Kaskus

News

kissmybutt007Avatar border
TS
kissmybutt007
Pejabat BNI, Tilap Rp 28 Miliar Uang Jemaat Gereja Katolik, Pelaku Diburu Interpol
Pejabat Bank BNI, Tilap Rp 28 Miliar Uang Jemaat Gereja Katolik, Andi Hakim dan Istrinya Diburu Interpol

Admin
6–7 minutes
Pejabat BNI, Tilap Rp 28 Miliar Uang Jemaat Gereja Katolik, Pelaku Diburu Interpol

Para nasabah jemaat umat Katolik Aek Nabara mendatangi Kantor Bank BNI. Insert : Tersangka Andi Hakim dan Isterinya.

Sumut, TRENDSULUT  –Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut membeberkan modus Andi Hakim Febriansyah, eks kepala Kas Bank BN1 Unit Aek Nabara, cabang Rantauprapat menggelapkan uang jemaat gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara sebanyak Rp 28 Miliar.
Polda Sumut bekerjasama dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter), Interpol, dan Australian Federal Police (AFP) untuk men4ngkap tersangka dan mengajukan penerbitan red notice agar dibantu menangkap tersangka.

“kami sudah melakukan upaya-upaya dalam hal penyidikan, terutama untuk bekerja sama dengan Interpol untuk memberikan, menerbitkan red notice yang bersangkutan,” ungkap Kombes Rahmat Budi dikutip metrolangkat.com.

Kasus ini dilaporkan pada 26 Februari 2026 oleh pimpinan Cabang BNI Rantauprapat, Muhammad Camel, dengan nomor LP/B/327/II/2026.

Namun saat hendak diperiksa, tersangka justru telah melarikan diri ke luar negeri.
“Dua hari setelah laporan dibuat, tersangka diketahui bergerak dari Bali dan terbang ke Australia,” ungkap Rahmat.

Pengungkapan kasus ini berawal dari praktik penawaran investasi fiktif sejak tahun 2019.

Tersangka diduga menawarkan produk bernama “BNI Deposito Investment” kepada pihak gereja dengan iming-iming bunga tinggi mencapai 8 persen per tahun.
Padahal, produk tersebut tidak pernah dikeluarkan oleh pihak BNI, dan bunga deposito perbankan pada umumnya hanya berkisar sekitar 3,7 persen per tahun.

Padahal, kata Kombes Rahmat, produk investasi yang ditawarkan itu sama sekali tidak ada di Bank BNI, alias fiktif.

Karena percaya tipu muslihatnya, pihak gereja pun mau menghimpun dana dengan harapan akan memperoleh keuntungan dari bunga yang nantinya akan dibagi pertahun.
“Jadi, sebenarnya produk ini tidak dikeluarkan oleh BNI. Namun beliau mengatakan bahwa ada produk yang dapat memberikan bunga sebesar 8 persen per tahun, yaitu bernama BNI deposito investment,”kata Dirreskrimsus Polda Sumut Kombes Rahmat Budi Handoko, Rabu (18/3/2026).

Untuk meyakinkan para jemaat, tersangka rela mengeluarkan uang pribadi beberapa kali untuk diberikan kepada jemaat gereja, seolah-olah itu adalah bunga atau keuntungan dari investasi.

Namun, uang yang disebut bunga 8 persen sebagai keuntungan disetorkan Andi secara manual, bukan secara otomatis sebagaimana mestinya.

Lalu, Andi juga menerbitkan surat palsu, tanda tangan palsu untuk menarik duit, dan Bilyet atau dokumen resmi yang menunjukkan nasabah punya uang di dalam bank, untuk mengelabui jemaat.

Polisi mengatakan, uang para jemaat diduga dipindahkan ke rekening istrinya bernama Camelia Rosa, dan perusahaan mereka bernama PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera.
“Kemudian, ada juga pemalsuan-pemalsuan dokumen dari tersangka dengan menerbitkan bilyet deposito palsu, alias bilyet aspal, dan memasukkan tanda tangan nasabah, saudara Manotar Marbun, pada formulir penarikan tunai, untuk memindahkan dana ke rekening penampung milik pribadi atau istri dan perusahaan miliknya, PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera.”

Awal Mula Terkuak Pejabat Bank BNI Tilap Rp 28 Miliar Uang Jemaat Gereja di Labuhanbatu

Dirreskrimsus Polda Sumut Kombes Rahmat Budi Handoko mengatakan, pada Desember 2025 lalu merupakan terakhir kalinya jemaat gereja Katolik Paroki Aek Nabara mengumpulkan, dan menyimpan uang ke Bank BNI.

Penyetoran uang masih berjalan seperti sebelumnya, tanpa kecurigaan.

Akan tetapi, dokumen Bilyet atau dokumen resmi kepemilikan uang di Bank diambilnya dengan alasan akan ada pembaharuan.

Pada 9 Februari 2026, tersangka Andi Hakim Febriansyah mengajukan cuti ke perusahaan.

Kemudian, pada 18 Februari nya, ia mengundurkan diri sebagai karyawan Bank, dan pensiun dini terhitung 20 Februari.

Karena Andi sudah mengundurkan diri, seorang pegawai Bank BNI, bernama Ari Septian Saragih, sebagai pengganti Andi mendatangi gereja, dan menyampaikannya ke suster, juga pengurus.

Mendengar Andi sudah pensiun dini, suster Natalia kaget, dan buka suara kalau pihak gereja menitipkan uang kepada Andi.

Kemudian pihak bank melakukan investigasi mandiri mengenai uang para jemaat, dan didapat ada indikasi penggelapan.

Alhasil, pada 26 Februari lalu, Muhammad Camel, selaku kepala cabang Bank BNI Rantauprapat, yang menaungi Unit Aek Nabara, membuat laporan ke Polda Sumut, dengan bukti laporan, LP/B/327/II/2026.

“Atas nama Bapak MK, sebagai branch manager Rantauprapat, itu sebagai pelapor, karena dia menemukan adanya kejanggalan dalam transaksi tersebut.”
Setelah menerima laporan, Polisi melakukan penyelidikan dan memanggil Andi Hakim untuk dimintai keterangan.

Namun, ketika dipanggil untuk diperiksa, Andi Hakim disebut sudah berangkat ke Bali untuk liburan bersama istrinya, Camelia Rosa.

Diselidiki lebih lanjut, ternyata Andi Hakim sudah melarikan diri ke Australia melalui Bali, pada 28 Februari, sekira pukul 18:55 WIB.

“Artinya, dua hari setelah dilaporkan, dia sudah bergerak dari Bali menuju Australia menggunakan pesawat.”

Mengenai kasus ini, Polda Sumut bekerjasama dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter), Interpol, dan Australian Federal Police (AFP) untuk menangkap tersangka.
Kemudian, mereka juga telah mengajukan penerbitan red notice agar dibantu menangkap tersangka.

“Kami sudah melakukan upaya-upaya dalam hal penyidikan, terutama untuk bekerja sama dengan Interpol untuk memberikan, menerbitkan red notice yang bersangkutan,”ungkap Kombes Rahmat Budi.

“Sehingga pergerakan dari yang bersangkutan ini bisa kita monitor dan bisa kita meminta bantuan interpol, AFP untuk melakukan bantuan penangkapan terhadap yang bersangkutan, demikian,”sambungnya.

Sebelumnya, beredar di media sosial ratusan orang menggeruduk Bank Nasional Indonesia (BNI) cabang di Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu.

Masa merupakan jemaat gereja Katolik Paroki Aek Nabara, yang terdiri dari jemaat, suster hingga pastor.

Mereka menanyakan soal hilangnya uang umat senilai Rp 28 Miliar dari bank plat merah tersebut.(mtl*)

https://trendsulut.com/pejabat-bank-...buru-interpol/


gua cuma percaya bank BCA saja di indo

tabraklari81223Avatar border
MemoryExpressAvatar border
samarinda24582Avatar border
samarinda24582 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
548
27
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan