- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Allianz Global Investors Nilai Ekonomi Indonesia Relatif Tahan
TS
aleksandronesta
Allianz Global Investors Nilai Ekonomi Indonesia Relatif Tahan
Quote:
Allianz Global Investors Nilai Ekonomi Indonesia Relatif Tahan
Mar 16, 2026 - 14:12
Fajar Ramadhan
Author
Ilustrasi keuangan, sektor keuangan.
Smallest Font
Largest Font
Ketidakpastian geopolitik global yang meningkat, dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, berdampak pada stabilitas pasar keuangan dunia. Allianz Global Investors (AllianzGI) Indonesia menilai, kondisi ini berpotensi memberikan tekanan jangka pendek bagi Indonesia dan negara berkembang lainnya.
Penutupan efektif Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menyalurkan sekitar 20 juta barel minyak per hari, semakin meningkatkan risiko geopolitik dan memicu volatilitas pasar. Dampaknya dapat berupa kenaikan biaya energi dan meningkatnya sentimen risk-off di pasar.
Meski demikian, AllianzGI Indonesia memandang perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan yang relatif baik di tengah dinamika eksternal. Dikutip dari Money, President Director AllianzGI Indonesia Aliyahdin (Adi) Saugi menyatakan, meskipun tingkat ketidakpastian meningkat, Indonesia tetap memiliki prospek jangka panjang yang menarik.
Menurut Adi, volatilitas eksternal memang dapat memicu koreksi pasar, namun fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga. Hal ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang kuat, iklim investasi yang semakin baik, serta pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
Dalam menghadapi dinamika pasar, AllianzGI Indonesia menerapkan pendekatan pengelolaan portofolio yang hati-hati namun tetap oportunistik. Fokusnya adalah diversifikasi portofolio, manajemen risiko yang disiplin, serta pemilihan sektor dan emiten secara selektif.
AllianzGI Indonesia berfokus pada perusahaan dengan profil pendapatan yang tangguh, arus kas yang kuat, neraca keuangan yang sehat, serta kemampuan mempertahankan pembayaran dividen. Karakteristik ini dapat memberikan perlindungan terhadap penurunan selama periode ketidakpastian global.
Di sisi lain, AllianzGI Indonesia juga selektif memanfaatkan peluang yang muncul akibat dislokasi pasar. Investasi diarahkan pada sektor yang diuntungkan oleh kuatnya permintaan domestik, model bisnis yang efisien dalam penggunaan energi, serta sektor yang memiliki pricing power.
Adi menambahkan, melalui proses investasi yang disiplin dan aktif, pihaknya berupaya menjaga ketahanan portofolio sekaligus siap memanfaatkan peluang ketika kondisi pasar mulai stabil dan volatilitas mereda.
Dari perspektif global, AllianzGI menilai gangguan terhadap jalur energi dan produksi di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, telah memperketat pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga energi.
Tim Chief Investment Officer (CIO) AllianzGI menyatakan, dalam skenario dasar mereka, kondisi pasar energi diperkirakan akan tetap ketat namun masih dapat dikelola, dengan gangguan pasokan berkepanjangan menjadi risiko utama bagi pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Selain itu, risiko kerusakan infrastruktur energi dinilai meningkat selama konflik berlangsung. Gangguan tersebut berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kapasitas produksi energi di kawasan tersebut.
Pasokan energi global juga dapat semakin ketat apabila gangguan berlangsung lebih lama. Tim CIO AllianzGI menuliskan, pihaknya telah melakukan penyesuaian taktis terhadap preferensi kelas aset di tengah ketidakpastian yang tinggi, namun tetap mempertahankan pandangan yang konstruktif terhadap lingkungan risiko secara keseluruhan.
Disclaimer:
Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber: money.kompas.com tanpa mengubah fakta pada artikel asli.
selama yang menilai bukan DK PBB
Pengamat Nepal nggak akan percaya

0
636
Kutip
2
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan