Kaskus

Sports

robblackfieldAvatar border
TS
robblackfield
Sir Alex Ferguson, tokoh revolusioner Manchester United
Sir Alex Ferguson, tokoh revolusioner Manchester United

“Akademi Fergie”, “Si Raja Comeback”, dan lainnya, itulah macam-macam julukan Manchester United semasa dipimpin oleh juru taktik jenius asal Skotlandia, Alex Ferguson. Klub ini mengalami kesulitan pada pertengahan tahun 1980-an. United sudah 19 tahun tidak menjuarai liga ketika Ferguson tiba di Old Trafford pada tahun 1986.

Ferguson datang dengan penuh percaya diri dan langsung memproklamirkan ambisinya. Dalam sebuah wawancara tahun 1986, ia mengucapkan kalimat yang fenomenal hingga saat ini: “menendang Liverpool dari singgasana s*** mereka.” Terdengar seperti sesumbar. Pernyataan yang menuntut pembuktian nyata. Fergie pun gagal melakukannya. Setan Merah tidak meraih trofi selama 4 tahun. Trofi pertama mereka datang di tahun 1990 dengan menjuarai Piala FA, kemudian mereka akhirnya sukses menjuarai Liga Premier 7 tahun berselang. Dengan menjuarai Liga Premier, Ferguson menandai awal era legendarisnya bersama United.

Cantona, Giggs, Schmeichel, Beckham, jadi kunci dominasi Liga Premier tahun 1990-an

Kedatangan Cantona membuka era baru United dengan torehan gelar juara Liga Premier. Kesuksesan United pun terus berlanjut, mulai dari 6 gelar juara liga, beberapa Piala FA, Community Shield, Piala Liga, hingga trofi Liga Champions.

Musim 1998/99 menjadi momen legendaris, dimana United menorehkan treble winner usai menjuarai Liga Champions dengan cara yang dramatis. Sempat tertinggal 1-0 hingga menit ke-90, United membalikkan keadaan dan menang 2-1 atas lawannya hanya dalam 120 detik di masa injury time. Demikian juga dengan MelBet, yang menawarkan odds gila untuk skenario tak terduga seperti itu dalam taruhan langsung.

Regenerasi, rivalitas dengan Arsenal, trofi Liga Champions kedua, dan Ronaldo di tahun 2000-an 

Tahun 2000-an memberi tantangan baru bagi Fergie, dimana para pemain senior mulai pergi, sementara Arsenal semakin menekan hingga menjadi rival sengit United dalam urusan harga diri. Namun Fergie selalu mampu memulai revolusi baru. Kedatangan talenta muda nan berani, Cristiano Ronaldo, bersama Wayne Rooney, memicu gelombang dominasi kedua. Generasi baru ini sukses mengembalikan trofi Liga Champions ke Old Trafford setelah pergi selama 9 tahun. 

Kepergian Ronaldo, kedatangan Van Persie, dan gelar Liga Premier terakhir persembahan Ferguson

Tahun-tahun terakhir Ferguson di United menjadi pelajaran berharga bagi generasi berikutnya. Ferguson mampu menjaga imperium ini tetap kokoh setelah kepergian Ronaldo pada tahun 2009. Kedatangan Robin van Persie dengan persembahan gelar juara liga Premier pada musim 2012/13 menutup kisah Ferguson dengan manis. Tepuk tangan meriah di Old Trafford menjadi perpisahan antara Fergie dengan Manchester United.

Era 1990-an dan 2000-an akan selalu dikenang sebagai masa emas Manchester United. Sir Alex bukan hanya melatih tim, melainkan membangun sebuah imperium berkarakter “iblis merah” yang disegani. Pernyataan Fergie tentang “menjatuhkan singgasana” Liverpool telah menjadi catatan sejarah, yang mungkin tak akan terulang lagi.

MemoryExpressAvatar border
bateshugo409Avatar border
zamrudikhleAvatar border
zamrudikhle dan 4 lainnya memberi reputasi
5
279
4
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan