- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Roy Suryo Hadiri Doa Bersama, Sampaikan Duka atas Wafatnya Ali Khamenei dan...
TS
rizkync108
Roy Suryo Hadiri Doa Bersama, Sampaikan Duka atas Wafatnya Ali Khamenei dan...
Harian Bogor Raya - 5 Mar 2026, 20:49 WIB
Penulis: Herawati Nurlia
Editor: Tim Harian Bogor Raya

Mantan Menpora, Roy Suryo Hadiri Doa Bersama di Kediaman Dubes Iran Jakarta, Sampaikan Duka atas Wafatnya Ali Khamenei dan Ingatkan Dampak Perang /Hera/
HARIAN BOGOR RAYA - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menghadiri acara doa bersama dan penandatanganan petisi yang digelar Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Duta Besar Iran di Jalan Madiun No. 1, Menteng, Jakarta Pusat tersebut diadakan sebagai bentuk solidaritas atas situasi konflik yang melibatkan Iran serta untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Seyyed Ali Khamenei.
Roy Suryo mengaku hadir secara pribadi untuk menyampaikan simpati kepada rakyat Iran. Ia menegaskan kehadirannya di acara tersebut juga sebagai bentuk empati terhadap korban konflik dan duka yang tengah dirasakan oleh masyarakat Iran.
“Saya datang atas nama pribadi, tapi juga insyaallah ini bisa menjadi sikap kita terhadap wafatnya pemimpin spiritual Iran, Ali Khamenei yang wafat karena pertempuran ini,” kata Roy Suryo kepada awak media di lokasi acara.
Menurut Roy, perang dalam bentuk apa pun tidak pernah membawa dampak baik bagi masyarakat dunia. Karena itu, ia menilai penting bagi semua pihak untuk mendorong terciptanya perdamaian dan menahan diri dari eskalasi konflik yang lebih luas.
Ia juga mengingatkan pemerintah Indonesia agar bersikap jelas dalam menyikapi konflik internasional. Roy menyebutkan bahwa menyampaikan belasungkawa kepada negara yang sedang berduka merupakan langkah yang wajar dalam hubungan diplomatik.
“Mengucapkan duka cita itu tidak salah, mengucapkan simpati kepada negara yang sedang berduka juga tidak salah. Jangan sampai kita malu hanya karena takut dianggap memihak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Roy Suryo juga menyinggung pentingnya pemerintah mendengarkan masukan dari berbagai tokoh nasional dalam merespons dinamika geopolitik global. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan berbagai saran dari para tokoh senior dan pemimpin nasional demi menjaga kepentingan Indonesia.
Roy juga menyoroti potensi dampak konflik global terhadap kondisi domestik Indonesia, termasuk risiko krisis energi apabila situasi geopolitik semakin memanas. Menurutnya, perang dapat memicu berbagai dampak ekonomi yang serius bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia.
“Perang itu pasti menimbulkan krisis. Bahkan ada peringatan bahwa cadangan energi kita bisa menipis jika konflik meluas. Jadi dampaknya sangat buruk, apalagi jika Indonesia sampai ikut terlibat,” katanya.
Ia juga menyinggung peran Indonesia selama ini dalam misi internasional, khususnya dalam pengiriman pasukan perdamaian. Roy menekankan bahwa peran TNI di kancah global seharusnya tetap dalam kerangka pasukan penjaga perdamaian, bukan untuk terlibat dalam konflik bersenjata.
Acara doa bersama dan penandatanganan petisi yang digelar Kedutaan Iran tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Kegiatan ini dibuka untuk masyarakat luas sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan serta komitmen terhadap nilai-nilai perdamaian dan keadilan internasional.***
Sumber
Ga nyangka gw sukro begini
Penulis: Herawati Nurlia
Editor: Tim Harian Bogor Raya

Mantan Menpora, Roy Suryo Hadiri Doa Bersama di Kediaman Dubes Iran Jakarta, Sampaikan Duka atas Wafatnya Ali Khamenei dan Ingatkan Dampak Perang /Hera/
HARIAN BOGOR RAYA - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menghadiri acara doa bersama dan penandatanganan petisi yang digelar Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Duta Besar Iran di Jalan Madiun No. 1, Menteng, Jakarta Pusat tersebut diadakan sebagai bentuk solidaritas atas situasi konflik yang melibatkan Iran serta untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Seyyed Ali Khamenei.
Roy Suryo mengaku hadir secara pribadi untuk menyampaikan simpati kepada rakyat Iran. Ia menegaskan kehadirannya di acara tersebut juga sebagai bentuk empati terhadap korban konflik dan duka yang tengah dirasakan oleh masyarakat Iran.
“Saya datang atas nama pribadi, tapi juga insyaallah ini bisa menjadi sikap kita terhadap wafatnya pemimpin spiritual Iran, Ali Khamenei yang wafat karena pertempuran ini,” kata Roy Suryo kepada awak media di lokasi acara.
Menurut Roy, perang dalam bentuk apa pun tidak pernah membawa dampak baik bagi masyarakat dunia. Karena itu, ia menilai penting bagi semua pihak untuk mendorong terciptanya perdamaian dan menahan diri dari eskalasi konflik yang lebih luas.
Ia juga mengingatkan pemerintah Indonesia agar bersikap jelas dalam menyikapi konflik internasional. Roy menyebutkan bahwa menyampaikan belasungkawa kepada negara yang sedang berduka merupakan langkah yang wajar dalam hubungan diplomatik.
“Mengucapkan duka cita itu tidak salah, mengucapkan simpati kepada negara yang sedang berduka juga tidak salah. Jangan sampai kita malu hanya karena takut dianggap memihak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Roy Suryo juga menyinggung pentingnya pemerintah mendengarkan masukan dari berbagai tokoh nasional dalam merespons dinamika geopolitik global. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan berbagai saran dari para tokoh senior dan pemimpin nasional demi menjaga kepentingan Indonesia.
Roy juga menyoroti potensi dampak konflik global terhadap kondisi domestik Indonesia, termasuk risiko krisis energi apabila situasi geopolitik semakin memanas. Menurutnya, perang dapat memicu berbagai dampak ekonomi yang serius bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia.
“Perang itu pasti menimbulkan krisis. Bahkan ada peringatan bahwa cadangan energi kita bisa menipis jika konflik meluas. Jadi dampaknya sangat buruk, apalagi jika Indonesia sampai ikut terlibat,” katanya.
Ia juga menyinggung peran Indonesia selama ini dalam misi internasional, khususnya dalam pengiriman pasukan perdamaian. Roy menekankan bahwa peran TNI di kancah global seharusnya tetap dalam kerangka pasukan penjaga perdamaian, bukan untuk terlibat dalam konflik bersenjata.
Acara doa bersama dan penandatanganan petisi yang digelar Kedutaan Iran tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan. Kegiatan ini dibuka untuk masyarakat luas sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan serta komitmen terhadap nilai-nilai perdamaian dan keadilan internasional.***
Sumber
Ga nyangka gw sukro begini

kakekane.cell dan 4 lainnya memberi reputasi
3
505
20
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan