humas.rutama637Avatar border
TS
humas.rutama637
Momentum Bulan Ramadhan Menjadi Lebih Baik
Mamuju, (INFO_PAS)--Malam kedua puluh dua Bulan Ramadhan 1447 H, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mamuju melaksanakan kegiatan Shalat Tarawih Berjamaah yang diikuti diikuti seluruh Warga Binaan beragama Islam dan petugas serta diawasi langsung oleh Staf Pelayanan Tahanan dan diback up oleh Regu Pengamanan Malam, Piket Staf Shalat Tarwih dan petugas dari Bapas Polewali bertempat di Masjid At-Taubah (11 /03).
Momentum Bulan Ramadhan Menjadi Lebih Baik

Kegiatan Khutbah Ramadhan di Rutan Kelas IIB Mamuju

Adapun yang membawa Khutbah Tarawih pada malam ini yakni Ust. Rahmat Salu, S. Pd. I. Ust. Rahmat dalam ceramahnya menyampaikan bahwa bulan Ramadan selalu hadir membawa suasana yang berbeda. Perubahan jam makan dan tidur pada bulan Ramadan, mengubah ritme hidup secara keseluruhan. Di tengah dinamika aktivitas sehari-hari yang harus diseimbangkan dengan ibadah, bulan Ramadan sejatinya menjadi momentum strategis untuk melakukan upgrade diri, baik secara spiritual maupun jasmani.

"Bulan Ramadan hadir sebagai ruang jeda yang menenangkan. Puasa mengajarkan pengendalian diri, kesabaran, serta kesadaran penuh dalam setiap aktivitas. Di sinilah bulan Ramadan menjadi titik refleksi untuk merenungkan perjalanan sejauh ini. Di lingkungan perkuliahan, pembelajaran dan tugas biasanya tetap berjalan. Bahkan, organisasi beserta aktivitasnya pun dirancang relevan dengan bulan Ramadan agar dapat menyemarakkan serta memaknai bulan penuh berkah tersebut," pungkasnya.

Penceramah menambahkan Ramadhan menghadirkan intensitas ibadah yang meningkat. Shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, i’tikaf, dan berbagai amalan sunnah menjadi penguat relasi vertikal antara hamba dan Tuhannya. Dalam suasana ini, hati yang mungkin selama sebelas bulan cenderung lalai, kembali dihidupkan.

"Puasa melatih keikhlasan, karena ia adalah ibadah yang sangat personal—hanya Allah yang mengetahui secara pasti apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak. Disebutkan bahwa puasa adalah untuk Allah dan Allah sendiri yang akan membalasnya. Di sinilah nilai kejujuran dan integritas spiritual ditempa," tambahnya.

Selanjutnya dilaksanakan Shalat Tarawih secara berjamaah 08 (delapan) rakaat dan diakhiri dengan Shalat Witir dan Shalawat Badar serta Warga Binaan kembali ke kamar blok masing - masing.


0
7
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan