Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Teror Bom Sekretariat KNPB Sinyal Operasi Terorganisir Bungkam Aktivis Papua
Teror Bom Sekretariat KNPB Sinyal Operasi Terorganisir Bungkam Aktivis Papua
Teror Bom Sekretariat KNPB Sinyal Operasi Terorganisir Bungkam Aktivis Papua
Penulis CR SP -18 Mar 2026, 11:02 WP52 0


Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) saat menyampaikan keterangan persnya di Waena, kota Jayapura, Papua. (Hubertus Gobai - Suara Papua)
loading...
JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pengurus pusat Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menyatakan teror bom yang terjadi di sekretariat pusat KNPB di Kampwolker, Waena, kota Jayapura, Papua, merupakan bagian dari pola intimidasi yang meluas terhadap aktivis dan kebebasan sipil.

Insiden ledakan yang diduga bom terjadi pada Senin (16/3/2026) dini hari, setelah sebuah benda dijatuhkan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone di halaman sekretariat KNPB.

Ketua umum KNPB Pusat, Agus Kossay menilai pola serangan yang berulang dengan metodenya semakin canggih menunjukkan adanya keterlibatan pihak tertentu yang terorganisir.

“Rangkaian serangan mulai dari penggunaan bom rakitan, drone, hingga intimidasi terhadap jurnalis dan aktivis HAM merupakan bentuk teror terbuka yang mengancam kebebasan pers dan ruang demokrasi di Papua,” kata Agus dalam pernyataannya, Selasa (17/3/2026).

Agus menegaskan, insiden tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan sejumlah peristiwa lain yang menimpa jurnalis dan pembela hak asasi manusia. Di antaranya, serangan bom molotov terhadap kantor redaksi Jubi pada 16 Oktober 2024, dan penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus pada 13 Maret 2026.

Menurut Agus, rangkaian peristiwa tersebut merupakan upaya sistematis untuk membungkam pembela HAM dan pekerja media, padahal perlindungan terhadap mereka telah dijamin dalam berbagai instrumen hukum nasional maupun internasional, termasuk konstitusi Indonesia dan sejumlah konvensi internasional.

Serupa disampaikan ketua I KNPB Pusat, Warpo Wetipo. Kata Warpo, ledakan terjadi sekitar dua meter dari dinding kantor saat para pengurus sedang beristirahat.


“Suara ledakan keras membangunkan kami dan juga mengejutkan warga sekitar. Di lokasi terbentuk lubang seperti kolam kecil akibat ledakan tersebut,” ujarnya.

Warpo menjelaskan, sejumlah barang bukti ditemukan di lokasi kejadian, di antaranya potongan besi plat hitam, karton, lakban, serta mur dan baut kecil yang diduga merupakan bagian dari bahan peledak. Seluruh temuan telah didokumentasikan anggota KNPB.

Dengan insiden ini, kata Warpo, menambah daftar kekerasan yang sebelumnya terjadi di lokasi yang sama. Pada 17 Januari 2026, sekretariat KNPB Pusat sempat diserang bom molotov oleh orang tak dikenal yang menyebabkan kebakaran pada bagian dinding, sebelum berhasil dipadamkan anggota KNPB.

Dalam kejadian itu, pelaku melarikan diri menggunakan mobil yang telah menunggu di depan lokasi kejadian, sementara sejumlah barang bukti seperti jerigen bahan bakar dan sarung tangan ditemukan di tempat kejadian.

KNPB mengecam keras rangkaian teror tersebut dan menilai tindakan itu sebagai bentuk pembungkaman ruang demokrasi serta pelanggaran hak asasi manusia di Tanah Papua.

Mereka mendesak aparat, khususnya Polda Papua untuk segera mengusut tuntas pelaku, termasuk aktor intelektual di balik serangan itu. Selain itu, KNPB menyerukan penghentian segala bentuk intimidasi terhadap aktivis, pekerja kemanusiaan, dan jurnalis.

KNPB turut meminta adanya investigasi independen, termasuk melibatkan pihak internasional, guna mengungkap kasus-kasus pelanggaran HAM dan menjamin perlindungan terhadap kebebasan sipil di Tanah Papua.

“Kami menegaskan bahwa keamanan dan kebebasan sipil harus dijamin bagi seluruh masyarakat, khususnya para pembela HAM dan insan pers di Papua,” kata Agus Kossay. []

https://suarapapua.com/2026/03/18/te...aktivis-papua/

desakan agar pihak internasional ikut terlibat

0
38
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan