TS
Zeds9
Menjelang Lebaran: Pastikan Penulisan ‘Idulfitri’ yang Tepat!
Setiap tahun, menjelang hari raya umat Islam, kita sering melihat berbagai ucapan bertebaran di media sosial, spanduk, hingga kartu ucapan. Namun tanpa disadari, masih banyak yang keliru dalam menuliskan kata “Idulfitri”. Ada yang menulis “Idul Fitri”, “Iedul Fitri”, bahkan “Idhul Fitri”. Lalu, sebenarnya mana yang benar?

Penulisan yang tepat menurut kaidah bahasa Indonesia adalah "Idulfitri" ditulis serangkai, tanpa spasi. Hal ini bukan sekadar soal kebiasaan, tetapi sudah diatur dalam pedoman bahasa yang berlaku. Kata ini berasal dari bahasa Arab “ʿĪd al-Fiṭr” yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Dalam proses penyerapan, penulisan disesuaikan dengan kaidah ejaan, sehingga menjadi satu kesatuan kata: Idulfitri.
Kesalahan penulisan biasanya terjadi karena kita masih terpengaruh oleh bentuk aslinya dalam bahasa Arab atau karena mengikuti kebiasaan yang sudah terlanjur umum. Misalnya, penulisan “Idul Fitri” dengan spasi memang terlihat rapi, tetapi secara kaidah tidak tepat dalam bahasa Indonesia. Begitu juga dengan “Ied”, yang sebenarnya merupakan transliterasi lama dan tidak lagi digunakan dalam ejaan yang disempurnakan.
Lalu, kenapa penting menulis “Idulfitri” dengan benar? Jawabannya sederhana, bahasa adalah cerminan ketelitian dan pengetahuan kita. Dalam konteks formal, seperti surat, pengumuman sekolah, artikel, atau desain publikasi, penulisan yang benar menunjukkan profesionalitas. Apalagi jika digunakan dalam dunia pendidikan, tentu akan menjadi contoh bagi siswa agar terbiasa menggunakan bahasa yang baik dan benar.
Selain itu, penggunaan kata yang tepat juga membantu menjaga keseragaman. Bayangkan jika dalam satu poster ada beberapa versi penulisan tentu akan membingungkan dan terlihat kurang rapi. Dengan menggunakan “Idulfitri” secara konsisten, pesan yang disampaikan menjadi lebih jelas dan enak dibaca.
Namun, bukan berarti kita harus langsung menyalahkan orang yang masih keliru. Perubahan kebiasaan memang membutuhkan waktu. Yang terpenting adalah mulai dari diri sendiri untuk membiasakan penulisan yang benar. Dari hal kecil seperti captionmedia sosial, ucapan di grup WhatsApp, hingga materi pembelajaran di kelas.

Mulai sekarang, yuk biasakan menulis “Idulfitri” dengan benar. Selain terlihat lebih rapi dan profesional, kita juga ikut menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik. Hal kecil seperti ini, jika dilakukan bersama-sama, bisa memberikan dampak besar dalam membangun kebiasaan berbahasa yang lebih tepat.
Jadi, saat kamu menulis ucapan nanti, pastikan sudah tidak keliru lagi, ya. Karena dari satu kata yang benar, pesan baik bisa tersampaikan dengan lebih sempurna.

Sumber: https://id.pinterest.com
Penulisan yang tepat menurut kaidah bahasa Indonesia adalah "Idulfitri" ditulis serangkai, tanpa spasi. Hal ini bukan sekadar soal kebiasaan, tetapi sudah diatur dalam pedoman bahasa yang berlaku. Kata ini berasal dari bahasa Arab “ʿĪd al-Fiṭr” yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Dalam proses penyerapan, penulisan disesuaikan dengan kaidah ejaan, sehingga menjadi satu kesatuan kata: Idulfitri.
Kesalahan penulisan biasanya terjadi karena kita masih terpengaruh oleh bentuk aslinya dalam bahasa Arab atau karena mengikuti kebiasaan yang sudah terlanjur umum. Misalnya, penulisan “Idul Fitri” dengan spasi memang terlihat rapi, tetapi secara kaidah tidak tepat dalam bahasa Indonesia. Begitu juga dengan “Ied”, yang sebenarnya merupakan transliterasi lama dan tidak lagi digunakan dalam ejaan yang disempurnakan.
Lalu, kenapa penting menulis “Idulfitri” dengan benar? Jawabannya sederhana, bahasa adalah cerminan ketelitian dan pengetahuan kita. Dalam konteks formal, seperti surat, pengumuman sekolah, artikel, atau desain publikasi, penulisan yang benar menunjukkan profesionalitas. Apalagi jika digunakan dalam dunia pendidikan, tentu akan menjadi contoh bagi siswa agar terbiasa menggunakan bahasa yang baik dan benar.
Selain itu, penggunaan kata yang tepat juga membantu menjaga keseragaman. Bayangkan jika dalam satu poster ada beberapa versi penulisan tentu akan membingungkan dan terlihat kurang rapi. Dengan menggunakan “Idulfitri” secara konsisten, pesan yang disampaikan menjadi lebih jelas dan enak dibaca.
Namun, bukan berarti kita harus langsung menyalahkan orang yang masih keliru. Perubahan kebiasaan memang membutuhkan waktu. Yang terpenting adalah mulai dari diri sendiri untuk membiasakan penulisan yang benar. Dari hal kecil seperti captionmedia sosial, ucapan di grup WhatsApp, hingga materi pembelajaran di kelas.

Sumber: https://id.pinterest.com
Mulai sekarang, yuk biasakan menulis “Idulfitri” dengan benar. Selain terlihat lebih rapi dan profesional, kita juga ikut menjaga penggunaan bahasa Indonesia yang baik. Hal kecil seperti ini, jika dilakukan bersama-sama, bisa memberikan dampak besar dalam membangun kebiasaan berbahasa yang lebih tepat.
Jadi, saat kamu menulis ucapan nanti, pastikan sudah tidak keliru lagi, ya. Karena dari satu kata yang benar, pesan baik bisa tersampaikan dengan lebih sempurna.
Diubah oleh Zeds9 20-03-2026 08:41
skinnyhooper dan MemoryExpress memberi reputasi
2
507
14
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan