- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Paket THR Pegawai SPPG Bikin Heboh,Ada iPhone Kelas Atas, Publik Pertanyakan Anggaran
TS
y.n.t.k.t.s
Paket THR Pegawai SPPG Bikin Heboh,Ada iPhone Kelas Atas, Publik Pertanyakan Anggaran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Paket-THR-SPPG.jpg)
Quote:
Paket THR Pegawai SPPG Bikin Heboh, Ada iPhone Kelas Atas, Publik Pertanyakan Anggarannya
THR PETUGAS SPPG - Video yang menampilkan pegawai SPPG menerima paket THR berisi sembako dan iPhone kelas atas viral di media sosial, memicu perdebatan soal kewajaran dan etika pemberian.
Ringkasan Berita:- Sejumlah pria yang diduga merupakan staf operasional unit SPPG melakukan proses unboxing paket yang masih tersegel.
- Selain bahan pangan pokok seperti sembako, masing-masing penerima terlihat mendapatkan satu unit ponsel pintar kelas atas, iPhone
Hingga kini, pihak Badan Gizi Nasional maupun pimpinan SPPG yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi resmi.
TRIBUN-MEDAN.com - Jagat media sosial mendadak riuh setelah beredarnya video yang memperlihatkan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memamerkan paket Tunjangan Hari Raya (THR) mereka.
Selain bahan pangan pokok seperti sembako, masing-masing penerima terlihat mendapatkan satu unit ponsel pintar kelas atas, iPhone, yang nilainya diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.
Bukan sekadar sembako, bukan pula sekadar uang tunai. Yang terlihat dalam video tersebut justru memantik tanda tanya besar apakah ini bentuk penghargaan, atau sesuatu yang melampaui batas kewajaran?
Dalam rekaman yang tersebar luas di platform seperti TikTok dan Instagram, tampak sejumlah pria yang diduga merupakan staf operasional unit SPPG melakukan proses unboxing paket yang masih tersegel.
Baca juga: Disebut Terima THR dari Bupati, Kapolresta Cilacap Kombes Budi Beri Klarifikasi
Isi paket tersebut pun langsung mencuri perhatian. Isinya ada satu unit ponsel pintar kelas atas, iPhone, yang nilainya diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.
Hingga kini, pihak Badan Gizi Nasional maupun pimpinan SPPG yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi resmi.
Belum ada kepastian mengenai keaslian video tersebut, maupun penjelasan terkait asal-usul pemberian iPhone dalam paket THR apakah berasal dari dana pribadi pimpinan, dukungan sponsor pihak ketiga, atau justru menggunakan anggaran operasional instansi.
Ketiadaan penjelasan ini justru memperluas spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Jika merujuk pada ketentuan umum, pemberian THR bagi pegawai instansi pemerintah yang bersumber dari APBN telah diatur secara ketat melalui regulasi pemerintah.
Baca juga: Jadwal Jamaah Naqsabandiyah di Padang Lebaran Lebih Awal, Gelar Salat Idul Fitri 1447 H Kamis
Secara prosedural, THR umumnya diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar satu bulan gaji atau komponen tertentu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Bukan dalam bentuk barang elektronik mewah seperti ponsel kelas premium.
Fakta inilah yang kemudian memicu pertanyaan: apakah praktik yang terlihat dalam video tersebut masih berada dalam koridor aturan?
Situasi ini tak berhenti pada sekadar viralitas. Sejumlah pengamat kebijakan publik mulai mendesak dilakukannya investigasi internal.
Transparansi dinilai menjadi kunci utama agar kepercayaan masyarakat terhadap program-program nasional khususnya yang dijalankan oleh Badan Gizi Nasional tidak tergerus oleh persepsi gaya hidup mewah para pegawainya.
Baca juga: 6 Hari Polri Belum Bisa Tangkap Pelaku Penyerangan Andrie Yunus, Kapolri Minta Bersabar, TNI Respons
Apalagi, program pemenuhan gizi menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, terutama anak-anak.
Sorotan Tajam dari Warganet
Salah satu kritik yang cukup menonjol datang dari akun @ferrykoto, yang mengaitkan fenomena ini dengan dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Ia menyoroti kemungkinan adanya margin keuntungan yang terlalu besar jika benar THR berupa iPhone tersebut diberikan.
Dalam skema program MBG sendiri, disebutkan adanya batasan alokasi anggaran, di antaranya sekitar Rp10.000 untuk makanan per anak dan Rp3.000 untuk biaya operasional.
Dari sinilah kecurigaan muncul jika pemberian THR mewah seperti itu dimungkinkan, apakah ada kelebihan dana yang tidak sesuai dengan ketentuan?
Salah satu komentar yang ikut disorot bahkan menyuarakan kekhawatiran yang lebih luas:
“Kalau benar, ini harus diusut. Bisa berdampak pada kualitas makanan anak,” tulisnya.
Menunggu Jawaban di Tengah Simpang Siur
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang mampu menjawab seluruh pertanyaan publik.
Ketiadaan klarifikasi justru membuka ruang bagi berbagai asumsi dan spekulasi yang terus berkembang.
Di tengah derasnya arus informasi, satu hal menjadi jelas: transparansi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.
Sebab tanpa penjelasan yang tegas dan terbuka, kepercayaan publik bisa terkikis perlahan, namun pasti.
(Tribun-Medan.com)
https://medan.tribunnews.com/news/17...arannya?page=2
anggaran darimana???
ya jelas dari dana pendidikan , dana desa , pajak opsen dll.

terima kasih bolone mase
kitak siap memilih fufufafa 2029 nanti
klo perlu kitak pilih jan estes jadi gubernur

madchick dan tepsuzot memberi reputasi
0
423
Kutip
11
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan