yunus.
Setelah berlangsung kurang lebih 30 menit, para mahasiswa pun menutup aksinya dengan memberikan pernyataan sikap di hadapan aparat dan awak media.
Puspom TNI Amankan 4 Prajurit
Sebelumnya Sebanyak empat prajurit TNI telah diamankan diduga terkait penyiraman air keeas kepada Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengatakan keempat prajurit dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara tersebut diserahkan oleh Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI pada Rabu (18/3/2026) pagi kepada Puspom TNI.
Ia mengatakan keempat prajurit yang belum ditetapkan tersangka itu merupakan personel Detasemen Markas BAIS TNI.
Jadi inisialnya NDP pangkatnya Kapten, SL pangkatnya Lettu, inisial BHW pangkatnya Lettu, dan yang terakhir inisial ES pangkatnya Serda," kata Yusri saat konferensi pers di Markas Besar TNI, Jakarta pada Rabu (18/3/2026).
Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah memastikan penyelidikan internal terkait dugaan keterlibatan prajurit dalam kasus penyiraman air keras Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, akan dilakukan secara transparan.
"Kita akan profesional dan akan kita lakukan secara transparan. Artinya sesuai dengan peraturan perundangan yang ada di lingkungan TNI," kata Aulia di Balai Media TNI, Jakarta pada Selasa (17/3/2026).
Aulia mengatakan internal TNI saat ini tengah bekerja menggunakan metode-metode khusus yang dimiliki oleh institusi militer.
Dia menjamin proses penyelidikan akan dilakukan secara cermat tidak mengambil kesimpulan secara terburu-buru.
"Sehingga ini kita akan lakukan secara profesional, tidak gegabah. Ya artinya metode-metode yang ada di lingkungan kami di TNI, aparat penegak hukum sekarang sedang bekerja," ujarnya.
https://www.tribunnews.com/nasional/...&s=paging_new.
demo kemarin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/demo-mahasiswa-bem-si-di-depan-mabes-tni.jpg)

Tayang: Kamis, 19 Maret 2026 18:56 WIB
Penulis: Fahmi Ramadhan
Editor: Wahyu Aji
zoom-inlihat fotoAksi di Depan Mabes TNI, Massa BEM SI Bawa Foto Menhan Hingga Panglima yang Dicoret Tinta Merah
Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
DEMO MAHASISWA - Massa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan menggelar aksi di depan Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/3/2026). Aksi ini mereka gelar untuk merespons serangan brutal terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus.
A-
A+
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Massa dari elemen Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Besar (Mabes) TNI, Jakarta Timur, Kamis (13/3/2026).
Aksi ini mereka gelar buntut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus oleh 4 terduga pelaku oknum anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS).
Dalam aksi itu mereka menuntut salah satunya agar TNI transparan dalam mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.
Pasalnya menurut mereka serangan terhadap Andrie merupakan kejahatan yang keji dan mencederai nilai kemanusiaan.
Sementara itu Berdasarkan pantauan wartawan Tribunnews.com Fahmi Ramadhan, massa dari BEM SI itu menggelar aksi di jalan Cilangkap Raya mengarah ke pintu 2 Mabes TNI.
Mereka terlihat tiba di lokasi aksi sekira pukul 17.27 WIB sore.
Para mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas itu terlihat mengenakan atribut almamater berbagai warna.
Selain itu mereka juga membawa beberapa foto bergambar Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsoedin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta dua kepala staf TNI yakni AL dan AU.
Namun foto para tokoh militer yang dibawa oleh massa BEM SI itu tampak dicoret menyilang dengan menggunakan tinta berwarna merah.
Tak hanya foto pejabat tinggi TNI, massa juga membawa poster bergambar Andrie Yunus dan poster berisikan seruan protes atas kasus yang menimpa aktivis KontraS tersebut.
Selain itu berdasarkan pengamatan, pada saat menggelar aksi, massa dari BEM SI juga sempat adu mulut dengan aparat berpakaian bebas yang berjaga di lokasi.
Aparat itu tampak menghimbau agar massa BEM SI tidak terlalu mendekat ke depan gerbang Mabes TNI karena merupakan objek vital negara.
Saat itu mahasiswa awalnya tetap bersikeras untuk bergerak lebih dekat dengan Mabes TNI.
Namun setelah dilakukan musyawarah alhasil pihak mahasiswa sepakat untuk tidak mendekat dan menggelar aksi dengan jarak sekira belasan meter dari depan gerbang Mabes TNI.
Meski suasana sempat panas di awal, namun aksi yang dilakukan massa dari BEM SI itu berjalan cukup kondusif.
Tidak ada gesekan berarti yang terjadi antara aparat maupun mahasiswa dalam aksi tersebut.
Saat itu mahasiswa juga menyampaikan bahwa tujuan mereka hanya sekadar menyuarakan dan protes kepada jajaran TNI akibat kasus yang menimpa Andrie Yunus.
Setelah berlangsung kurang lebih 30 menit, para mahasiswa pun menutup aksinya dengan memberikan pernyataan sikap di hadapan aparat dan awak media.
Puspom TNI Amankan 4 Prajurit
Sebelumnya Sebanyak empat prajurit TNI telah diamankan diduga terkait penyiraman air keeas kepada Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengatakan keempat prajurit dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara tersebut diserahkan oleh Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI pada Rabu (18/3/2026) pagi kepada Puspom TNI.
Ia mengatakan keempat prajurit yang belum ditetapkan tersangka itu merupakan personel Detasemen Markas BAIS TNI.
Jadi inisialnya NDP pangkatnya Kapten, SL pangkatnya Lettu, inisial BHW pangkatnya Lettu, dan yang terakhir inisial ES pangkatnya Serda," kata Yusri saat konferensi pers di Markas Besar TNI, Jakarta pada Rabu (18/3/2026).
Diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah memastikan penyelidikan internal terkait dugaan keterlibatan prajurit dalam kasus penyiraman air keras Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, akan dilakukan secara transparan.
"Kita akan profesional dan akan kita lakukan secara transparan. Artinya sesuai dengan peraturan perundangan yang ada di lingkungan TNI," kata Aulia di Balai Media TNI, Jakarta pada Selasa (17/3/2026).
Aulia mengatakan internal TNI saat ini tengah bekerja menggunakan metode-metode khusus yang dimiliki oleh institusi militer.
Dia menjamin proses penyelidikan akan dilakukan secara cermat tidak mengambil kesimpulan secara terburu-buru.
"Sehingga ini kita akan lakukan secara profesional, tidak gegabah. Ya artinya metode-metode yang ada di lingkungan kami di TNI, aparat penegak hukum sekarang sedang bekerja," ujarnya.
https://www.tribunnews.com/nasional/...&s=paging_new.
demo kemarin
Diubah oleh mabdulkarim 21-03-2026 21:00
teguhjepang9932 memberi reputasi
1
282
4
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan