Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
TPNPB Kodap XXXIII Tambrauw Eksekusi Dua Tenaga Medis, Tuding Agen Intelijen
TPNPB Kodap XXXIII Tambrauw Klaim Eksekusi Dua Tenaga Medis, Tuding sebagai Agen Intelijen
TPNPB Kodap XXXIII Tambrauw Eksekusi Dua Tenaga Medis, Tuding Agen Intelijen
Komnas TPNPB secara resmi mengumumkan aksi bersenjata yang dilakukan oleh anggotanya di wilayah Kabupaten Tambrauw
Papuanewsonline.com - 18 Mar 2026, 11:58 WIT
Papuanewsonline.com/ Hukum & Kriminal

Tampak korban aksi keji TPNPB Kodap XXXIII Tambrauw
Papuanewsonline.com, Tambrauw – Manajemen Markas Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (KOMNAS TPNPB) secara resmi mengumumkan aksi bersenjata yang dilakukan oleh anggotanya di wilayah Kabupaten Tambrauw. TPNPB Kodap XXXIII Ru Mana Tambrauw mengeklaim telah mengeksekusi dua orang tenaga kesehatan (nakes) yang dituding sebagai agen intelijen militer Indonesia.


Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam siaran pers resminya pada Selasa (17/3/2026), menyatakan bahwa insiden tersebut terjadi pada Senin, 16 Maret 2026, sekitar pukul 11.37 WIT. Dalam aksi itu, pihak TPNPB mengaku menyita satu unit telepon satelit (HT) dan sejumlah amunisi dari tangan korban.


“Kami melakukan tindakan ini berdasarkan pernyataan Panglima TNI bahwa tenaga kesehatan dan pendidikan di Papua adalah bagian dari aparat militer. Hal itu terbukti dengan ditemukannya HT dan peluru saat eksekusi dilakukan,” klaim Sebby Sambom dalam keterangannya.
TPNPB Kodap XXXIII Tambrauw Eksekusi Dua Tenaga Medis, Tuding Agen Intelijen
Desakan Keterlibatan Internasional

Selain melaporkan aksi di Tambrauw, KOMNAS TPNPB juga mengeluarkan pernyataan sikap tegas yang ditujukan kepada pihak internasional. Mereka meminta Palang Merah Internasional (ICRC) dan jurnalis asing untuk segera masuk ke wilayah konflik di Papua guna melaporkan situasi secara independen.

“Kami meminta bantuan ICRC dan lembaga HAM internasional untuk membantu 105.878 warga sipil yang mengungsi akibat konflik bersenjata ini. Perlu adanya pembangunan rumah sakit dan sekolah darurat di lokasi pengungsian,” lanjut Sebby mengutip laporan Human Rights Monitor.

Peringatan bagi Warga Pendatang dan Perusahaan


Melalui siaran pers yang ditandatangani oleh jajaran pimpinan tertinggi TPNPB-OPM, termasuk Jenderal Goliath Tabuni, organisasi tersebut mengeluarkan peringatan keras kepada warga imigran (pendatang) serta pekerja nakes dan guru untuk segera meninggalkan zona konflik demi keamanan.

Pihak TPNPB juga mengimbau pemilik perusahaan ilegal yang beroperasi di Papua untuk segera mengosongkan lokasi. Mereka mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang dianggap merusak ekosistem hutan dan laut Papua akibat limbah pertambangan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak TNI-Polri maupun Pemerintah Kabupaten Tambrauw belum memberikan pernyataan resmi atau konfirmasi terkait kebenaran klaim eksekusi nakes dan penyitaan amunisi tersebut.
https://papuanewsonline.com/tpnpb-ko...agen-intelijen


ngebunuh nakes tapi minta dunia internasional bangun RS


MemoryExpressAvatar border
MemoryExpress memberi reputasi
1
257
2
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan