Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Sudah Turun Nyaris 19% Tahun Ini, Valuasi IHSG Sudah Murah?
Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketegangan geopolitik dan meningkatnya ketidakpastian fiskal telah menyeret sentimen negatif bagi pasar saham. Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun bergejolak, sampai hingga menjadi yang terlemah sejak Juli tahun lalu.

Sepanjang 2026, IHSG telah turun 18,79%. Tidak hanya IHSG, indeks saham utama Asia lainnya pun lesu.

Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), PSEI (Filipina), KLCI (Malaysia), Shanghai Composite (China), dan Straits Times (Singapura) membukukan koreksi sepanjang year–to–date/ ytd.

Berdasarkan data Bloomberg per Senin (16/3/2026), acuan valuasi Price Book Value (PBV) ada di 1,85 kali. Sedangkan perkiraan Price Earning Ratio (PER) IHSG tercatat 14,23 kali.

Mencermati valuasi Bursa Saham di regional Asia lainnya, valuasi IHSG saat ini masih terbilang relatif lebih mahal.



Valuasi IHSG masih lebih mahal ketimbang Bursa Saham PSEI (Filipina), SETI (Thailand), Straits Times (Singapura), KLCI (Malaysia), Shanghai Composite (China), hingga Kospi (Korea Selatan) berdasarkan PBV.

Mencermati valuasi PER, IHSG juga masih terbilang lebih mahal dibanding dengan bursa Kospi (Korea Selatan), PSEI (Filipina), dan juga Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam). PER adalah rasio antara kapitalisasi pasar dengan total laba dari seluruh konstituen pasar. Investor lazim menggunakan rasio ini untuk menentukan murah atau mahal valuasi pasar.

Sementara itu, PBV adalah rasio antara kapitalisasi pasar dengan total nilai buku ekuitas. Rasio di bawah 1 kali artinya kapitalisasi pasar lebih murah dibanding dengan total ekuitas, sedang rasio di atas 1 kali artinya terbilang relatif lebih mahal.

Di saat valuasi IHSG yang masih mahal dibanding dengan bursa saham lainnya di Asia. Risiko ketidakpastian masih menyelimuti dan kapan pasar akan kembali bangkit masih samar–samar.

Terbaru, serangan AS terhadap pusat ekspor utama Iran, Pulau Kharg, menandai eskalasi lain dalam perang yang berlangsung dua minggu.

Pengeboman Pulau Kharg semakin memperluas cakupan konflik, yang menurut Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) pekan lalu telah menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.

Kementerian Perdagangan AS memprediksi perang Iran, yang mulai memasuki pekan ketiga, akan berlangsung antara empat hingga enam minggu. Kevin Hassett, Kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, menyampaikan proyeksi tersebut dengan catatan keputusan final mengenai kapan perang akan usai ada di tangan Presiden.

Pasar juga menunggu kepastian dan komitmen pemerintah menyoal disiplin fiskal tetap dengan batas 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akibat perang Iran. Kegelisahan pasar muncul pada saat lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dan impor minyak, yang pada akhirnya dapat memperlebar tekanan terhadap neraca fiskal maupun nilai tukar.

Riset Phintraco Sekuritas menyebut, kekhawatiran akan dampak kenaikan harga minyak mentah terhadap inflasi, potensi melebarnya defisit APBN, berlanjutnya depresiasi rupiah, serta potensi perlambatan ekonomi domestik, menjadi faktor negatif yang mempengaruhi pergerakan IHSG.

Kendatipun pemerintah dapat mengantisipasi legalitas dari defisit fiskal 3% PDB, lembaga rating seperti S&P, Moody's, dan Fitch rasnaya tidak akan memberikan toleransi.

Sovereign rating Indonesia berpotensi mengalami downgrade menjadi BBB- pada awal tahun depan atau akhir tahun ini, setelah Moody’s dan Fitch merilis laporan resmi mereka dengan outlook negatif untuk tahun ini,” tegas Laporan Mega Capital Sekuritas.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...g-sudah-murah/

Awas yang mau nyerok... Belom sampe dasar..
Mungkin di 6000-an kecil atau bahkan bisa 5000-an kalo rating turun

(Eh kok ga bisa upload gambar)... emoticon-Tepar
Diubah oleh jaguarxj220 16-03-2026 22:51
otto.jktAvatar border
otto.jkt memberi reputasi
1
840
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan