Kaskus

News

sansnomicsAvatar border
TS
sansnomics
Menko Airlangga: Ekosistem Bank Emas Bisa Dorong Ekonomi RI
Menko Airlangga: Ekosistem Bank Emas Bisa Dorong Ekonomi RI

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ekon.go.id)

Gan, setahun sudah sejak Presiden Prabowo Subianto meluncurkan Bank Emas (Bullion)pada 26 Februari 2025, program ini jadi langkah penting buat mengelola emas nasional secara lebih terintegrasi, dari sektor hulu sampai hilir di dalam negeri.

Di tengah kondisi global yang lagi nggak menentu—termasuk ketegangan geopolitik Iran dan AS—harga emas dunia juga ikut melonjak. Nah, kondisi ini bikin makin banyak masyarakat yang melirik emas sebagai instrumen investasi sekaligus lindung nilai. Dampaknya, ketahanan sistem keuangan nasional juga ikut makin kuat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara Satu Tahun Implementasi Kegiatan Usaha Bullion di Jakarta, Jumat (6/3), menegaskan kalau bisnis bullion ini harus dimanfaatkan secara optimal agar bisa memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

Menurut Airlangga, penguatan ekosistem bullion diharapkan bisa membantu transformasi ekonomi Indonesia menuju target pertumbuhan 8% pada 2029. Selain itu, kehadiran Bank Emas juga dinilai penting untuk mendorong hilirisasi emas dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri.

Penguatan ekosistem ini dilakukan dengan mengintegrasikan rantai nilai emas nasional. Mulai dari peningkatan kapasitas produksi dan refinery di sektor hulu, sampai pengembangan layanan keuangan bullion di sektor hilir seperti tabungan emas, pembiayaan, perdagangan, hingga penitipan emas.

Perkembangannya juga terlihat dari kinerja lembaga jasa keuangan bullion. PT Pegadaian mencatat jumlah nasabah meningkat dari 3,2 juta pada Februari 2025 menjadi 5,6 juta pada Februari 2026. Sementara itu, tabungan emas masyarakat juga naik dari 10,5 ton menjadi 19,25 ton.

Pertumbuhan serupa juga terjadi di Bank Syariah Indonesia. Total kelolaan emas BSI—mulai dari cicil emas, gadai, hingga tabungan emas—meningkat dari 16,85 ton pada Januari 2025 menjadi 22,5 ton pada Februari 2026. Jumlah nasabah tabungan emas juga melonjak dari 531.329 pada Desember 2025 menjadi 766.742 pada Februari 2026.

Ke depan, pemerintah juga terus memperkuat ekosistem bullion lewat berbagai langkah strategis. Mulai dari pemberian insentif pajak hingga dukungan regulasi syariah melalui fatwa dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Selain itu, koordinasi antar pemangku kepentingan serta kerja sama dengan berbagai institusi internasional juga terus diperkuat.

Sumber

beacuka1Avatar border
beacuka1 memberi reputasi
1
92
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan