- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Dancer Seksi di Jombang Bangunin Sahur Warga dengan Joget Pakai Sound Horeg
TS
kissmybutt007
Dancer Seksi di Jombang Bangunin Sahur Warga dengan Joget Pakai Sound Horeg
Dancer Seksi di Jombang Bangunin Sahur Warga dengan Joget Pakai Sound Horeg
9–11 minutes
Oleh : Reporter : Rohmadi Editor : Mumu Mujahidin
Kegiatan Sahur On The Road (SOTR) di wilayah utara Kabupaten Jombang pada Minggu (22/2/2026) mendadak viral di media social hingga menuai polemik, pasalnya...
Jombang, tvOnenews.com - Kegiatan Sahur On The Road(SOTR) di wilayah utara Kabupaten Jombang pada Minggu (22/2/2026) mendadak viral di media social hingga menuai polemik.
Betapa tiak SOTR diiringi sound system berdaya besar "Sound Horeg" hingga aksi joget dancer seksi yang dinilai tidak selaras dengan suasana Ramadhan.
Video konvoi tersebut ramai beredar di TikTok dan media sosial lainnya hingga memancing beragam reaksi warganet.
Dalam rekaman terlihat ratusan hingga ribuan peserta mengendarai sepeda motor secara beriringan sejak dini hari, melintasi jalan penghubung Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, menuju Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh.
Sorotan publik menguat ketika dalam salah satu video tampak seorang penari berpakaian ketat berjoget di depan sound system milik Aprelia Production.
Penari tersebut terlihat menerima saweran dari sejumlah penonton di tengah iring-iringan konvoi.
Kegiatan yang semula identik dengan tradisi membangunkan warga untuk sahur itu berubah menjadi hiburan jalanan dengan dentuman sound horeg.
Iring-iringan bahkan melintas hingga area persawahan dan menciptakan keramaian menjelang waktu imsak.
Kapolsek Ploso, Kompol Achmad Chairuddin, menegaskan bahwa kegiatan SOTR tersebut tidak mengantongi izin dari kepolisian maupun pemerintah desa.
“Kegiatan itu tidak ada izin. Kami tidak pernah memberikan persetujuan, begitu pula pemerintah desa. Kepala desa mengetahui setelah ada laporan masyarakat,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, informasi baru diterima aparat setelah video konvoi viral dan warga menyampaikan keluhan karena merasa terganggu oleh suara sound system berdaya besar.
Polisi Perkuat Patroli Ramadhan
Chairuddin mengungkapkan, kejadian serupa juga pernah terjadi pada awal Ramadhan tahun lalu.
Saat itu, kepolisian melakukan langkah pencegahan agar kegiatan tidak berkembang dan menimbulkan gangguan ketertiban umum.
Untuk mengantisipasi terulangnya peristiwa serupa, Polsek Ploso akan meningkatkan patroli selama Ramadan 2026.
Pengamanan akan dilakukan bersama Polsek Kabuh serta melibatkan unsur pemerintah desa setempat.
Langkah tersebut selaras dengan arahan Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, yang mengimbau masyarakat agar tidak menggelar kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban selama bulan suci.
“Kami akan perkuat patroli gabungan. Silakan masyarakat beraktivitas setelah sahur, tetapi tidak perlu menggunakan sound system berdaya besar yang bisa mengganggu warga lain,” tegasnya.
Selain penggunaan sound horeg, polisi juga menyoroti adanya aksi joget di ruang publik yang dinilai kurang pantas dipertontonkan saat Ramadhan. Meski disebut berlangsung spontan, aparat tetap menilai kegiatan tersebut tidak etis.
Sekretaris Desa Jatibanjar, Hengki, membenarkan adanya kegiatan tersebut, namun menegaskan bahwa acara itu bukan agenda resmi pemerintah desa.
“Kalau sampai ada jogetan seperti itu tentu tidak pantas, apalagi di bulan Ramadhan,” ujarnya. (roi/muu)
https://www.tvonenews.com/berita/nas...ai-sound-horeg
urusan internal bukan urusan gua, cuma gua mau nanya, itu apanya yg mau dibangunkan?
9–11 minutes
Oleh : Reporter : Rohmadi Editor : Mumu Mujahidin
Kegiatan Sahur On The Road (SOTR) di wilayah utara Kabupaten Jombang pada Minggu (22/2/2026) mendadak viral di media social hingga menuai polemik, pasalnya...
Jombang, tvOnenews.com - Kegiatan Sahur On The Road(SOTR) di wilayah utara Kabupaten Jombang pada Minggu (22/2/2026) mendadak viral di media social hingga menuai polemik.
Betapa tiak SOTR diiringi sound system berdaya besar "Sound Horeg" hingga aksi joget dancer seksi yang dinilai tidak selaras dengan suasana Ramadhan.
Video konvoi tersebut ramai beredar di TikTok dan media sosial lainnya hingga memancing beragam reaksi warganet.
Dalam rekaman terlihat ratusan hingga ribuan peserta mengendarai sepeda motor secara beriringan sejak dini hari, melintasi jalan penghubung Desa Jatibanjar, Kecamatan Ploso, menuju Desa Sumbergondang, Kecamatan Kabuh.
Sorotan publik menguat ketika dalam salah satu video tampak seorang penari berpakaian ketat berjoget di depan sound system milik Aprelia Production.
Penari tersebut terlihat menerima saweran dari sejumlah penonton di tengah iring-iringan konvoi.
Kegiatan yang semula identik dengan tradisi membangunkan warga untuk sahur itu berubah menjadi hiburan jalanan dengan dentuman sound horeg.
Iring-iringan bahkan melintas hingga area persawahan dan menciptakan keramaian menjelang waktu imsak.
Kapolsek Ploso, Kompol Achmad Chairuddin, menegaskan bahwa kegiatan SOTR tersebut tidak mengantongi izin dari kepolisian maupun pemerintah desa.
“Kegiatan itu tidak ada izin. Kami tidak pernah memberikan persetujuan, begitu pula pemerintah desa. Kepala desa mengetahui setelah ada laporan masyarakat,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, informasi baru diterima aparat setelah video konvoi viral dan warga menyampaikan keluhan karena merasa terganggu oleh suara sound system berdaya besar.
Polisi Perkuat Patroli Ramadhan
Chairuddin mengungkapkan, kejadian serupa juga pernah terjadi pada awal Ramadhan tahun lalu.
Saat itu, kepolisian melakukan langkah pencegahan agar kegiatan tidak berkembang dan menimbulkan gangguan ketertiban umum.
Untuk mengantisipasi terulangnya peristiwa serupa, Polsek Ploso akan meningkatkan patroli selama Ramadan 2026.
Pengamanan akan dilakukan bersama Polsek Kabuh serta melibatkan unsur pemerintah desa setempat.
Langkah tersebut selaras dengan arahan Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, yang mengimbau masyarakat agar tidak menggelar kegiatan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban selama bulan suci.
“Kami akan perkuat patroli gabungan. Silakan masyarakat beraktivitas setelah sahur, tetapi tidak perlu menggunakan sound system berdaya besar yang bisa mengganggu warga lain,” tegasnya.
Selain penggunaan sound horeg, polisi juga menyoroti adanya aksi joget di ruang publik yang dinilai kurang pantas dipertontonkan saat Ramadhan. Meski disebut berlangsung spontan, aparat tetap menilai kegiatan tersebut tidak etis.
Sekretaris Desa Jatibanjar, Hengki, membenarkan adanya kegiatan tersebut, namun menegaskan bahwa acara itu bukan agenda resmi pemerintah desa.
“Kalau sampai ada jogetan seperti itu tentu tidak pantas, apalagi di bulan Ramadhan,” ujarnya. (roi/muu)
https://www.tvonenews.com/berita/nas...ai-sound-horeg
urusan internal bukan urusan gua, cuma gua mau nanya, itu apanya yg mau dibangunkan?
aldonistic memberi reputasi
1
1.2K
22
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan