- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Airlangga Dorong Literasi Keuangan, Biar Nggak Cuma Punya Rekening Doang
TS
sansnomics
Airlangga Dorong Literasi Keuangan, Biar Nggak Cuma Punya Rekening Doang

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ekon.go.id)
Gan, ternyata akses masyarakat Indonesia ke layanan keuangan makin luas aja. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan bareng Badan Pusat Statistik, tingkat inklusi keuangan di Indonesia sekarang sudah tembus 92,74%.
Gan, ternyata akses masyarakat Indonesia ke layanan keuangan makin luas aja. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) dari Otoritas Jasa Keuangan bareng Badan Pusat Statistik, tingkat inklusi keuangan di Indonesia sekarang sudah tembus 92,74%.
Artinya apa? Mayoritas masyarakat Indonesia sekarang sudah punya akses ke layanan keuangan, entah itu rekening bank, dompet digital, atau layanan finansial lainnya.
Tapi nih gan, ada satu catatan penting. Walaupun aksesnya sudah tinggi, literasi keuangan masyarakat baru sekitar 66,64%. Jadi masih banyak juga yang punya akses, tapi belum tentu paham cara ngatur keuangannya dengan baik.
Nah, buat ngejar ketertinggalan itu, pemerintah lewat Dewan Nasional Keuangan Inklusif terus ngegas program edukasi keuangan. Sepanjang 2025 aja, lebih dari 10 juta masyarakat sudah ikut program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).
Nggak berhenti di situ, pemerintah juga baru meluncurkan dua inisiatif baru, yaitu AKSI KLIK(Kuatkan Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Kesejahteraan) dan Gerakan AKU BISA SEJAHTERA. Targetnya jelas gan: supaya masyarakat bukan cuma punya akses keuangan, tapi juga lebih pinter ngelola duit.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bilang, dua program ini diharapkan bisa bantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung perkembangan UMKM.
“Inisiatif AKSI KLIK dan Gerakan AKU BISA SEJAHTERA berperan penting dalam memperkuat fondasi kebijakan inklusi keuangan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Airlangga.
Selain itu, perkembangan teknologi juga ikut bantu memperluas akses keuangan. Contohnya lewat sistem pembayaran QRIS yang dikembangkan Bank Indonesia. Dengan teknologi ini, transaksi jadi lebih gampang dan cepat, bahkan sampai ke daerah-daerah.
Walaupun inklusi keuangan Indonesia sudah tinggi, pemerintah tetap menilai literasi keuangan harus terus ditingkatkan. Soalnya, punya rekening aja belum cukup kalau belum paham cara ngatur keuangan dengan bijak.
Menurut Airlangga, pemerintah ke depan juga akan terus mendorong kebijakan yang mengarah pada kesejahteraan keuangan masyarakat atau financial well-being.
Sumber
0
152
5
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan