Quote:
Politik . 11/03/2026, 21:30 WIB
Aksi Nyata! Ahmad Sahroni Hibahkan Gaji DPR untuk Rakyat, Pengamat: Teladan Baru yang Harus Dijaga
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Kabar menyejukkan datang dari Senayan! Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni, baru saja menorehkan sejarah baru dalam etika berpolitik di tanah air. Tanpa banyak publikasi berlebihan di awal, terungkap bahwa pria yang dikenal dengan julukan "Crazy Rich Priok" ini memilih untuk tidak mengambil gaji serta tunjangannya sebagai wakil rakyat. Seluruh hak finansialnya tersebut langsung disalurkan secara transparan melalui platform donasi digital ternama, Kitabisa.
Keputusan ini tentu membawa angin segar di tengah dahaga masyarakat akan sosok pemimpin yang memiliki empati tinggi. Langkah Sahroni seolah mendobrak stigma lama tentang gaya hidup pejabat, membuktikan bahwa dedikasi kepada konstituen bisa diwujudkan dengan pengorbanan personal yang nyata. Ini bukan sekadar angka, melainkan simbol keberpihakan yang kuat kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan melalui penyaluran dana amal.
Terobosan Filantropi Politik: Langkah Berani yang Mengejutkan
Pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), Nicky Fahrizal, mengakui bahwa inisiatif Ahmad Sahroni ini merupakan sebuah kejutan positif dalam kancah politik nasional. Menurutnya, aksi menyumbangkan seluruh penghasilan tetap sebagai pejabat publik adalah langkah yang sangat jarang berani diambil oleh politikus lain di Indonesia.
“Kita tunggu dan kita kawal apakah aksi ini adalah bentuk sikap dan keberpihakan yang konsisten dalam jangka panjang kepada rakyat,” ujar Nicky saat dihubungi pada Selasa, 11 Maret 2026. Ia menilai aksi ini memiliki potensi besar untuk menjadi standar baru bagi politisi lain jika dijalankan dengan komitmen yang teguh dan transparan.
Membangun Kembali Kepercayaan Publik Lewat Aksi Kemanusiaan
Meskipun sebelumnya sempat menghadapi dinamika politik dan sanksi etika, langkah Sahroni kali ini dipandang sebagai upaya tulus untuk memperbaiki hubungan dengan masyarakat. Mengubah tantangan menjadi peluang untuk berbuat baik adalah kualitas kepemimpinan yang progresif. Inisiatif donasi ini menunjukkan keinginan kuat untuk memberikan kontribusi nyata di luar fungsi legislasi formal di parlemen.
Nicky menekankan bahwa pemulihan legitimasi di mata publik memang memerlukan pembuktian yang konkret. Dengan memilih jalur transparansi digital melalui Kitabisa, Sahroni memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut mengawasi kemana uang rakyat tersebut mengalir. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa aspirasi publik bisa dikawal melalui berbagai jalur, termasuk lewat dukungan finansial bagi kesejahteraan sosial.
Respons Positif Terhadap Harapan Masyarakat
Inisiatif mulia ini juga dianggap sebagai jawaban atas keresahan publik yang sempat memuncak beberapa waktu lalu. Dibandingkan hanya berbalas pantun di media sosial, Sahroni memilih jalur yang lebih substantif dengan membantu sesama. Langkah ini menunjukkan bahwa wakil rakyat mampu menyesuaikan gaya hidup mereka agar lebih selaras dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat saat ini.
“Inisiatif melalui platform donasi seperti Kitabisa memang membuka ruang pengawasan publik,” tambah Nicky. Keterbukaan ini adalah kunci agar setiap langkah baik yang diambil oleh wakil rakyat tidak hanya dipandang sebagai strategi komunikasi, melainkan sebagai bentuk dedikasi sejati terhadap kepentingan umum.
Tiga Pilar Konsistensi untuk Menginspirasi Negeri
Agar inisiatif baik ini memberikan dampak yang berkelanjutan dan benar-benar memulihkan kepercayaan masyarakat secara utuh, pengamat menyarankan tiga langkah strategis yang perlu terus dijaga:
Advokasi Kebijakan Pro-Rakyat: Terus mengawal undang-undang yang memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat kecil di parlemen.
Gaya Hidup Empatik: Mempertahankan sikap yang rendah hati dan peduli terhadap realitas ekonomi yang dihadapi konstituen.
Integritas dalam Sikap Politik: Memperkuat ketegasan dalam menyuarakan kepentingan publik di setiap rapat kerja pemerintah.
Menuju Peradaban Politik yang Lebih Bermartabat
Harapan besar kini disematkan kepada Ahmad Sahroni agar konsistensi ini terus terjaga. Jika aksi "nol gaji" ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin hal ini akan memicu gelombang kebaikan serupa di kalangan pejabat lainnya. Transparansi dan akuntabilitas melalui jalur digital yang ia rintis adalah langkah awal menuju politik yang lebih bersih dan berorientasi pada pengabdian.
Aksi nyata ini membuktikan bahwa menjadi wakil rakyat adalah soal memberi, bukan mengambil. Mari kita apresiasi dan kawal bersama langkah baik ini agar menjadi inspirasi bagi pembangunan karakter bangsa yang lebih berintegritas dan penuh empati. (*)
Nah mumpung dunia sedang tidak baik-baik saja mending disamaratakan kayak Sahroni semua
Wakil rakyat nggak usah digaji n cukup diberi rumah dinas dikasih makanan minuman yang bergizi kyk MBG n kendaraan wajib kendaraan milik negara (rumdin dekat jadi pakai sepeda aja n pun tetap wajib sepeda ontel mikir negara)n uang kebutuhan lainnya kyk jajan secukupnya sesuai kebutuhannya n segala apapun diatur negara selama dia statusnya masih sebagai wakil rakyat
Kan semua orang yang ingin jadi wakil rakyat pasti cita-citanya ingin memajukan negara atau ingin memajukan daerahnya masing-masing
Nanti dari sistem itu bakal muncul siapapun bisa daftar jadi wakil rakyat n tindakan kyk Serangan Fajar nggak akan ada lagi
N nggak perlu khawatir kyk gembel pengemis dll jadi wakil rakyat karena tanpa digaji pun banyak yang mau jadi wakil rakyat kok
