- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita Luar Negeri
Penemuan baterai all-solid-state China akan ubah peta EV global
TS
kissmybutt007
Penemuan baterai all-solid-state China akan ubah peta EV global
Penemuan baterai all-solid-state China akan ubah peta EV global
Lisa Monica, Ramdhani Pratama
2–3 minutes
Teknologi baterai baru diklaim tembus 1.000–1.500 km, produksi massal menyusul akhir dekade.
JAKARTA - Industri kendaraan listrik global memasuki fase baru setelah produsen otomotif Tiongkok mulai memperkenalkan teknologi baterai all-solid-state yang diklaim mampu menempuh jarak 1.000 hingga 1.500 kilometer dalam sekali pengisian daya. Kapasitas ini jauh melampaui baterai lithium-ion konvensional yang saat ini mendominasi pasar.
Sejumlah pabrikan besar, termasuk Changan Automobile dan GAC Group, memimpin upaya komersialisasi teknologi tersebut. Changan mengumumkan baterai solid-state “Golden Bell” dengan densitas energi 350–500 Wh/kg, memungkinkan bobot baterai lebih ringan dengan kapasitas penyimpanan energi yang lebih besar.
Dikutip electrek.co, keunggulan utama baterai all-solid-state terletak pada penggunaan elektrolit padat yang menggantikan cairan kimia mudah terbakar. Desain ini meningkatkan stabilitas termal, memperluas rentang suhu operasional, dan menurunkan risiko kebakaran, sehingga meningkatkan aspek keselamatan kendaraan listrik.
Pemerintah Tiongkok turut mempercepat pengembangan teknologi ini dengan mengoperasikan lini produksi baterai solid-state kelas otomotif dan menyiapkan standar nasional pertama yang dijadwalkan terbit pada Juli 2026. Standar tersebut mencakup terminologi, klasifikasi, serta metode pengujian guna memastikan kualitas dan konsistensi produk di seluruh industri.
Meski telah memasuki tahap uji coba, produksi massal penuh diperkirakan baru terealisasi pada 2027-2030. Saat ini, kendaraan prototipe masih menjalani pengujian jalan raya untuk memverifikasi klaim jarak tempuh dan ketahanan baterai dalam kondisi penggunaan nyata.
Seorang analis industri menegaskan dampak strategis teknologi ini terhadap adopsi kendaraan listrik global. Ia menyatakan, “Baterai solid-state ini bukan sekadar peningkatan bertahap, melainkan lompatan besar yang akan menghapus hambatan utama adopsi kendaraan listrik, yaitu kecemasan akan jarak tempuh (range anxiety).”(DH)
https://www.idnfinancials.com/id/new...peta-ev-global
PLN sudah siap belum?
Lisa Monica, Ramdhani Pratama
2–3 minutes
Teknologi baterai baru diklaim tembus 1.000–1.500 km, produksi massal menyusul akhir dekade.
JAKARTA - Industri kendaraan listrik global memasuki fase baru setelah produsen otomotif Tiongkok mulai memperkenalkan teknologi baterai all-solid-state yang diklaim mampu menempuh jarak 1.000 hingga 1.500 kilometer dalam sekali pengisian daya. Kapasitas ini jauh melampaui baterai lithium-ion konvensional yang saat ini mendominasi pasar.
Sejumlah pabrikan besar, termasuk Changan Automobile dan GAC Group, memimpin upaya komersialisasi teknologi tersebut. Changan mengumumkan baterai solid-state “Golden Bell” dengan densitas energi 350–500 Wh/kg, memungkinkan bobot baterai lebih ringan dengan kapasitas penyimpanan energi yang lebih besar.
Dikutip electrek.co, keunggulan utama baterai all-solid-state terletak pada penggunaan elektrolit padat yang menggantikan cairan kimia mudah terbakar. Desain ini meningkatkan stabilitas termal, memperluas rentang suhu operasional, dan menurunkan risiko kebakaran, sehingga meningkatkan aspek keselamatan kendaraan listrik.
Pemerintah Tiongkok turut mempercepat pengembangan teknologi ini dengan mengoperasikan lini produksi baterai solid-state kelas otomotif dan menyiapkan standar nasional pertama yang dijadwalkan terbit pada Juli 2026. Standar tersebut mencakup terminologi, klasifikasi, serta metode pengujian guna memastikan kualitas dan konsistensi produk di seluruh industri.
Meski telah memasuki tahap uji coba, produksi massal penuh diperkirakan baru terealisasi pada 2027-2030. Saat ini, kendaraan prototipe masih menjalani pengujian jalan raya untuk memverifikasi klaim jarak tempuh dan ketahanan baterai dalam kondisi penggunaan nyata.
Seorang analis industri menegaskan dampak strategis teknologi ini terhadap adopsi kendaraan listrik global. Ia menyatakan, “Baterai solid-state ini bukan sekadar peningkatan bertahap, melainkan lompatan besar yang akan menghapus hambatan utama adopsi kendaraan listrik, yaitu kecemasan akan jarak tempuh (range anxiety).”(DH)
https://www.idnfinancials.com/id/new...peta-ev-global
PLN sudah siap belum?
skinnyhooper dan 7 lainnya memberi reputasi
8
3.1K
11
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan