- Beranda
- Komunitas
- Story
- Heart to Heart
UANG ADA TAPI WAKTU SUDAH PERGI :)
TS
wiresharkhan198
UANG ADA TAPI WAKTU SUDAH PERGI :)
gw sekarang berumur 37 tahun. gw bukan orang kaya sejak lahir. gw juga bukan orang miskin. gw lahir dari keluarga kelas menengah yang hidup sederhana.
Orang tua gw selalu bekerja keras. Mereka tidak pernah memberikan kemewahan, tetapi mereka selalu memastikan gw punya makanan di rumah dan tempat tinggal yang layak. Karena itu sejak muda gw selalu merasa gw harus bertanggung jawab pada hidup sendiri.
gw gak tahu sejak kapan gw mulai memikirkan uangterlalu serius. Mungkin sejak gw melihat orang tua gw kerja keras setiap hari.
Masa SMA yang Berbeda :
Saat gw masih SMA, gw sudah bekerja di toko komputer. Teman-teman gw pulang sekolah lalu main bola, nongkrong di warung, atau pergi jalan-jalan sama pacar mereka. tapi gw pulang sekolah cuma pergi bekerja. gw bekerja dengan gaji 1,5 juta rupiah per bulan ini sekitar tahun 2006.
Uang itu sebenarnya bisa gw gunakan buat senang-senang seperti anak muda pada layaknya. Tetapi gw tidak melakukannya. gw memilih menyimpan semuanya.
Orang tua sudah menyediakan makanan di rumah. Jadi hampir tidak ada alasan bagi gw untuk menghabiskan uang itu.
gw melakukan hal itu selama 3 tahun penuh. Ketika gw menghitungnya sekarang, gw sadar bahwa selama SMA gw telah menabung sekitar 54 juta rupiah.
Saat itu gw merasa bangga. merasa gw lebih disiplin daripada orang lain.
Tetapi sekarang gw berpikir…
mungkin saat itu gw terlalu serius menjadi orang dewasa
mungkin saat itu gw terlalu serius menjadi orang dewasa

Masa Kuliah yang Sunyi di tahun 2007/ 2008 :
Setelah gw lulus SMA, gw melanjutkan kuliah. gw memilih bidang programming, karena gw memang suka komputer. Saat teman-teman gw mulai menikmati kehidupan kampus : organisasi, kegiatan kampus,traveling, dan berbagai pengalaman baru gw kembali memilih jalan yang sama....yup jalan yang persis sama ketika gw di SMA dulu.
gw bekerja lagi. gw bekerja sebagai programmer dengan gaji 3 juta rupiah per bulan.
gw kerja sambil kuliah selama 5 tahun. Sekali lagi gw menyimpan hampir semua uang. Orang tua gw masih menyediakan makanan di rumah, jadi gw gak punya banyak pengeluaran.
Selama 5 tahun itu, gw menabung sekitar 180 juta rupiah. Jika gw gabungkan dengan tabungan saat SMA, saat gw lulus kuliah gw sudah memiliki sekitar 234 juta rupiah.
Banyak orang seusia gw saat itu mungkin hanya punya sedikit tabungan. Tetapi gw setidak nya sudah memiliki ratusan juta.
tapi ada satu hal yang tidak gw sadari saat itu :
- gw mulai kehilangan banyak momen kecil dalam hidup.
-gw jarang ikut perjalanan bersama teman.
-gw jarang nongkrong sama temen.
-gw jarang punya cerita gila tentang masa muda.
-gw jarang nongkrong sama temen.
-gw jarang punya cerita gila tentang masa muda.
-Sebagian besar waktu gw hanya diisi oleh layar komputer dan pekerjaan.

Kehidupan Setelah Lulus di tahun 2012 :
gw masih ingat hari ketika gw lulus kuliah.Hari itu seharusnya menjadi salah satu hari paling bahagia dalam hidup gw . Banyak teman-teman tertawa, berfoto bersama keluarga mereka, dan merayakan masa depan yang baru saja dimulai.
gw juga tersenyum di foto itu. Tetapi di dalam pikiranku hanya ada satu hal.
yup benar sekali : Uang.

Bukan karena gw serakah. gw hanya sudah terbiasa hidup seperti itu sejak SMA. Sejak umur 16 tahungw sudah bekerja, menabung, dan memikirkan masa depan.
Ketika gw menghitung tabungan gw saat itu, gw sudah memiliki sekitar 234 juta rupiah dari kerja saat SMA dan kuliah. Bagi banyak orang seusia gw, angka itu cukup besar.
Tetapi gw tidak merasa cukup. gw merasa perjalanan ini baru saja dimulai
Pekerjaan Pertama :
Setelah lulus kuliah, gw mendapatkan pekerjaan dengan gaji 6 juta rupiah per bulan.
Sebagian orang mungkin menganggap gaji itu kecil untuk seorang programmer. Tetapi bagi gw saat itu, itu adalah awal dari sesuatu yang lebih besar.
gw hidup sederhana seperti biasa. gw menyisihkan 3 juta rupiah setiap bulan.
Setengah dari gaji langsung masuk tabungan. gw melakukan hal itu selama 8 tahun.
Setengah dari gaji langsung masuk tabungan. gw melakukan hal itu selama 8 tahun.
Delapan tahun mungkin terdengar sebentar ketika diucapkan. Tetapi ketika dijalani hari demi hari, rasanya seperti perjalanan panjang yang sunyi.

-Pagi gw pergi bekerja.
-Malam gw pulang ke rumah.
-Malam gw pulang ke rumah.
-Hari berganti minggu.
-Minggu berganti tahun.
-Minggu berganti tahun.
Ketika gw menghitung tabungan gw lagi setelah 8 tahun bekerja, gw menyadari gw telah menabung sekitar 288 juta rupiahdari pekerjaan itu. Jika digabung dengan tabungan sebelumnya, uang gw sudah mencapai sekitar 522 juta rupiah.
Setengah miliar rupiah. banyak orang akan merasa puas. Tetapi gw masih merasa ada sesuatu yang belum selesai.

Keputusan Besar :
Suatu malam gw duduk sendirian di kamar. gw menatap layar laptop dan membaca lowongan pekerjaan dari luar negeri. Salah satu negara yang sering muncul adalah Australia. Gaji yang ditawarkan membuat gw terdiam cukup lama.
gw berpikir dalam hati:
"Bagaimana jika gw mencoba sekali saja?"gw mengirim lamaran tanpa berharap terlalu banyak. beberapa minggu kemudian, gw menerima email balasan.
gw diterima.
Gaji yang mereka tawarkan sekitar 64 juta rupiah per bulan jika dihitung dalam rupiah.
gw membaca angka itu berkali-kali, seolah-olah gw takut salah melihat.
Hari itu gw menyadari bahwa hidup gw akan berubah
Ketika gw akhirnya bekerja di Australia, hidupku benar-benar berbeda. Gaji gw jauh lebih besar dari sebelumnya. Tetapi gw tetap hidup dengan cara yang sama seperti dulu.
gw menabung 30 juta rupiah setiap bulan. Bulan demi bulan berlalu. Tahun demi tahun berlalu. gw bekerja keras seperti yang selalu gw lakukan sejak masa SMA.
Umur 37 Tahun :

Sekarang gw berdiri di titik yang dulu terasa sangat jauh. gw berumur 37 tahun. Ketika gw menghitung seluruh tabungan gw dari SMA, kuliah, kerja di Indonesia, sampai kerja di Australia—totalnya sudah sekitar 2,6 miliar rupiah. gw melihat angka itu lama sekali.
Angka itu adalah hasil dari lebih dari dua puluh tahun kerja keras. Tetapi di dalam hati gw muncul pertanyaan yang tidak pernah benar-benar pergi. gw bertanya pada diri sendiri:
Apakah semua ini sepadan? gw berhasil mengejar uang sampai ke negara lain.
gw berhasil mengumpulkan miliaran rupiah. Tetapi ketika gw melihat ke belakang, gw menyadari bahwa hidup gw terasa seperti lari panjang tanpa pernah benar-benar berhenti untuk menikmati pemandangan.
gw berhasil mengumpulkan miliaran rupiah. Tetapi ketika gw melihat ke belakang, gw menyadari bahwa hidup gw terasa seperti lari panjang tanpa pernah benar-benar berhenti untuk menikmati pemandangan.
dan di titik itu gw mulai mengerti sesuatu yang sederhana tetapi sangat berat.
gw memang berhasil mengejar uang. Tetapi selama perjalanan itu, sebagian dari masa muda gw tertinggal jauh di belakang .
sahabat.006 memberi reputasi
1
117
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan