Surplus Beras, Indonesia Jajaki Ekspor ke Malaysia dan Papua Nugini
Kompas.com, 18 Maret 2026, 17:06 WIB

Lihat Foto JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mulai menjajaki Malaysia dan Papua Nugini sebagai tujuan ekspor beras, menyusul surplus komoditas tersebut di dalam negeri.
Seturut data Kementerian Pertanian (Kementan), cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Bulog kini mencapai 4,06 juta ton. Sementara jumlah beras yang beredar di masyarakat saat ini hampir 12 juta ton.
Jumlah ini masih diproyeksi bertambah mencapai 28 juta ton karena panen beras masih akan terjadi dalam minggu-minggu ke depan.
"Kami sudah memproyeksikan akan kita ekspor ke beberapa negara-negara sekitar yang membutuhkan, ada Papua Nugini, kemudian kemarin ada permintaan juga dari Malaysia dan seterusnya, kita jajaki semua dan kita proyeksi ke arah ekspor," kata Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam konferensi pers update kesiapan infrastruktur menjelang Hari Raya Nyepi dan Lebaran di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).
Sudaryono mengungkapkan, produksi beras di dalam negeri naik sekitar 13 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian konsisten diprediksi bakal berlanjut pada tahun 2026 sehingga cadangan beras sebagai komoditas inti dan strategis akan kembali berlimpah.
"Insha Allah beras juga sangat melimpah. Jadi kalau tahun lalu produksinya cukup, katakanlah surplus tapi tidak ada ekspor, tahun ini Insya Allah kita mengarah ke ekspor," ujar Sudaryono. Lebih lanjut ia mengungkapkan, ekspor perdana beras ke luar negeri sejatinya sudah dimulai pada Maret 2026. Arab Saudi mengimpor 2.280 ton beras pada 4 Maret lalu. Ekspor beras ke negara itu diperlukan salah satunya untuk memenuhi kebutuhan pangan jemaah haji Indonesia.
"Sudah di-launching adalah 2.000 ton dari proyeksi sekitar 20.000 ton yang akan kita kirim ke Arab Saudi dalam rangka kita memenuhi kebutuhan pangan untuk haji jemaah Indonesia dan umrah. Dan syukur-syukur kita bisa juga merebut pasar untuk kebutuhan haji umrah bukan hanya Indonesia, tapi juga untuk jemaah lain di Arab Saudi," tandas Sudaryono.h