Kaskus

News

mabdulkarimAvatar border
TS
mabdulkarim
Ketua BEM UGM di PN Pati: Sudewo Iblis, Botok Cs Itu Malaikat


Ketua BEM UGM di PN Pati: Sudewo Iblis, Botok Cs Itu Malaikat

Luthfi Majid
5 Maret 2026
Potret massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan tokoh nasional yang memadati depan PN Pati untuk mengawal sidang vonis Botok Cs
SOLIDARITAS: Ratusan massa bersama sejumlah tokoh nasional saat mengawal jalannya sidang vonis terdakwa Supriyono dan Teguh Istiyanto alias Botok cs di depan Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (5/3/2026). (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)
PATI, Joglo Jateng – Ketua BEM UGM Tiyo Adrianto melontarkan orasi pedas saat turun langsung mengawal jalannya sidang Botok Cs di Pengadilan Negeri (PN) Pati pada Kamis (5/3/2026). Sorotan tajam dari aktivis kampus ternama ini menambah bobot urgensi publik atas dugaan praktik kriminalisasi warga yang berani memperjuangkan keadilan di daerah.

Kehadiran Tiyo di lokasi persidangan langsung disambut riuh oleh ribuan massa dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

Bahkan, ia tampak digendong oleh salah satu peserta demonstrasi saat membelah kerumunan massa di Jalan Panglima Sudirman untuk masuk ke gedung PN Pati.

Singgung OTT KPK dan Sebut Bupati Iblis
Dalam orasinya, Tiyo menyatakan solidaritas penuh kepada Supriyono alias Botok dan Teguh Istyanto. Ia menilai proses penegakan hukum dalam perkara ini justru dijadikan alat kekuasaan untuk membungkam suara kritis rakyat.

“Kita hadir menyadari bahwa ada hal yang sangat tidak rasional dan masuk akal,” katanya di hadapan massa.

Tiyo kemudian membuat analogi tajam mengenai pertarungan antara kebaikan dan keburukan.

Ia menyoroti langkah Botok cs yang selama ini dinilai sangat vokal melawan keburukan kekuasaan Bupati Pati Sudewo, sosok yang kini justru terjerat operasi tangkap tangan dugaan kasus korupsi.

“Tidak ada di dunia yang buruk itu melawan yang buruk. Mas Botok dan Mas Teguh dan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu itu melawan Pak Sudewo. Pak Sudewo telah terbukti korupsi melalui OTT KPK,” ucapnya lantang.

Lebih ekstrem lagi, Tiyo secara terang-terangan melabeli kepala daerah tersebut sebagai representasi kejahatan, sementara warga yang dikriminalisasi adalah pahlawannya.

“Dari sini saja kita melihat, dalam posisi dunia antara iblis dan malaikat, Pak Sudewo iblisnya, dan Mas Botok dan Teguh dan kawan-kawan AMPB adalah malaikatnya,” ujarnya.


Sindir Pasal Penutupan Jalan
Berdasarkan realita tersebut, Tiyo menilai kedua terdakwa seharusnya dibebaskan dari segala tuntutan hukum karena mereka dinilai berani melawan kekuasaan yang zalim terhadap rakyat.

Ia juga menilai bahwa penerapan jerat pasal penutupan jalan kepada Botok cs adalah bentuk nyata dari kriminalisasi proses demokrasi yang dipaksakan.

“Hari ini kita tahu bahwa justru Mas Botok dan Mas Teguh diancam atas hukuman karena pasal menutup jalan. Ini jadi catatan penting. Kalau menutup jalan dikriminalisasi, maka bukan hanya Mas Botok, orang bikin pengajian juga harus ditangkap,” tegasnya menganalogikan kejanggalan penerapan hukum tersebut.

Menutup orasinya, mahasiswa UGM ini mendesak majelis hakim agar memberikan vonis bebas tanpa syarat kepada kedua pejuang akar rumput tersebut.

BACA JUGA:Sidang Kekerasan Wartawan Pati: Terdakwa Berdalih Spontan
Vonis bersalah, menurutnya, akan menghancurkan sisa-sisa harapan rakyat terhadap pilar keadilan di negeri ini.

“Karena bayangkan saja, mau berharap kepada kekuasaan, apabila penegak hukum untuk memenjarakan warga yang peduli pada bangsanya. Yang terjadi akan menjadi tolak ukur nasional. Kekuasaan bisa diharapkan atau tidak. Apabila vonis bebas tanpa syarat maka kita masih bisa berharap. Tapi vonis bersalah maka tidak ada pilihan lain menjadi rakyat anak bangsa yang putus asa,” pungkasnya. (lut/rds)



https://joglojateng.com/2026/03/05/k...tu-malaikat/2/


Keluar Penjara, Botok dan Teguh AMPB Diarak Pendukungnya Hingga Sujud Syukur di Alun-Alun Pati
Ketua BEM UGM di PN Pati: Sudewo Iblis, Botok Cs Itu Malaikat
Tayang: Kamis, 5 Maret 2026 19:05 WIB
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rival al manaf
zoom-inlihat fotoKeluar Penjara, Botok dan Teguh AMPB Diarak Pendukungnya Hingga Sujud Syukur di Alun-Alun Pati
TRIBUN JATENG/Mazka Hauzan Naufal
BERDOA BERSAMA - Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto, aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), berdoa bersama ratusan pendukung mereka di Alun-Alun Pati, Kamis sore (5/3/2026). Aksi itu dilakukan setelah Botok dan Teguh bebas dari penjara.
A-
A+
TRIBUNJATENG.COM, PATI - Jalan AKBP Agil Kusumadya, Pati, mendadak berubah menjadi lautan manusia, Kamis sore (5/3/2026).

Lautan manusia tersebut merupakan ribuan orang dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang datang ke Gedung Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati untuk menjemput dua "pahlawan" mereka, yakni Supriyono "Botok" dan Teguh Istiyanto.

Botok dan Teguh hari ini resmi bebas dari penjara setelah menerima vonis dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pati.

Majelis Hakim menjatuhkan vonis 6 bulan penjara dengan masa pengawasan selama 10 bulan dalam sidang yang digelar di Ruang Cakra tersebut.


Ketua Majelis Hakim, Muhamad Fauzan Haryadi, dalam amar putusannya menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah "bersama-sama dengan lisan di muka umum menghasut orang untuk melakukan tindak pidana".

Hal ini merujuk pada aksi blokade Jalan Pantura Pati yang terjadi pada 31 Oktober 2025 lalu.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa 1 dan terdakwa 2 dengan pidana penjara masing-masing selama 6 bulan," ujar Hakim Fauzan saat membacakan putusan.

Kendati divonis 6 bulan, hakim memberikan keringanan berupa pidana pengawasan. Artinya, kedua aktivis tersebut tidak perlu mendekam di dalam lembaga pemasyarakatan, asalkan tidak mengulangi tindak pidana dalam masa percobaan.

"Memerintahkan pidana tersebut tidak perlu dijalani dengan syarat umum mereka tidak akan melakukan tindak pidana lagi selama menjalankan pidana pengawasan dalam waktu 10 bulan," lanjut Fauzan.

Sidang pembacaan putusan itu berlangsung sejak 10.28 hingga 13.50 WIB, dengan pengawalan dari ribuan orang yang berkumpul di depan Gedung PN Pati.

Usai sidang berakhir, Botok dan Teguh sempat menyapa para pendukung mereka.

Kerumunan massa pun bergeser sekira pukul 14.30 ketika Botok dan Teguh memasuki mobil tahanan dan dibawa kembali ke Lapas Pati untuk menyelesaikan urusan administratif.

Massa melakukan konvoi ke Lapas dengan mengendarai truk, mobil, dan motor.

Halaman Lapas tak mampu menampung seluruh massa, sehingga banyak di antara mereka yang kemudian memadati jalanan.

Selama hampir dua jam, massa menanti keluarnya Botok dan Teguh dari Gedung Lapas.

Tepat pukul 16.20, dengan pengawalan dari tim penasihat hukum, kedua aktivis itu keluar dari pintu depan Lapas. Mereka langsung disambut sorak-sorai para pendukungnya.

"Pahlawan kita! Pahlawan kita! Mas Botok! Mas Teguh!" Begitu bunyi teriakan yang terdengar bersahutan.

Keduanya lalu dipanggul oleh pendukung mereka dan diarak berjalan keluar kompleks Lapas Pati. Setelah itu, mereka turun dan berjalan kaki mulai dari Jalan AKBP Agil Kusumadya sampai ke Alun-Alun Pati.

Jalanan padat merayap ketika Botok dan Teguh berjalan kaki diiringi ratusan pendukungnya. Iring-iringan truk, mobil bak, hingga sepeda motor membuat suasana riuh.

Botok, Teguh, dan para pendukungnya lalu tampak berjalan kaki mengelilingi Alun-Alun Pati.

Aksi itu dilakukan dengan diiringi lantunan selawat dan ucapan terima kasih kepada masyarakat Pati yang disampaikan oleh salah satu "sesepuh" AMPB, Nur Cahyo alias Mbah Nur, menggunakan pengeras suara.

Suasana haru tampak begitu kuat ketika Botok dan Teguh bersalaman hingga berpelukan dengan kerabat, saudara, sahabat, dan para pendukung mereka yang memadati Alun-Alun Pati.

Usai doa bersama dipanjatkan, Botok, Teguh, dan Mbah Nur melakukan sujud syukur di sisi utara Alun-Alun Pati, tepatnya di depan kompleks Kantor Bupati Pati.

Botok menjelaskan bahwa dirinya melakukan aksi sujud syukur sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diterimanya dari masyarakat selama ini.

Dalam keterangannya di hadapan awak media, dia mengungkapkan bahwa aksi sujud syukur tersebut merupakan simbol rasa terima kasih yang mendalam.

Ia menyebutkan bahwa dukungan tidak hanya datang dari warga lokal, melainkan juga dari berbagai penjuru tanah air.

"Ya ini rasa terima kasih kami kepada masyarakat Pati dan masyarakat luar Pati dan seluruh rakyat Indonesia yang telah mendukung dan mendoakan kami," ujar dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan rasa syukurnya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kebebasan yang akhirnya ia hirup kembali. Ia merasa doa-doa yang dipanjatkan oleh keluarga dan pendukungnya selama ini telah dikabulkan.

“Saya terima kasih kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah mengabulkan doa-doa kami semua sehingga hari ini alhamdulillah saya dan Mas Teguh dibebaskan dari penjara,” ucap dia.

Selain melakukan sujud syukur, Botok dan Teguh juga terlihat berjalan mengelilingi Alun-alun Pati didampingi oleh rekan-rekan dan para pendukungnya.

Saat ditanya mengenai tujuan melakukan aksi jalan kaki tersebut, mereka mengaku hal itu dilakukan secara spontanitas bersama teman-teman sebagai ungkapan kegembiraan atas kembalinya mereka ke tengah masyarakat.

Teguh Istiyanto juga mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Pati. Dia berjanji akan terus ikut berjuang mendukung aspirasi masyarakat. (mzk)

https://jateng.tribunnews.com/jawa-t...pati?page=all.

Kondisi di Pati


waloniAvatar border
itkgidAvatar border
kabarbaru.idAvatar border
kabarbaru.id dan 2 lainnya memberi reputasi
3
277
7
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan