Kaskus

News

sansnomicsAvatar border
TS
sansnomics
Timur Tengah Memanas, Ekonomi RI Aman? Menko Airlangga Beberin Strateginya!
Timur Tengah Memanas, Ekonomi RI Aman? Menko Airlangga Beberin Strateginya!

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Dok. Istimewa)

Menko Perekonomian Airlangga Hartartobilang, pemerintah terus fokus jaga pertumbuhan ekonomi, walau kondisi global lagi nggak santai. Apalagi Timur Tengah lagi panas-panasnya, yang bisa ganggu distribusi minyak dunia. Kalau minyak keganggu, efeknya bisa kemana-mana.

Tapi katanya, kondisi fiskal kita masih aman terkendali. Di APBN, asumsi harga minyak itu USD70 per barel, dan sejauh ini harga dunia masih di level yang dibilang relatif aman. Meski begitu, pemerintah bareng PT Pertamina (Persero) tetap pasang kuda-kuda. Salah satunya cari sumber pasokan lain, termasuk kerja sama minyak sama Amerika Serikat. Intinya sih biar energi dalam negeri nggak goyah.

Target 2026? Cukup ambisius gan, tembus 5,4%. Fokusnya ke pertanian, manufaktur, ekonomi digital, sama ketahanan energi. Sektor-sektor yang dianggap bisa jadi mesin pertumbuhan.

Program-program juga masih gas jalan. Ada Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, Danantara, dorong investasi asing (FDI), sampai proyek 3 juta rumah buat dongkrak ekonomi dalam negeri. Katanya juga lapangan kerja mau diperluas, plus sistem link and match biar tenaga kerja lebih nyambung sama kebutuhan industri.

Soal investasi, pemerintah lagi ngebut deregulasi, izin dipermudah lewat OSS, bahkan ada satgas khusus buat beresin hambatan investasi. KEK dan hilirisasi juga terus dipacu biar industri kita nggak cuma jual bahan mentah doang.

Di sektor keuangan, pasar modal mau dibuat makin dalam dan transparan. Investor domestik juga didorong makin aktif. Bahkan sekarang ada bullion bank, jadi emas bisa jadi alternatif investasi di tengah situasi global yang naik-turun.

Buat jangka pendek, jelang Lebaran pemerintah siapin stimulus. Ada diskon transportasi, bantuan pangan buat 35 juta lebih keluarga, sama THR biar daya beli tetap keangkat.

Di luar negeri, kerja sama dagang juga terus diperluas. Lagi ngebut negosiasi sama Uni Eropa, Kanada, Eurasia, sampai dorong Indonesia masuk OECD. Termasuk juga tanda tangan Agreement on Reciprocal Tariff sama AS biar tarif produk Indonesia makin kompetitif.

Sumber

0
141
3
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan