- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Kronologi TNI-Polri Gerebek Markas KKB Aibon Kogoya di Kepala Air Nabire
TS
mabdulkarim
Kronologi TNI-Polri Gerebek Markas KKB Aibon Kogoya di Kepala Air Nabire
Kronologi TNI-Polri Gerebek Markas KKB Aibon Kogoya di Kepala Air Nabire

Paulus Pulo - detikSulsel
Senin, 02 Mar 2026 15:50 WIB
Foto: Aparat gabungan menyita sejumlah barang bukti dari markas KKB. (dok. istimewa)
Nabire - Tim gabungan TNI dan Polri menggerebek markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kepala Air, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Penggerebekan ini sebagai upaya penegakan hukum terhadap Panglima Kodap III D Dulla bernama Aibon Kogoya, yang masuk daftar pencarian orang (DPO).
Peristiwa itu terjadi di Kepala Air, Kampung Kali Harapan, Nabarua Atas, Nabire pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 22.40 WIT. Tim gabungan yang melakukan penyergapan terdiri dari personel Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026.
"Aparat gabungan TNI-Polri melakukan upaya penegakan hukum terhadap DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla Aibon Kogoya," ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo kepada wartawan, Senin (2/3).
Yusuf mengatakan aparat mendapat informasi terkait keberadaan Aibon Kogoya dkk di markas tersebut. Aparat gabungan kemudian mendatangi lokasi hingga terjadi kontak tembak dengan KKB.
"Dalam operasi tersebut terjadi kontak tembak antara aparat dan kelompok kriminal bersenjata, yang kemudian melarikan diri meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai," terangnya.
Dia menuturkan KKB meninggalkan sejumlah perlengkapan dan logistik di markasnya yang kini disita aparat. Barang bukti itu berupa amunisi, handy talky, uang tunai, hingga bendera bintang kejora.
"Aparat mengamankan 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazen, magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101. Selain itu, turut diamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp 79.900.000," bebernya.
Yusuf menuturkan temuan lain yang menjadi perhatian adalah dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Satu di antaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat aksi penyerangan tahun lalu.
"Sementara satu unit lainnya diduga milik seorang karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu," katanya.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum resmi. Aparat gabungan saat ini masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpengaruh informasi yang belum resmi. Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan," katanya.
https://www.detik.com/sulsel/hukum-d...la-air-nabire.
Operasi Militer TNI-Polri di Nabire, Pasukan TPNPB Tembak Seorang Aparat Militer

Senin, 2 Mar 2026 19:13 WIT
Tampilkan Caption
Play
Baca Berita
MIMIKA, Seputarpapua.com | Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB mengeklaim menembak seorang aparat militer Indonesia (TNI) dalam operasi yang dilaksanakan oleh militer Indonesia (Gabungan TNI-Polri) ke markas TPNPB di area Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kaliharapan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada hari Minggu, 1 Maret 2026.
Operasi militer yang dilakukan TNI-Polri tersebut, disebut Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menggunakan Helikopter Bell dan berhasil mengamankan sejumlah logistik milik pasukan TPNPB Kodap III D Dulla pimpinan Daniel Aibon Kogoya atau yang lebih dikenal Aibon Kogoya.
Sebby menyampaikan dalam kontak senjata yang terjadi, aparat militer Indonesia menggunakan dua unit helikopter dan melakukan penembakan dari udara. Sementara pasukan TPNPB membalas tembakan dari darat dan mengenai satu aparat militer Indonesia, yakni Pratu MC, yang kini telah dievakuasi ke Kabupaten Mimika untuk menjalani perawatan medis.
“PIS TPNPB juga melaporkan bahwa sejumlah logistik militer milik pasukan TPNPB dirampas oleh aparat militer Indonesia beserta HP. Sementara pasukan TPNPB dan aparat militer Indonesia masih melakukan siaga satu di wilayah Nabire,” demikian keterangan Komnas TPNPB, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diteruskan Juru Bicara TPNPB kepada media, Senin (2/3/2026).
TPNPB juga melaporkan bahwa aparat militer Indonesia telah melakukan penangkapan terhadap dua orang warga sipil di depan Hotel Adaman, Wadio, pada 28 Februari 2026. Sementara kedua warga sipil tersebut mengalami pukulan dan penyiksaan oleh aparat militer hingga tak sadarkan diri dan belum diketahui keberadaannya hingga saat ini.
Diberitakan sebelumnya, aparat gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 melakukan upaya penegakan hukum terhadap DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla, Aibon Kogoya.
Dalam operasi tersebut, terjadi kontak tembak antara aparat dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengeklaim diri sebagai bagian dari OPM kemudian melarikan diri meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai. Aparat berhasil menguasai lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti penting.
Upaya penindakan dilakukan setelah aparat memperoleh informasi terkait keberadaan kelompok tersebut di salahsatu markas persembunyian mereka.
Saat personel gabungan mendekati lokasi, kelompok bersenjata melakukan perlawanan sehingga terjadi baku tembak. Setelah beberapa waktu, kelompok tersebut melarikan diri meninggalkan sejumlah perlengkapan dan logistik di markas.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo dalam keterangan tertulisnya mengatakan, langkah penindakan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Negara dalam menjamin keamanan masyarakat.
Dalam penggeledahan di lokasi, aparat mengamankan 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazen, magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101.
Selain itu, turut diamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp79.900.000.
Temuan lain yang menjadi perhatian aparat adalah dua unit telepon genggam yang diduga milik korban dalam aksi kekerasan sebelumnya yang dilakukan kelompok tersebut. Satu diantaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat aksi penyerangan pada tahun 2025. Sementara satu unit lainnya diduga milik seorang karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa penyerangan dan pembakaran pos pengamanan PT Kristalin Eka Lestari di Nabire beberapa pekan lalu.
“Ini merupakan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat ketika terjadi aksi-aksi kekerasan. TNI-Polri tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kasatgas Humas ODC.
https://seputarpapua.com/view/operas...t-militer.html
serangan ke markas Aibon

Paulus Pulo - detikSulsel
Senin, 02 Mar 2026 15:50 WIB
Foto: Aparat gabungan menyita sejumlah barang bukti dari markas KKB. (dok. istimewa)
Nabire - Tim gabungan TNI dan Polri menggerebek markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kepala Air, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Penggerebekan ini sebagai upaya penegakan hukum terhadap Panglima Kodap III D Dulla bernama Aibon Kogoya, yang masuk daftar pencarian orang (DPO).
Peristiwa itu terjadi di Kepala Air, Kampung Kali Harapan, Nabarua Atas, Nabire pada Minggu (1/3/2026) sekitar pukul 22.40 WIT. Tim gabungan yang melakukan penyergapan terdiri dari personel Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026.
"Aparat gabungan TNI-Polri melakukan upaya penegakan hukum terhadap DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla Aibon Kogoya," ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo kepada wartawan, Senin (2/3).
Yusuf mengatakan aparat mendapat informasi terkait keberadaan Aibon Kogoya dkk di markas tersebut. Aparat gabungan kemudian mendatangi lokasi hingga terjadi kontak tembak dengan KKB.
"Dalam operasi tersebut terjadi kontak tembak antara aparat dan kelompok kriminal bersenjata, yang kemudian melarikan diri meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai," terangnya.
Dia menuturkan KKB meninggalkan sejumlah perlengkapan dan logistik di markasnya yang kini disita aparat. Barang bukti itu berupa amunisi, handy talky, uang tunai, hingga bendera bintang kejora.
"Aparat mengamankan 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazen, magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101. Selain itu, turut diamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp 79.900.000," bebernya.
Yusuf menuturkan temuan lain yang menjadi perhatian adalah dua unit telepon genggam yang diduga milik korban aksi kekerasan sebelumnya. Satu di antaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat aksi penyerangan tahun lalu.
"Sementara satu unit lainnya diduga milik seorang karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa pembakaran pos pengamanan PT Kristalin di Nabire beberapa pekan lalu," katanya.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Brigjen Faizal Ramadhani, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum resmi. Aparat gabungan saat ini masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan jangan terpengaruh informasi yang belum resmi. Aparat keamanan akan bertindak tegas terhadap siapapun yang berupaya membuat kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan," katanya.
https://www.detik.com/sulsel/hukum-d...la-air-nabire.
Operasi Militer TNI-Polri di Nabire, Pasukan TPNPB Tembak Seorang Aparat Militer

Senin, 2 Mar 2026 19:13 WIT
Tampilkan Caption
Play
Baca Berita
MIMIKA, Seputarpapua.com | Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB mengeklaim menembak seorang aparat militer Indonesia (TNI) dalam operasi yang dilaksanakan oleh militer Indonesia (Gabungan TNI-Polri) ke markas TPNPB di area Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kaliharapan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada hari Minggu, 1 Maret 2026.
Operasi militer yang dilakukan TNI-Polri tersebut, disebut Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom, menggunakan Helikopter Bell dan berhasil mengamankan sejumlah logistik milik pasukan TPNPB Kodap III D Dulla pimpinan Daniel Aibon Kogoya atau yang lebih dikenal Aibon Kogoya.
Sebby menyampaikan dalam kontak senjata yang terjadi, aparat militer Indonesia menggunakan dua unit helikopter dan melakukan penembakan dari udara. Sementara pasukan TPNPB membalas tembakan dari darat dan mengenai satu aparat militer Indonesia, yakni Pratu MC, yang kini telah dievakuasi ke Kabupaten Mimika untuk menjalani perawatan medis.
“PIS TPNPB juga melaporkan bahwa sejumlah logistik militer milik pasukan TPNPB dirampas oleh aparat militer Indonesia beserta HP. Sementara pasukan TPNPB dan aparat militer Indonesia masih melakukan siaga satu di wilayah Nabire,” demikian keterangan Komnas TPNPB, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diteruskan Juru Bicara TPNPB kepada media, Senin (2/3/2026).
TPNPB juga melaporkan bahwa aparat militer Indonesia telah melakukan penangkapan terhadap dua orang warga sipil di depan Hotel Adaman, Wadio, pada 28 Februari 2026. Sementara kedua warga sipil tersebut mengalami pukulan dan penyiksaan oleh aparat militer hingga tak sadarkan diri dan belum diketahui keberadaannya hingga saat ini.
Diberitakan sebelumnya, aparat gabungan TNI-Polri yang terdiri dari Satgas Habema, Satgas Rajawali, dan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 melakukan upaya penegakan hukum terhadap DPO yang mengaku sebagai Panglima Kodap III D Dulla, Aibon Kogoya.
Dalam operasi tersebut, terjadi kontak tembak antara aparat dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang mengeklaim diri sebagai bagian dari OPM kemudian melarikan diri meninggalkan markas yang selama ini mereka kuasai. Aparat berhasil menguasai lokasi dan mengamankan sejumlah barang bukti penting.
Upaya penindakan dilakukan setelah aparat memperoleh informasi terkait keberadaan kelompok tersebut di salahsatu markas persembunyian mereka.
Saat personel gabungan mendekati lokasi, kelompok bersenjata melakukan perlawanan sehingga terjadi baku tembak. Setelah beberapa waktu, kelompok tersebut melarikan diri meninggalkan sejumlah perlengkapan dan logistik di markas.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo dalam keterangan tertulisnya mengatakan, langkah penindakan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Negara dalam menjamin keamanan masyarakat.
Dalam penggeledahan di lokasi, aparat mengamankan 561 butir amunisi dari berbagai kaliber, baik untuk senjata laras panjang maupun pendek, serta 10 magazen, magazen senjata api jenis SS1 dan senjata api jenis AK-101.
Selain itu, turut diamankan 12 unit telepon genggam, lima unit handy talky (HT), serta uang tunai sebesar Rp79.900.000.
Temuan lain yang menjadi perhatian aparat adalah dua unit telepon genggam yang diduga milik korban dalam aksi kekerasan sebelumnya yang dilakukan kelompok tersebut. Satu diantaranya diduga milik anggota Brimob Batalion C yang gugur akibat aksi penyerangan pada tahun 2025. Sementara satu unit lainnya diduga milik seorang karyawan sipil atau petugas keamanan dalam peristiwa penyerangan dan pembakaran pos pengamanan PT Kristalin Eka Lestari di Nabire beberapa pekan lalu.
“Ini merupakan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat ketika terjadi aksi-aksi kekerasan. TNI-Polri tidak akan tinggal diam. Kami akan terus melakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap para pelaku kelompok kriminal bersenjata hingga mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku,” tegas Kasatgas Humas ODC.
https://seputarpapua.com/view/operas...t-militer.html
serangan ke markas Aibon
0
144
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan