Kaskus

News

sansnomicsAvatar border
TS
sansnomics
Menko Airlangga: Indonesia Harus Jadi Pemilik Teknologi, Bukan Cuma Pengguna!
Menko Airlangga: Indonesia Harus Jadi Pemilik Teknologi, Bukan Cuma Pengguna!

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ekon.go.id)

Gan, lagi ada bahasan menarik nih dari Airlangga Hartarto soal masa depan teknologi dan ekonomi Indonesia. Intinya sih, menurut beliau sekarang dunia lagi masuk era digitalisasi + ekonomi berkelanjutan. Dua hal itu disebut jadi kunci buat ngegas pertumbuhan ekonomi global ke depan.

Bahkan buat ngejar target pembangunan dunia atau United Nations lewat program Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030, dunia butuh investasi gede banget, sekitar USD4 sampai USD7 triliun per tahun, terutama buat proyek yang cerdas dan ramah lingkungan.

Hal ini disampaikan Airlangga dalam acara World Engineering Day 2026 yang digelar oleh Persatuan Insinyur Indonesia bareng World Federation of Engineering Organizations dan UNESCO di Jakarta.

Menurut Airlangga, Indonesia sekarang termasuk salah satu pusat pertumbuhan inovasi digital di kawasan. Ini kelihatan dari ekonomi digital kita yang lagi ngebut.
Nilainya bahkan diproyeksikan bisa tembus USD124 miliar pada 2025, yang disebut sebagai terbesar di ASEAN. Faktor pendorongnya juga nggak kecil:
[ul][li]sekitar 230 juta pengguna internet[/li][li]180 juta akun media sosial[/li][li]penetrasi koneksi seluler sampai 116%
[/li][/ul]Artinya? Banyak orang punya lebih dari satu koneksi atau kartu.
Tapi di balik potensi besar itu, Airlangga juga ngingetin kalau daya saing digital Indonesia masih harus digenjot. Dalam ranking World Digital Competitiveness Rankings 2025, posisi Indonesia sekarang ada di peringkat 51, turun dari peringkat 43 di 2024.

Menurut dia, salah satu kunci buat ngejar ketertinggalan itu ada di sektor engineering.
“Ada kebutuhan untuk memperkuat sektor engineering kita untuk mendapatkan kembali dan bahkan melampaui posisi sebelumnya,” kata Airlangga.

Masalahnya, Indonesia ternyata masih kekurangan insinyur. Jumlah engineer yang ada sekarang dinilai belum cukup buat ngejar perkembangan industri teknologi.
Airlangga bilang, Indonesia butuh tambahan sekitar 45 persen lebih banyak engineerdari jumlah yang ada sekarang.

Bahkan kebutuhannya cukup gila juga:
[ul][li]Industri semikonduktor saja butuh sekitar 15 ribu engineer[/li][li]Sementara sektor digital butuh tambahan sekitar 150 ribu engineer setiap tahun selama enam tahun ke depan
[/li][/ul]Buat ngejar kebutuhan itu, pemerintah mulai dorong berbagai program pelatihan vokasi dan peningkatan skill tenaga kerja. Salah satunya lewat kerja sama antara Danantara dan Arm Limited yang menyiapkan pelatihan untuk 15 ribu insinyur dalam ekosistem teknologi ARM.

Selain itu, Indonesia juga mulai serius masuk ke pengembangan Artificial Intelligence (AI). Bahkan Indonesia jadi negara pertama di ASEAN yang menyelesaikan AI Readiness Assessment dari UNESCO.

Secara global, teknologi AI diprediksi bakal nyumbang sekitar USD15,7 triliun ke ekonomi dunia pada 2030. Sementara di Indonesia sendiri, AI generatif diperkirakan bisa menambah kontribusi ekonomi hingga USD243,5 miliar.

Airlangga pun ngingetin satu hal penting: Indonesia jangan cuma jadi pasar teknologi, tapi juga harus bisa jadi pembuatnya.
“Indonesia adalah pasar potensial yang sangat besar di masa depan dan dunia sedang berinvestasi di Indonesia. Kita harus memastikan bahwa Indonesia bukan hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pencipta dan pemiliknya,” kata Airlangga.

Karena itu, dia juga ngajak para engineer Indonesia buat ikut dorong inovasi teknologi yang berkelanjutan, terutama di sektor strategis seperti semikonduktor, AI, dan teknologi hijau.

Sumber


beacuka1Avatar border
DeadYouRockStarAvatar border
DeadYouRockStar dan beacuka1 memberi reputasi
2
256
17
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan