- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Rupiah Cermin Kegelisahan Pasar Soal Defisit APBN
TS
jaguarxj220
Rupiah Cermin Kegelisahan Pasar Soal Defisit APBN
Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah mencatatkan pelemahan terdalam sepanjang tahun ini dan nyaris menyentuh Rp17.000/US$. Pada perdagangan Senin (16/3/2026) pukul 12:45 WIB, rupiah melemah 0,3% dan berada di posisi Rp16.994/US$.
Investor sepertinya tengah merespons meningkatnya ketidakpastian fiskal setelah muncul sinyal dari pemerintah bahwa batas defisit anggran sebesar 3% terhadap PDB semakin sulit dipertahankan. Kenaikan tajam harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah memperbesar tekanan terhadap asumsi fiskal dalam APBN.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa akan mempertimbangkan untuk sementara melampaui batas defisit anggaran yang diatur undang-undang dalam situasi darurat. Meski menegaskan tetap berkomitmen pada disiplin fiskal dan menyatakan bahwa negara harus "hidup sesuai dengan kemampuan", tetapi pasar menangkap sinyal lain dengan tidak dipangkasnya anggaran program makan siang gratis.
"Respons investor menunjukkan bahwa mereka akan lebih mendukung jalur relokasi fiskal dibandingkan skenario penghapusan batas defisit secara lebih cepat," sebut Ari Jahja, Kepala Riset Macquarie Capital, seperti dikutip Bloomberg News.
Kekhawatiran ini muncul pada saat lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dan impor minyak, yang pada akhirnya dapat memperlebar tekanan terhadap neraca fiskal maupun nilai tukar.
Di pasar obligasi, tanda-tanda tekanan sudah terlihat. Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) meningkat tajam, begitiu juga dengan arus keluar dana asing juga mulai meningkat.
Yield tenor 1Y naik 15,9 bps ke 5,76%, sementara tenor 3Y naik 16,6 bps menjadi 6,23%. Tekanan juga terlihat pada tenor 5Y yang melonjak 18,8 bps ke 6,51%, serta tenor 6Y naik 11 bps menjadi 6,77%.
Pasar obligasi telah mengalai net outflow (arus modal keluar) sebesar US$123 juta secara harian. Sepanjang pekan, arus modal keluar telah mencapai US$667,1 juta.
Sementara di pasar saham, IHSG ditutup melemah 97,8 poin (1,37%) di posisi 7.039,4 pada jeda perdagangan siang ini. Pelemahan ini menjadi yang terendah sejak Juli 2025.
Likuiditas yang relatif tipis menjelang periode libur Lebaran ikut menambah tekanan di pasar saham. Investor saat ini sepertinya cenderung menahan diri untuk menempatkan dana baru ketika pasar akan tutup beberapa hari, terutama dalam kondisi risiko global yang masih tinggi.
Kegelisahan yang terjadi saat ini mencerminkan adanya ketidakpastian arah kebijakan. Ketika risiko global meingkat dan arah kebijakan domestik belum jelas, investor mengambil posisi defensif. Sebab, pasar sedang menunggu kejelasan arah kebijakan fiskal yang selama ini menjadi jangkar kepercayaan mereka memarkirkan uangnya di pasar keuangan Indonesia.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...-defisit-apbn/
Omon2: negara harus "hidup sesuai dengan kemampuan"
Tindakan : anggaran MBG gaspol, nggak dikurangi.
Omon2 nggak sesuai tindakan..
Alamat subsidi BBM dipangkas habis...
Lupakah dia banyak kasus negara rusuh gara2 harga BBM?
Investor sepertinya tengah merespons meningkatnya ketidakpastian fiskal setelah muncul sinyal dari pemerintah bahwa batas defisit anggran sebesar 3% terhadap PDB semakin sulit dipertahankan. Kenaikan tajam harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Timur Tengah memperbesar tekanan terhadap asumsi fiskal dalam APBN.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut bahwa akan mempertimbangkan untuk sementara melampaui batas defisit anggaran yang diatur undang-undang dalam situasi darurat. Meski menegaskan tetap berkomitmen pada disiplin fiskal dan menyatakan bahwa negara harus "hidup sesuai dengan kemampuan", tetapi pasar menangkap sinyal lain dengan tidak dipangkasnya anggaran program makan siang gratis.
"Respons investor menunjukkan bahwa mereka akan lebih mendukung jalur relokasi fiskal dibandingkan skenario penghapusan batas defisit secara lebih cepat," sebut Ari Jahja, Kepala Riset Macquarie Capital, seperti dikutip Bloomberg News.
Kekhawatiran ini muncul pada saat lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dan impor minyak, yang pada akhirnya dapat memperlebar tekanan terhadap neraca fiskal maupun nilai tukar.
Di pasar obligasi, tanda-tanda tekanan sudah terlihat. Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) meningkat tajam, begitiu juga dengan arus keluar dana asing juga mulai meningkat.
Yield tenor 1Y naik 15,9 bps ke 5,76%, sementara tenor 3Y naik 16,6 bps menjadi 6,23%. Tekanan juga terlihat pada tenor 5Y yang melonjak 18,8 bps ke 6,51%, serta tenor 6Y naik 11 bps menjadi 6,77%.
Pasar obligasi telah mengalai net outflow (arus modal keluar) sebesar US$123 juta secara harian. Sepanjang pekan, arus modal keluar telah mencapai US$667,1 juta.
Sementara di pasar saham, IHSG ditutup melemah 97,8 poin (1,37%) di posisi 7.039,4 pada jeda perdagangan siang ini. Pelemahan ini menjadi yang terendah sejak Juli 2025.
Likuiditas yang relatif tipis menjelang periode libur Lebaran ikut menambah tekanan di pasar saham. Investor saat ini sepertinya cenderung menahan diri untuk menempatkan dana baru ketika pasar akan tutup beberapa hari, terutama dalam kondisi risiko global yang masih tinggi.
Kegelisahan yang terjadi saat ini mencerminkan adanya ketidakpastian arah kebijakan. Ketika risiko global meingkat dan arah kebijakan domestik belum jelas, investor mengambil posisi defensif. Sebab, pasar sedang menunggu kejelasan arah kebijakan fiskal yang selama ini menjadi jangkar kepercayaan mereka memarkirkan uangnya di pasar keuangan Indonesia.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...-defisit-apbn/
Omon2: negara harus "hidup sesuai dengan kemampuan"
Tindakan : anggaran MBG gaspol, nggak dikurangi.
Omon2 nggak sesuai tindakan..
Alamat subsidi BBM dipangkas habis...
Lupakah dia banyak kasus negara rusuh gara2 harga BBM?
superman313 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
825
3
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan