- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Buat Lulusan SMA/SMK yang Bingung Kerja, Ini Program yang Bisa Jadi Jalan Keluar
TS
sansnomics
Buat Lulusan SMA/SMK yang Bingung Kerja, Ini Program yang Bisa Jadi Jalan Keluar

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah). (Foto: ekon.go.id)
Gan, pemerintah resmi ngerilis Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026buat lulusan SMA dan SMK. Ini lanjutan dari program magang nasional sebelumnya. Tujuannya jelas: biar jarak antara sekolah sama dunia kerja nggak kejauhan banget. Plus, biar skill anak-anak lulusan makin mateng, baik hard skill maupun soft skill.
Gan, pemerintah resmi ngerilis Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026buat lulusan SMA dan SMK. Ini lanjutan dari program magang nasional sebelumnya. Tujuannya jelas: biar jarak antara sekolah sama dunia kerja nggak kejauhan banget. Plus, biar skill anak-anak lulusan makin mateng, baik hard skill maupun soft skill.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto hari Jumat (27/2) bilang, program ini disiapin buat ningkatin kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, sampai etos kerja. Nggak cuma buat yang mau kerja, tapi juga yang pengen wirausaha. Intinya, peserta bakal dapet skill baru dan upgrade skill lama.
Konsepnya pake sistem link and match, alias kurikulumnya disesuain sama kebutuhan industri dan dunia usaha. Jadi harapannya, lulusan nggak cuma punya ijazah, tapi juga kompetensi yang relevan dan siap tempur di pasar kerja.
Buat yang mau daftar, syaratnya: lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat, umur minimal 17 tahun, punya akun SiapKerja, dan lulus dalam tiga tahun terakhir. Daftarnya lewat portal resmi: skillhub.kemnaker.go.id.
Program ini nggak main-main, gan. Ada lebih dari 820 kelas pelatihan dengan 31 kejuruan. Mulai dari Teknologi Informasi dan Komunikasi, Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, Tata Busana, Garmen dan Apparel, Otomotif, Housekeeping, Teknik Kelistrikan, Smart Farming, Konstruksi, Barista, Budidaya Perikanan, Penata Rambut dan Rias Wajah, Memasak, Menjahit Pakaian, Pemeliharaan Kendaraan, Pemandu Wisata, Pemasaran Digital, Keamanan Siber, Instalasi Panel Surya, Pengelasan (Welding), CNC, Otomasi Industri, Kendaraan Listrik, sampai pelatihan prioritas Presiden kayak Koperasi Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelatihannya bisa offline, online, atau hybrid. Nggak cuma dikelola Kemnaker doang, tapi juga melibatkan balai pelatihan pemerintah pusat, daerah, sampai swasta. Tujuannya biar programnya nggak tumpang tindih, lebih efisien, dan jalan terus secara berkelanjutan.
Benefitnya juga lumayan. Peserta dapet bantuan transport Rp20 ribu per hari sesuai lama pelatihan, iuran JKK dan JKM, Sertifikat Pelatihan, plus Sertifikat Kompetensi BNSP. Buat yang dari luar kota, di pelatihan tertentu juga bisa dapet fasilitas asrama.
Sebagai gambaran, menurut data Kemendikdasmen, lulusan SMA/SMK tahun ajaran 2024/2025 ada 3,28 juta orang. Data BPS bilang lulusan SMA nyumbang 31,05 juta pekerja (20,99%) dari total sekitar 148 juta pekerja nasional. Lulusan SMK nyumbang 20,80 juta pekerja (14%). Kalau digabung, totalnya sekitar 35% tenaga kerja Indonesia itu lulusan SMA/SMK.
Sumber
0
148
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan