Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat pagi kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang penyakit kanker perut (neuroblastoma), salah satu jenis kanker yang termasuk dalam kelompok kanker blastoma (kanker yang hanya menyerang anak balita saja)

.
Kesehatan anak merupakan hal yang sangat penting bagi setiap orang tua. Masa balita adalah periode perkembangan yang sangat penting, di mana organ tubuh dan sistem kekebalan tubuh sedang berkembang pesat. Dalam fase ini, berbagai penyakit dapat muncul, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit yang lebih serius. Salah satu penyakit anak yang jarang dibicarakan tetapi sangat penting untuk dikenali adalah kanker perut pada anak balita (neuroblastoma).
Neuroblastoma merupakan salah satu jenis kanker anak yang berasal dari sel saraf yang belum matang. Sel-sel ini biasanya ditemukan di jaringan saraf yang berhubungan dengan sistem saraf simpatis (sistem saraf yang berkaitan dengan respons emosi takut atau marah), terutama di sekitar kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal. Oleh karena itu, banyak kasus neuroblastoma muncul sebagai tumor di bagian perut anak, sehingga orang awam juga sering menyebut penyakit ini sebagai
kanker perut.
Penyakit ini memang tergolong langka jika dibandingkan dengan penyakit anak lainnya. Namun, neuroblastoma merupakan salah satu jenis kanker blastoma, yaitu kanker yang hanya terjadi pada bayi dan anak usia di bawah 5 tahun saja. Fakta yang perlu diketahui oleh para orang tua adalah bahwa penyebab pasti neuroblastoma hingga saat ini belum diketahui secara jelas. Selain itu, tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit ini.
Meskipun demikian, kabar baiknya adalah neuroblastoma memiliki peluang kesembuhan yang cukup baik jika dapat dideteksi sejak dini. Semakin cepat kanker ini ditemukan, semakin besar peluang anak untuk mendapatkan pengobatan yang efektif dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda awal yang mungkin muncul.
Thread ini akan membahas tiga gejala yang sering kali dianggap sepele, tetapi sebenarnya dapat menjadi sinyal awal dari adanya neuroblastoma pada balita.
Quote:
Mengenal Neuroblastoma Lebih Dekat
Neuroblastoma berkembang dari sel saraf yang disebut neuroblas, yaitu sel saraf yang masih dalam tahap perkembangan. Pada kondisi normal, sel-sel ini akan berkembang menjadi sel saraf matang. Namun, dalam beberapa kasus, sel tersebut mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan membentuk tumor.
Tumor neuroblastoma paling sering ditemukan di kelenjar adrenal (di atas ginjal), jaringan saraf di perut, dada, leher, dan tulang belakang. Karena lokasi tumor sering berada di perut, gejala yang muncul pun sering berkaitan dengan gangguan pada sistem pencernaan atau perubahan pada kondisi fisik anak.
Yang perlu dipahami oleh orang tua adalah bahwa gejala neuroblastoma sering kali tampak seperti masalah kesehatan biasa. Inilah yang membuat penyakit ini sering terlambat terdeteksi.
Quote:
1. Jangan Sepelekan Sembelit dan Diare Berkepanjangan Tanpa Tanda Infeksi
Gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare merupakan keluhan yang cukup umum pada anak-anak. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh pola makan, infeksi virus, atau perubahan makanan.
Namun, orang tua perlu mulai waspada apabila:
1) Sembelit terjadi dalam waktu lama
2) Diare berlangsung berkepanjangan
3) Tidak disertai tanda-tanda infeksi seperti demam atau muntah
4) Pengobatan biasa tidak mampu memberikan perbaikan
Pada beberapa kasus neuroblastoma, tumor yang berkembang di dalam perut dapat menekan organ pencernaan atau saraf yang mengatur kerja usus. Akibatnya, anak dapat mengalami gangguan pada sistem pencernaan seperti sembelit kronis atau diare yang tidak jelas penyebabnya.
Selain itu, tekanan tumor pada organ sekitar juga dapat mengganggu pergerakan usus sehingga anak tampak mengalami masalah pencernaan yang terus berulang.
Memang, tidak semua kasus sembelit atau diare pada anak berkaitan dengan kanker. Namun, jika keluhan tersebut berlangsung lama dan tidak membaik dengan penanganan biasa, sebaiknya orang tua segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Quote:
2. Jangan Sepelekan Mata Panda pada Anak
Lingkaran hitam di bawah mata sering disebut sebagai mata panda. Banyak orang tua menganggap kondisi ini hanya disebabkan oleh anak yang kurang tidur.
Padahal, dalam beberapa kasus neuroblastoma, lingkaran hitam di sekitar mata dapat menjadi tanda penting yang perlu diperhatikan.
Kondisi ini terjadi karena penyebaran sel kanker ke area tulang di sekitar mata, yang dapat menyebabkan memar atau perubahan warna kulit di bagian bawah mata. Gejala ini dalam dunia medis sering disebut sebagai ekimosis periorbital (lebam biru karena rembesan darah di kelopak mata).
Beberapa ciri mata panda yang perlu diwaspadai, antara lain:
1) Lingkaran hitam di bawah mata yang tidak hilang
2) Mata panda tidak membaik meskipun anak sudah tidur cukup
3) Kadang, mata panda itu disertai pembengkakan di sekitar mata
4) Warna kulit mata tampak kebiruan atau keunguan
Mata panda yang tidak biasa ini sering kali membuat wajah anak tampak lelah atau sakit, meskipun sebenarnya anak terlihat cukup aktif.
Sekali lagi, tidak semua lingkaran hitam di bawah mata merupakan tanda penyakit serius. Namun, jika kondisi tersebut muncul terus-menerus dan tidak memiliki penyebab yang jelas, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.
Quote:
3. Jangan Sepelekan Perut Kembung Berkepanjangan Tanpa Sebab
Gejala lain yang sering muncul pada neuroblastoma adalah perut yang tampak membesar atau kembung dalam waktu lama.
Pada banyak anak, perut kembung sering dianggap sebagai masalah pencernaan biasa, misalnya karena terlalu banyak makan atau menelan udara saat makan.
Namun, pada kasus neuroblastoma, pembesaran perut dapat terjadi karena adanya tumor yang berkembang di dalam rongga perut. Tumor ini dapat tumbuh cukup besar sehingga membuat perut anak tampak menonjol.
Beberapa tanda yang patut diperhatikan antara lain:
1) Perut anak tampak membesar tanpa sebab yang jelas
2) Perut terasa keras saat disentuh
3) Anak terlihat tidak nyaman atau sering rewel
4) Nafsu makan menurun
5) Berat badan tidak bertambah dengan baik
Kadang-kadang, orang tua baru menyadari kondisi ini ketika melihat ukuran perut anak tidak proporsional dibandingkan bagian tubuh lainnya.
Jika perut kembung berlangsung lama dan tidak membaik, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti USG, CT scan, atau pemeriksaan darah untuk memastikan apakah terdapat kelainan pada organ di dalam perut.
Quote:
Pentingnya Deteksi Dini
Salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan pengobatan neuroblastoma adalah seberapa cepat penyakit ini terdeteksi.
Pada stadium awal, peluang kesembuhan neuroblastoma bisa sangat tinggi. Banyak anak yang dapat sembuh sepenuhnya setelah mendapatkan terapi yang tepat.
Sebaliknya, jika penyakit ini baru diketahui pada stadium lanjut, pengobatan menjadi lebih kompleks dan risiko komplikasi meningkat.
Beberapa metode yang biasanya digunakan untuk mendiagnosis neuroblastoma, meliputi:
1) Pemeriksaan fisik oleh dokter
2) Tes darah dan urin
3) Pemeriksaan pencitraan (USG, CT scan, MRI)
4) Biopsi jaringan tumor
Pengobatan neuroblastoma sendiri dapat meliputi kombinasi beberapa metode, seperti:
1) Operasi pengangkatan tumor
2) Kemoterapi
3) Radioterapi
4) Terapi imun
Kemajuan dalam dunia kedokteran anak saat ini membuat banyak kasus neuroblastoma dapat ditangani dengan lebih baik dibandingkan beberapa dekade yang lalu.
Quote:
Peran Orang Tua Sangat Penting
Karena gejala awal neuroblastoma sering kali tidak spesifik, peran orang tua dalam mengenali perubahan pada tubuh anak menjadi sangat penting.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan, antara lain:
1) Memperhatikan perubahan pola makan dan buang air anak
2) Mengamati perubahan fisik seperti pembesaran perut
3) Tidak mengabaikan keluhan yang berlangsung lama
4) Segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika ada gejala yang mencurigakan
Ingatlah bahwa sebagian besar gejala yang disebutkan di atas memang sering terjadi pada anak-anak, dan biasanya tidak berbahaya. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, agar penyakit serius dapat dideteksi sedini mungkin.
Deteksi dini bukan berarti menjadi terlalu khawatir, melainkan lebih kepada bersikap peka terhadap kondisi kesehatan anak.
Quote:
PENUTUP
Neuroblastoma merupakan jenis kanker yang hanya menyerang bayi dan anak usia dini, terutama balita. Penyakit ini memang tidak dapat dicegah dan penyebab pastinya masih belum diketahui. Namun, kabar baiknya, neuroblastoma memiliki peluang kesembuhan yang tinggi apabila dapat terdeteksi sejak awal.
Tiga tanda yang sering dianggap sepele tetapi perlu diwaspadai oleh orang tua, antara lain:
1) Sembelit atau diare berkepanjangan tanpa tanda infeksi
2) Mata panda yang tidak hilang meskipun anak sudah cukup tidur
3) Perut kembung atau membesar tanpa sebab yang jelas
Dengan memperhatikan tanda-tanda tersebut, orang tua dapat membantu mendeteksi kemungkinan masalah kesehatan sejak dini. Jika terdapat gejala yang mencurigakan, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.
Kesadaran dan kewaspadaan orang tua merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan anak. Semakin cepat suatu penyakit ditemukan, semakin besar peluang bagi anak untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan menjalani masa depan yang sehat.
Quote:
SUMBER
Maris, J. M., Hogarty, M. D., Bagatell, R., & Cohn, S. L. (2007). Neuroblastoma.
The Lancet,
369(9579), 2106–2120.
Park, J. R., Eggert, A., & Caron, H. (2010). Neuroblastoma: Biology, prognosis, and treatment.
Hematology/Oncology Clinics of North America,
24(1), 65–86.
American Cancer Society. (2023).
Neuroblastoma in children. American Cancer Society.
https://www.cancer.org
National Cancer Institute. (2022).
Neuroblastoma treatment (PDQ®)–Patient version. National Cancer Institute.
https://www.cancer.gov
Brodeur, G. M. (2018). Neuroblastoma: Biological insights into a clinical enigma.
Nature Reviews Cancer,
3(3), 203–216.
@aldo12 @itkgid @swiitdebby