Quote:
Nasional News
Senin , 09 Mar 2026, 15:38 WIB
Gejolak Timur Tengah, Bobibos Siap Jadi Alternatif BBM yang Kian Mahal
Kesiapan produksi masal Bobibos masih terganjal restu dari pemerintah.
Red: Fitriyan Zamzami
Rep: Rizky Suryarandika

Republika/PrayogiTim pendukung Bobibos menunjukan bahan bakar Bobibos Energi Merah Putih seusai konferensi pers terkait Bobibos Energi Merah Putih di Bumi Sultan Jonggol, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/11/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembina Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! (Bobibos), Mulyadi angkat bicara mengenai peluang Bobibos menjadi bahan bakar alternatif bagi Indonesia di saat gejolak timur tengah. Gejolak tersebut mempengaruhi harga BBM karena terkait eskalasi keamanan di Selat Hormuz.
Mulyadi menyampaikan pada prinsipnya Bobibos siap menjadi BBM alternatif bagi masyarakat RI. Tapi kesiapan itu masih terganjal restu dari pemerintah.
"Kami siap, yang kami butuhkan itu regulasi, investasi dan proteksi (RIP) karena ini alternatif, bukan pengganti, tidak mengganggu bisnis bahan bakar lainnya," kata Mulyadi kepada Republika, Senin (9/3/2026).
Mulyadi menekankan pentingnya perlindungan bagi perkembangan Bobibos di Tanah Air. Tanpa hal itu, Mulyadi khawatir Bobibos sulit berkembang di dalam negeri. "Kalau tidak ada proteksi jadi RIP (mati) beneran (bisnis Bobibos)," ujar anggota DPR dari Komisi V fraksi Gerindra itu.
Mulyadi memastikan Bobibos siap mengembangkan diri untuk menebar manfaat bagi masyarakat setelah mendapatkan restu. Adapun untuk sekarang ini, Bobibos yang merupakan bahan bakar berasal dari jerami belum mendapat tempat.
"Karena mandatory transisi energi hanya untuk bahan baku sawit, tebu dan aren, jerami belum diberi ruang dan kesempatan," ujar Mulyadi.
Mulyadi juga mengingatkan potensi pengembangan jerami sebagai bahan bakar terbilang besar di Indonesia. Ini mengingat besarnya jumlah sawah.
"Jumlah sawah kita dari info Badan Pusat Statistik sekitar 11 juta hektar, jadi tanpa membuka lahan baru dan meningkatkan kesejahteraan petani juga. Bayangkan 1 hektar jerami bisa menghasilkan 2000 liter, misal ambil 5 juta hektar saja sudah 10 miliar liter," ujar Mulyadi.
Kalau Bobibos resmi digunakan di Indonesia, Mulyadi memaparkan ada enam manfaatnya. Pertama, masyarakat terbantu karena mendapat bahan bakar murah dan berkualitas. Kedua, petani meningkat pendapatannya. Ketiga, anggran negara lebih hemat karena mengurangi impor. Keempat, alam lebih bersih karena sumber nabati hampir zero emisi. Kelima, Indonesia menjadi negara yang mandiri secara energi.
"Terakhir, Bobibos bisa menambah lapangan kerja. Jadi ada enam manfaatnya ya," ujar Mulyadi. Di sisi lain, akibat belum mendapat dukungan maksimal pemerintah, Bobibos memilih pasar ke negara lain. Bobibos mendapat jalan menuju restu penggunaan di Timor Leste.
"Sedang persiapan Launching di Timor Leste, kami menunggu jadwal perdana Menteri dan Presiden, karena beliau-beliau akan meresmikan," ucap Mulyadi.
Ikuti Whatsapp Channel Republika
bobibos
krisis bbm
krisis minyak
harga minyak
produksi bobibos
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Gunakan Google Gunakan Facebook
S
Sid Vicus
Bego..
6 Jam lalu
D
Dwi Bianto
Siapa yg mau percaya sama omdo. Orang yg percaya sama bualanmu pasti belum tahu historimu. Media tolong jangan kasih panggung sama org2 seperti ini..
6 Jam lalu
B
Budi Susanto
Ditunggu KDM tdk nongol2 kok bs koar2 mau ganti bbm?
7 Jam lalu
D
Dony R
Ojok gembar gembor tok, klo bisa produksi masal dan bisa di fungsi untuk kendaraan jual bebas aja yg penting ijin produksi ada
7 Jam lalu
D
Djuanda Djoe
BOBI BOS buatan anak bangsa yang tersandera oleh kepentingan para mafia migas sehingga sulit untuk berkembang... Kalo udah jadi milik negara lain bari pada berkicau
7 Jam lalu
S
Sutopo Sby
Dibuktiin dulu pak, kalo emang sesuai spek mesin ya pasti dilirik orang
8 Jam lalu
w
win software
Lah BBM ga jelas ngapain teriak2 investasi ...murah dan ga ada epek samping pada mesin...yah buat aja...entar KLW Uda terbukti pasti banyak investor yg masuk ....sekaligus akan menjadi tamparan buat pemerintah....sekarang ini rakyat butuh yg pasti- pasti aja..KLW benar lama-kelamaan masyarakat pasti meninggalkan SPBU pemerintah... buktikan aja dulu..
10 Jam lalu
P
PELARI NUSANTARA
Bobibos masih punya malu ga ?.. buktikan satu dulu gausah banyak pencitraan..kita ga butuh itu..kita butuh bukti..!
12 Jam lalu
M
Marsono marsono
Kontrak sama gubernur Jawa barat saja belum ada hasilnya
12 Jam lalu
F
Firmam Suryaman
kenapa tidak
15 Jam lalu
R
Rudi S.
Klo jadi dipake ntar para mafioso makan angin deh....kira2 mrk bakal diem ga?
16 Jam lalu
s
sugi arto
Kendala ada pada para koruptor, kalau beralih ke bobibos, mereka tidak bisa korupsi lagi. Semua cari duit sebanyaknya terutama koruptor
21 Jam lalu
H
Harsono
Wartawan Republika kurang kritis. Bahan bakar ngga jelas terindikasi tipu² masih diberitakan juga.
22 Jam lalu
D
Dafi Asman
Bobi bos yg tak henti2nya omdo....sampai anggota dewanpun ikut2an omdo.....!!!
23 Jam lalu
© 2026 PT Republika Media Mandiri - All Rights Reserved.
nah ini dia
Capek sebenernya ane ngomong n mengungkapkan fakta ke netizen IQ 78 tapi selalu merasa seperti netizen dari negara Jerman

Tapi kembali tak bosan-bosannya ane bakal komen:
Jangan sampai orang-orang pintar kita diambil negara lain brain drain, jangan sampai tekhnologi asli anak bangsa malah dikuasai bangsa lain...sungguh mengenaskan kalau begitu😭
Ayo demi Indonesia
Orang Barat bisa karena berusaha n tanpa putus asa
Bohlam lampu pijar dibuat setelah 999 kegagalan
Dunia nggak percaya orang bisa ke bulan, AS bisa mewujudkannya
Semuanya hanya karena unsur kegigihan
Bobibos pun harus kita gigih perjuangkan!
Bersiap-siap menuju era: Lompatan Jauh ke Depan versi Demokrasi Pancasila
Awal mungkin Bobibos tidak sempurna, tapi tiap tahun akan selalu disempurnakan...jangan ngarep harga 4 ribu kualitas setara BBM fosil lah
Harga 15 ribu, kualitas setengah Pertamax ya wajar aja...kan masih baru
Penemuan mobil dulu juga masih mending pake pedati sapi
Tapi makin lama makin disemprulnakan jadi Lamborghini
Karya anak bangsa, harus kita support dengan sungguh-sungguh
Ini baru satu bidang
Harusnya sebagai sebuah negara, Indonesia harus swasembada semuanya
Bila perlu nggak perlu impor barang, tapi ekspor berbagai barang...yang impor ya yang nggak ada di Indonesia, sistemnya kayak Jerman era sebelum WW2
Setelah swasembada pangan dan energi, lanjut ke kayak semikonduktor, manufaktur, mesin, elektronik, kimia, farmasi, elektronik, produk plastik, industri makanan n minuman, alat transportasi dari mobil, motor, pesawat dengan suku cadangnya sampai sepeda ontel dengan suku cadangnya
Nah, itu semua butuh modal...seandainya Indonesia bisa memonopoli 80% kebutuhan minyak dunia dengan Bobibos
Gampang itu, mau rencanain apa saja...yang penting ada modal dari ekspor Bobibos ratusan juta barrel per tahun
Semua demi menuju Indonesia Emas 2045
Ya Allah tuntunlah bangsa Indonesia untuk bisa memproduksi BBM ramah lingkungan yang terbesar dan terbanyak di dunia
2026 = 10 juta barrel
2027 = 100 juta barrel
2028 = 200 juta barrel
2029 = 300 juta barrel
2030 = 500 juta barrel
Kami ingin minimal bisa memproduksi 300 juta barrel per tahun, untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor
Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045:
Makan Bergizi Gratis
Sekolah-kuliah gratis
BBM gratis
Tempat Minum gratis tiap jalan 10 km
Biaya kesehatan gratis
Listrik gratis
Internetan gratis
Transportasi umum gratis
BLT + modal UMKM 100 juta per orang
Perumahan gratis
Gaji pengangguran
Jaminan pensiun
Cuti berbayar
Insentif kelahiran bayi
Dll
Dilli jadi Dubai nangis lu pada...timles jadi UEA, mewek😭