- Beranda
- Komunitas
- Entertainment
- The Lounge
Hewan-hewan Unik Khas Indonesia yang Jarang Orang Tahu! PART 16
TS
hyperzectrooper
Hewan-hewan Unik Khas Indonesia yang Jarang Orang Tahu! PART 16
ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH

Spoiler for nama spesies:
- Kucing Merah (Catopuma badia). Jim Sanderson
- Botia Badut (Chromobotia macracanthus). ©Ahsan al hidayat
- Cyclocoeloma tuberculata. ©uwkwaj
- Tokek Bergaris (Gecko vittatus). ©desertnaturalist
- Luntur Kasumba (Harpactes kasumba). ©wildreturn
- Paok Pancawarna (Hydrornis irena). ©boasemmanuel
- Sanca Hijau (Morelia viridis). ©Aaron Bean
- Belut Ular Belang (Myrichthys colubrinus). ©J. Martin Crossley
- Pungguk Seram (Ninox squamipila). ©Mikael Bauer
- Rhacophorus bifasciatus. ©Charley Hesse
- Perkici Pelangi (Trichoglossus haematodus). ©Stephen John Davies
Kalau nanti ada gambar yang gak muncul, klik aja link di bawah gambarnya. Biar langsung masuk ke situs aslinya.

Quote:
Dalam Al-Qur’an, Allah sering mengajak manusia untuk memperhatikan alam. Bukan hanya langit yang luas atau gunung yang tinggi, tapi juga makhluk-makhluk kecil yang hidup di sekitar kita. Ini menunjukkan bahwa setiap makhluk ciptaan-Nya memiliki hikmah dan tanda kebesaran-Nya.
Sering kali kita mengira keajaiban alam hanya ada pada makhluk yang besar dan menakjubkan. Padahal hewan-hewan kecil pun memiliki keunikan yang luar biasa. Sebagian makhluk ini hidup di negeri kita sendiri, namun jarang kita sadari keberadaannya. Bahkan ada yang jumlahnya sudah sangat sedikit di alam liar.
Melalui thread ini, ane ingin mengajak agan semua untuk sejenak merenungi betapa luar biasanya ciptaan Allah di alam Indonesia. Semoga dengan melihat keunikan makhluk-makhluk ini, kita bisa semakin bersyukur dan semakin menghargai alam yang telah dititipkan kepada kita.
Karena sering kali tanda-tanda kebesaran Allah bukan hanya pada sesuatu yang besar, tetapi juga pada makhluk kecil yang hidup di sekitar kita.
Sering kali kita mengira keajaiban alam hanya ada pada makhluk yang besar dan menakjubkan. Padahal hewan-hewan kecil pun memiliki keunikan yang luar biasa. Sebagian makhluk ini hidup di negeri kita sendiri, namun jarang kita sadari keberadaannya. Bahkan ada yang jumlahnya sudah sangat sedikit di alam liar.
Melalui thread ini, ane ingin mengajak agan semua untuk sejenak merenungi betapa luar biasanya ciptaan Allah di alam Indonesia. Semoga dengan melihat keunikan makhluk-makhluk ini, kita bisa semakin bersyukur dan semakin menghargai alam yang telah dititipkan kepada kita.
Karena sering kali tanda-tanda kebesaran Allah bukan hanya pada sesuatu yang besar, tetapi juga pada makhluk kecil yang hidup di sekitar kita.

Baik, terima kasih buat Drs. KH. ChatGPT. LC untuk pembukaan threadnya.

Selamat ramadan menjelang lebaran, gangan dan sissis yang berbahagia.

Gak nyangka udah hampir 3x puasa 3x lebaran ane garap thread tentang hewan-hewan unik. Tapi kali ini ane lama update bukan karena masalah teknis ya gan, tapi ane insecure aja, soalnya gak lama lagi draft hewan-hewan yang mau ane bahas bakal abis. Jadi ane ragu-ragu nih, mau cepet ditamatin apa nggak, takutnya masih ada spesies hewan yang layak dibahas tapi belum ane gali infonya.

Langsung aja menuju topik utama gan. Lumayan buat selingan nunggu buka atau nunggu macet.

Quote:
Daerah: Sumatera, Singapura
Kantong semar bukan cuma tanaman karnivora yang suka makan hewan yang masuk, tapi juga bisa jadi tempat tinggal beragam hewan, mulai dari semut, nyamuk, ngengat, kepiting, katak, sampai kelelawar. Sama kayak laba-laba ini nih. Mereka biasa berjaga di dalem kantong semar, nangkep serangga yang kebetulan masuk. Bayangin nasibnya serangga yg masuk sarang mereka. Udah dijebak kantong semar, sekalian dijebak laba-laba pula.
Karena mereka ini termasuk laba-laba kepiting, jadi mereka nggak make jaring buat jebak mangsa. Ukuran mereka cukup mini, betinanya 1 cm, jantannya cuma 3,5 mm.

T. nepenthiphilus jantan di Singapura. ©Melvyn Yeo
Video laba-laba Henriksenia labuanica dari Malaysia dan Thomisus nepenthiphilus.Sama halnya dengan fauna-fauna penghuni kantong semar lain, jejak laba-laba ini di Indonesia masih super minim banget. Kebanyakan satwa penghuni kantong semar itu datanya dari Malaysia. Makanya sekali-kali kalau agan main ke hutan coba intip-intip isi kantong semar, mana tahu bisa nemu hewan spesies baru wkwk.


Laba-laba Henriksenia nepenthicola endemik Singapura. ©Karl, Ingolf & Bauer, Ulrike.Sekalian aja ane bahas sodara segengnya laba-laba Thomisus nih, yakni laba-laba Henriksenia.
Beda dari T. nepenthiphilus, laba-laba Henriksenia nggak cuma nunggu di pintu kantong semar tapi juga bisa nyebur ke dalem si kantong buat nangkep mangsa. Laba-laba Henriksenia juga ada di Sumatera, tepatnya spesies H. thienemanni.
Kantong semar bukan cuma tanaman karnivora yang suka makan hewan yang masuk, tapi juga bisa jadi tempat tinggal beragam hewan, mulai dari semut, nyamuk, ngengat, kepiting, katak, sampai kelelawar. Sama kayak laba-laba ini nih. Mereka biasa berjaga di dalem kantong semar, nangkep serangga yang kebetulan masuk. Bayangin nasibnya serangga yg masuk sarang mereka. Udah dijebak kantong semar, sekalian dijebak laba-laba pula.

Karena mereka ini termasuk laba-laba kepiting, jadi mereka nggak make jaring buat jebak mangsa. Ukuran mereka cukup mini, betinanya 1 cm, jantannya cuma 3,5 mm.
Spoiler for foto:

T. nepenthiphilus jantan di Singapura. ©Melvyn Yeo


Laba-laba Henriksenia nepenthicola endemik Singapura. ©Karl, Ingolf & Bauer, Ulrike.
Beda dari T. nepenthiphilus, laba-laba Henriksenia nggak cuma nunggu di pintu kantong semar tapi juga bisa nyebur ke dalem si kantong buat nangkep mangsa. Laba-laba Henriksenia juga ada di Sumatera, tepatnya spesies H. thienemanni.
Quote:
Daerah: Samudera Hindia dan Pasifik Barat
Wahai para ikan glodok, kalian punya saingan baru.
Nggak nggak, ikan yang ini sebenernya beda banget sama ikan glodok. Ikan leaping blenny alias jabingan lompat ini herbivora, makanannya ganggang yang nempel di bebatuan. Habitat mereka di batu-batu karang yang sering kena ombak, beda sama ikan glodok yang habitatnya di lumpur-lumpur. Leaping blenny bisa napas di air dan di udara, tapi mereka tetep butuh air secara rutin supaya badannya nggak kering.
Video leaping blenny lagi leaping-leaping.Sebetulnya sih, jenis ikan blenny atau jabingan yang hidup di dua alam ada banyak. Tapi menurut ane spesies A. saliens ini yang paling populer dan paling cakep soalnya punya jambul ultramen di kepala. 

A. saliens di Sri Lanka. ©Gintautas Steiblys🐿️
Wahai para ikan glodok, kalian punya saingan baru.
Nggak nggak, ikan yang ini sebenernya beda banget sama ikan glodok. Ikan leaping blenny alias jabingan lompat ini herbivora, makanannya ganggang yang nempel di bebatuan. Habitat mereka di batu-batu karang yang sering kena ombak, beda sama ikan glodok yang habitatnya di lumpur-lumpur. Leaping blenny bisa napas di air dan di udara, tapi mereka tetep butuh air secara rutin supaya badannya nggak kering.


A. saliens di Sri Lanka. ©Gintautas Steiblys
Quote:
Sharpsnout Snake Eel
Apterichtus klazingai

A. klazingai di Selat Lembeh, Sulawesi Utara. ©Rickard Zerpe, via Wikimedia Commons
Daerah: Samudera Hindia dan Pasifik BaratApterichtus klazingai

A. klazingai di Selat Lembeh, Sulawesi Utara. ©Rickard Zerpe, via Wikimedia Commons
Jangan salah ya gan, ini bukan gambar hiu yang lagi ngintip dari gorong-gorong. Ini adalah belut laut, lebih tepatnya jenis belut ular laut. Tambah bingung lagi kan ini uler apa belut.

Keluarga Ophichthidae atau belut ular adalah jenis belut yang badannya panjang dan langsing. Sebagian belut ular malah gak punya sirip. Banyak juga jenis belut ular yang warna dan bentuk badannya mirip ular laut banget, mungkin buat mengecoh pemangsa. Tapi belut genus Apterichtus ini malah lebih keliatan kayak hiu.


©Smithsonian Institution, National Museum of Natural History, Department of Vertebrate Zoology, Division of Fishes


A. klazingai di Selat Lembeh, Sulawesi Utara. ©Mélodie Caussat
Quote:
Ekek Geling Jawa / Javan Green Magpie
Cissa thalassina

C. thalassina di KB Praha, Ceko. ©Václav Šilha
Daerah: Jawa Barat, Jawa BaratCissa thalassina
C. thalassina di KB Praha, Ceko. ©Václav Šilha
Status: Critically Endangered
Ane sempet cek 8 artikel tentang burung terlangka di Indonesia tapi cuma 1 aja yang nyebut burung ini. Maklum lah, burung terancam punah di Indonesia itu banyak banget, bahkan Indonesia masuk urutan nomor 1 negara dengan jumlah spesies burung terancam punah paling banyak!

Jumlah ekek geling jawa saat ini kurang dari 50 sampai 250 ekor di alam liar.

Populasi mereka diperkirakan merosot 80% dalam 30 tahun terakhir akibat perburuan liar. Tapi ane gak heran sih kalo warga masih belom sadar kalau burung ekek geling jawa udah super langka. Ane sendiri baru-baru ini aja tau tentang burung ini, selama ini gak pernah liat di TV, di buku, atau di gambar duit.

C. thalassina di sekitar Jawa Tengah.©Gideon Lam

Ekek layongan (C. chinensis) di sekitar Jawa barat. ©Forest Botial-Jarvis
Quote:
Daerah: Indonesia Barat, Malaya
Status: Least Concern
Buat yang belum tau beda alap-alap sama elang, ane kasih pencerahan nih. Alap-alap punya bentuk sayap lebih lancip dan paruhnya lebih bulat. Kalau elang justru kebalikannya. Terus tampangnya alap-alap lebih innocent karena pupil mata mereka lebih lebar dari elang.
Meski wujudnya mirip tapi alap-alap dan elang itu bukan cuma beda spesies, tapi udah beda ordo. Ibarat kita bandingin gajah sama kucing, kan jauh banget tuh.
Video alap-alap capung piaraan.Nah di Indonesia ada spesies alap-alap yang bisa dibilang burung predator terkecil. Ukuran alap-alap capung cuma between 14–16 centimetres long, rentang sayapnya gak lebih dari 32 sentimeter. Beneran cuma 2x lipat ukuran capung. 
Makanan utama alap-alap capung adalah serangga, tapi mereka juga kadang-kadang makan burung dan kadal kecil.
Alap-alap capung di TN Baluran, Jawa Timur. ©Shalahuddin Averroes SuparthaKarena ane tadi nyebut tentang elang, sekalian aja ane kasih lihat jenis elang paling kecil di Indonesia.
Status: Least Concern
Buat yang belum tau beda alap-alap sama elang, ane kasih pencerahan nih. Alap-alap punya bentuk sayap lebih lancip dan paruhnya lebih bulat. Kalau elang justru kebalikannya. Terus tampangnya alap-alap lebih innocent karena pupil mata mereka lebih lebar dari elang.

Meski wujudnya mirip tapi alap-alap dan elang itu bukan cuma beda spesies, tapi udah beda ordo. Ibarat kita bandingin gajah sama kucing, kan jauh banget tuh.

Makanan utama alap-alap capung adalah serangga, tapi mereka juga kadang-kadang makan burung dan kadal kecil.

Alap-alap capung di TN Baluran, Jawa Timur. ©Shalahuddin Averroes Supartha
Spoiler for Hieraaetus weiskei:
Daerah: Indonesia Timur
Status: Least Concern
Elang kerdil adalah salah satu spesies elang terkecil di dunia, kalau nggak nomer 1 ya nomer 2. Saingan lah sama spesies Spilornis klossi dari kepulauan Nikobar India sana.
Ukuran badan elang kerdil sekitar 38-48 cm. Kalau rentang sayapnya antara 112-126 cm. Beda dari alap-alap capung yang makan serangga, elang kerdil cenderung lebih doyan hewan vertebrata kayak tikus atau kadal.
Elang kerdil di Halmahera Barat, Maluku Utara. ©Stephen John Davies
Status: Least Concern
Elang kerdil adalah salah satu spesies elang terkecil di dunia, kalau nggak nomer 1 ya nomer 2. Saingan lah sama spesies Spilornis klossi dari kepulauan Nikobar India sana.

Ukuran badan elang kerdil sekitar 38-48 cm. Kalau rentang sayapnya antara 112-126 cm. Beda dari alap-alap capung yang makan serangga, elang kerdil cenderung lebih doyan hewan vertebrata kayak tikus atau kadal.

Elang kerdil di Halmahera Barat, Maluku Utara. ©Stephen John Davies
Quote:
Daerah: Indonesia Barat, Indocina, Cina
Status: Least Concern
Setelah kadal ular dan ular pelangi, ada satu lagi contoh hewan keren yang hidup di sekitar kita tapi nggak pernah ada yang sadar sama keberadaan mereka.

T. sexlineatus di Cilacap, Jawa Barat. ©Muhammad Nu'manuddinKadal rumput punya buntut yang paaaaanjang. Bahkan lebih dari 3x panjang badannya. Makanya kadal rumput asia dinobatkan sebagai hewan dengan ekor paling panjang di dunia (dibanding total ukuran badannya).
T. sexlineatus di Kapuas, Kalimantan Tengah. By Justin Philbois (Public Domain), via Wikimedia CommonsKayak kadal pada umumnya mereka suka berjemur di tempat terbuka kalau pagi-pagi, dan bakal lari kenceng atau mutusin ekornya kalau ada pemangsa. Selain di hutan kadal rumput juga hidup di persawahan, kampung-kampung, dan perkotaan. Jangan-jangan sebenernya ane sering lihat ini kadal tapi nggak pernah sempet liat panjang buntutnya saking kencengnya mereka ya. 
Status: Least Concern
Setelah kadal ular dan ular pelangi, ada satu lagi contoh hewan keren yang hidup di sekitar kita tapi nggak pernah ada yang sadar sama keberadaan mereka.


T. sexlineatus di Cilacap, Jawa Barat. ©Muhammad Nu'manuddin

T. sexlineatus di Kapuas, Kalimantan Tengah. By Justin Philbois (Public Domain), via Wikimedia Commons

LANJUT KE BAGIAN KEDUAX
⬇️⬇️⬇️
⬇️⬇️⬇️
Diubah oleh hyperzectrooper 16-03-2026 14:31
kaskus.infoforum dan tiokyapcing memberi reputasi
2
212
Kutip
3
Balasan
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan





