- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
IHSG Turun 1% Lebih Saat Bursa Asia Cenderung Menguat
TS
jaguarxj220
IHSG Turun 1% Lebih Saat Bursa Asia Cenderung Menguat
Bloomberg Technoz, Jakarta - Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kian dalam pada perdagangan siang hari ini, saat Bursa Asia lainnya melaju variatif (mixed) dengan kecenderungan menguat.
Pada Selasa (24/2/2026) per pukul 14.25 WIB, IHSG terpeleset hingga menyentuh level terendah di 8.290, usai melemah 1,26% dari posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Total transaksi hingga siang hari ini mencapai Rp18,17 triliun yang amat didominasi manuver jual, dari sejumlah 40,08 miliar saham yang ditransaksikan sepanjang perdagangan. Dengan frekuensi yang terjadi 2,54 juta kali diperjualbelikan.
Sebanyak 535 saham mengalami pelemahan, dan ada 163 saham menguat. Sedang 121 saham lainnya tidak bergerak alias stagnan.
Saham–saham yang melemah dan menjadi top losers antara lain saham PT Indospring Tbk (INDS) yang jatuh 14,9%, saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) drop 14,3%, dan saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) ambles 12,3%.
Bursa Saham Asia lainnya berhasil menguat, Weighted Index (Taiwan), KOSPI (Korea Selatan), Shenzhen Comp. (China), KOSDAQ (Korea Selatan), CSI 300 (China), PSEI (Filipina), NIKKEI 225 (Jepang), Shanghai Composite (China), TOPIX (Jepang), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), dan SETI (Thailand).
Di sisi berseberangan, Hang Seng (Hong Kong), SENSEX (India), Straits Times (Singapura) dan KLCI (Malaysia), yang melemah dan drop pada perdagangan siang hari ini.
Sentimen variatifnya Bursa Saham Asia dipengaruhi oleh teka–teki tarif dagang AS. Setelah Mahkamah Agung (MA) membatalkan tarif "timbal balik" Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu, Gedung Putih mengumumkan rencana untuk menggantinya dengan tarif baru sebesar 15% secara menyeluruh untuk impor AS.
Menanggapi parahnya ketidakpastian ini, Uni Eropa membekukan proses ratifikasi kesepakatan dagangnya dengan AS.
Beragamnya pasar saham juga tersengat sentimen kehati-hatian terhadap Deputi Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang sebelumnya menyatakan keputusan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) pada bulan Maret akan sangat bergantung pada data tenaga kerja.
“Mengingat berbagai risiko ekonomi dan ketidakpastian yang terkait dengan drama tarif ini, kami memperkirakan The Fed akan memperkuat pendekatan wait and see,” tegas Ian Lyngen dari BMO Capital Markets, mengutip Bloomberg News.
Adapun lebih detail, menyitir Panin Sekuritas, penguatan Bursa Saham Korea terdorong adanya rilis data Indeks Harga Produsen Korea pada Januari 2026 yang berhasil mencatat kenaikan 0,6% MoM (dari sebelumnya: +0,4% MoM).
“Selain itu, rilis data Indeks Kepercayaan Konsumen Korea Selatan pada Februari 2026 meningkat di level 112,1 (dari sebelumnya: 110,8),” papar Panin dalam risetnya.
Implikasinya, pandangan konsumen terhadap kondisi ekonomi dalam negeri Korea Selatan saat ini membaik menjadi 95% dan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan meningkat di level 102.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...erung-menguat/
Kayaknya di kalangan investor asing, Bursa Saham Indonesia udah dianggap kayak lawakan ya...
Atau arena judi berkedok saham..
Oiya Presidennya aja mengakui, kalau saham Indo itu Judi..
Pada Selasa (24/2/2026) per pukul 14.25 WIB, IHSG terpeleset hingga menyentuh level terendah di 8.290, usai melemah 1,26% dari posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Total transaksi hingga siang hari ini mencapai Rp18,17 triliun yang amat didominasi manuver jual, dari sejumlah 40,08 miliar saham yang ditransaksikan sepanjang perdagangan. Dengan frekuensi yang terjadi 2,54 juta kali diperjualbelikan.
Sebanyak 535 saham mengalami pelemahan, dan ada 163 saham menguat. Sedang 121 saham lainnya tidak bergerak alias stagnan.
Saham–saham yang melemah dan menjadi top losers antara lain saham PT Indospring Tbk (INDS) yang jatuh 14,9%, saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) drop 14,3%, dan saham PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) ambles 12,3%.
Bursa Saham Asia lainnya berhasil menguat, Weighted Index (Taiwan), KOSPI (Korea Selatan), Shenzhen Comp. (China), KOSDAQ (Korea Selatan), CSI 300 (China), PSEI (Filipina), NIKKEI 225 (Jepang), Shanghai Composite (China), TOPIX (Jepang), Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), dan SETI (Thailand).
Di sisi berseberangan, Hang Seng (Hong Kong), SENSEX (India), Straits Times (Singapura) dan KLCI (Malaysia), yang melemah dan drop pada perdagangan siang hari ini.
Sentimen variatifnya Bursa Saham Asia dipengaruhi oleh teka–teki tarif dagang AS. Setelah Mahkamah Agung (MA) membatalkan tarif "timbal balik" Presiden AS Donald Trump pada Jumat lalu, Gedung Putih mengumumkan rencana untuk menggantinya dengan tarif baru sebesar 15% secara menyeluruh untuk impor AS.
Menanggapi parahnya ketidakpastian ini, Uni Eropa membekukan proses ratifikasi kesepakatan dagangnya dengan AS.
Beragamnya pasar saham juga tersengat sentimen kehati-hatian terhadap Deputi Gubernur Federal Reserve Christopher Waller yang sebelumnya menyatakan keputusan suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) pada bulan Maret akan sangat bergantung pada data tenaga kerja.
“Mengingat berbagai risiko ekonomi dan ketidakpastian yang terkait dengan drama tarif ini, kami memperkirakan The Fed akan memperkuat pendekatan wait and see,” tegas Ian Lyngen dari BMO Capital Markets, mengutip Bloomberg News.
Adapun lebih detail, menyitir Panin Sekuritas, penguatan Bursa Saham Korea terdorong adanya rilis data Indeks Harga Produsen Korea pada Januari 2026 yang berhasil mencatat kenaikan 0,6% MoM (dari sebelumnya: +0,4% MoM).
“Selain itu, rilis data Indeks Kepercayaan Konsumen Korea Selatan pada Februari 2026 meningkat di level 112,1 (dari sebelumnya: 110,8),” papar Panin dalam risetnya.
Implikasinya, pandangan konsumen terhadap kondisi ekonomi dalam negeri Korea Selatan saat ini membaik menjadi 95% dan ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan meningkat di level 102.
https://www.bloombergtechnoz.com/det...erung-menguat/
Kayaknya di kalangan investor asing, Bursa Saham Indonesia udah dianggap kayak lawakan ya...
Atau arena judi berkedok saham..
Oiya Presidennya aja mengakui, kalau saham Indo itu Judi..
0
679
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan