- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
KKB Serang Pos Nabire, Dua Orang Tewas Dibakar, 100 Pendulang Emas Dievakuasi
TS
mabdulkarim
KKB Serang Pos Nabire, Dua Orang Tewas Dibakar, 100 Pendulang Emas Dievakuasi
KKB Serang Pos PT Kristalin Nabire, Dua Orang Tewas Dibakar, 100 Pendulang Emas Dievakuasi

Sabtu, 21 Februari 2026 – 20:08 WIB
KKB Serang Pos PT Kristalin Nabire, Dua Orang Tewas Dibakar, 100 Pendulang Emas Dievakuasi - JPNN.COM
Tim gabungan turun ke TKP Pos PT Kristalin Nabire yang diserang KKB hingga menyebabkan dua orang meninggal. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
JPNN.com Facebook JPNN.com Twitter JPNN.com Line JPNN.com Telegram JPNN.com Linkedin JPNN.com WhatsApp
jpnn.com, JAYAPURA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT.Kristalin di Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2). Insiden ini mengakibatkan dua orang meninggal dengan kondisi mengenaskan.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengungkap bahwa kedua orang korban tewas setelah dibakar oleh pelaku. Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan autopsi untuk mengidentifikasi identitas korban.
"Kami belum bisa memastikan apakah korban itu warga sipil atau aparat keamanan karena kondisi jenazah yang sudah tidak utuh," ujar Kapolres, Sabtu.
Insiden penyerangan itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WIT dan tim dari Nabire langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) yang ditempuh sekitar satu jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat.
Setibanya di TKP, kata Samuel, anggota tim tersebut langsung mengamankan warga dan mengevakuasi kedua jenazah ke Nabire untuk dilakukan otopsi guna memastikan identitas korban.
Ketika ditanya apakah ada senjata api yang hilang, Kapolres Nabire mengaku belum bisa memastikan karena masih diselidiki.
"Yang pasti sekitar 100 orang pendulang emas di kawasan Legari, Nabire, telah dievakuasi ke Legari untuk mengamankan diri," kata Samuel Tatiratu.(antara/jpnn)
https://m.jpnn.com/news/kkb-serang-p...mas-dievakuasi
serangan KKB membakar orang hidup-hidup..
TNI Menunggu Hasil Identifikasi Korban Penyerangan Pos Keamanan di Nabire

Sabtu, 21 Feb 2026 23:04 WIT
Tampilkan Caption
Play
Baca Berita
MIMIKA, Seputarpapua.com | Kodam XVII/Cenderawasih hingga kini belum bisa memastikan terkait informasi adanya prajurit TNI yang meninggal dunia akibat dibakar dalam peristiwa penyerangan dan pembakaran pos keamanan di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026).
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil identifikasi terhadap dua jenazah korban dari lokasi kejadian, Pos Pengamanan Kamtibmas, di Kampung Biha, Distrik Makimi, yang diserang dan dibakar oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang juga disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
“Sampai dengan malam ini, kami masih menunggu hasil identifikasi dari pihak RSUD,” kata Kapendam Letkol Tri Purwanto saya dikonfirmasi, Sabtu malam.
Kapendam menerangkan, Pos Pengamanan Kamtibmas di Kampung Biha diserang dan dibakar OPM pada Sabtu sore, yang mana kejadian penyerangan berlangsung sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIT.
“Penyerangan dan pembakaran Pos Kamtibmas di Kampung Biha, Distrik Distrik Makimi yang menyebabkan 2 orang meninggal dunia,” katanya.
Aparat hukum dalam hal ini Kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan memastikan bahwa situasi keamanan di daerah tersebut dalam keadaan kondusif dan aman.
Bahkan sampai saat ini masih dilakukan mengumpulkan beberapa keterangan dari para saksi dan menunggu hasil identifikasi korban.
“Mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi kejadian ini. Warga diminta tidak terprovokasi isu yang belum jelas,” imbau Kapendam.
Sementara Kasat Reskrim Polres Nabire, Iptu Bogi Trastanto, mengatakan pihaknya hingga kini belum melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Untuk olah TKP belum,” katanya singkat saat dikonfirmasi Sabtu malam.
Diberitakan sebelumnya, Polres Nabire dibantu Polda Papua Tengah dan Satuan Brimob belum memastikan identitas korban yang dibakar oleh orang tak dikenal (OTK) dalam peristiwa penyerangan pos keamanan di area tambang PT Kristalin Eka Lestari.
Kasat Reskrim Polres Nabire, Iptu Bogi Trastanto yang dikonfirmasi dari Mimika mengatakan, pihaknya belum mengetahui siapa yang dibakar dalam insiden tersebut.
“Sementara kami belum tahu yang dibakar ini siapa, masyarakat atau siapa. Nanti untuk informasi lanjut kami tunggu hasil autopsi ya,” kata Iptu Bogi Trastanto yang dikonfirmasi Sabtu malam.
Aksi penyerangan terjadi di area tambang milik PT Kristalin Eka Lestari di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, terdapat dua pos keamanan perusahaan dilaporkan dibakar sekelompok OTK. Tak hanya itu, dua orang dilaporkan ditemukan dalam kondisi terbakar, meninggal dunia.
Kejadian ini viral di sejumlah grup WhatsApp, lantaran dokumentasi video singkat dan foto kejadian itu tersebar luas.
https://seputarpapua.com/view/tni-me...di-nabire.html
Kapolres Nabire : Dua Korban Tewas Dievakuasi, Situasi di Kampung Biha Terkendali

Oleh Philyons Kristoferus Liliefna 21 Feb, 2026 5 menit baca
0 suka
WhatsApp
Kapolres Nabire : Dua Korban Tewas Dievakuasi, Situasi di Kampung Biha Terkendali
MataPapua, Kabupaten Nabire – Kapolres Nabire, AKBP. Samuel. D. Tatiratu, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden penyerangan di Kampung Biha, Distrik Makimi, Sabtu (21/2/2026).
“Untuk jenazah ada dua yang sudah kita evakuasi tadi, sementara sudah menuju ke rumah sakit,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi.
Ia juga memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian perkara (TKP) saat ini telah dalam kondisi terkendali.

Aparat gabungan dari Polsek Makimi bersama personel Satgas Operasi Damai Cartenz bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban serta melakukan penyisiran guna mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan lanjutan.
“Sementara ini kita minta bantuan rekan-rekan untuk mengevakuasi masyarakat turun dari TKP, dari dalam sampai di pinggir kali besar. Untuk situasi memang sudah terkendali,” jelasnya.
Meski demikian, pihak Kepolisian setempat masih melakukan pendalaman terkait identitas korban, kronologi lengkap kejadian, termasuk motif serta jumlah pelaku yang terlibat dalam insiden penyerangan tersebut.
Kapolres juga mengakui adanya kendala komunikasi di lapangan akibat keterbatasan jaringan, yang sempat menghambat koordinasi.

Hingga kini, aparat keamanan masih bersiaga di sekitar Distrik Makimi untuk memastikan situasi tetap kondusif.
https://matapapua.com/kapolres-nabir...iha-terkendali

Sabtu, 21 Februari 2026 – 20:08 WIB
KKB Serang Pos PT Kristalin Nabire, Dua Orang Tewas Dibakar, 100 Pendulang Emas Dievakuasi - JPNN.COM
Tim gabungan turun ke TKP Pos PT Kristalin Nabire yang diserang KKB hingga menyebabkan dua orang meninggal. ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
JPNN.com Facebook JPNN.com Twitter JPNN.com Line JPNN.com Telegram JPNN.com Linkedin JPNN.com WhatsApp
jpnn.com, JAYAPURA - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT.Kristalin di Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2). Insiden ini mengakibatkan dua orang meninggal dengan kondisi mengenaskan.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu mengungkap bahwa kedua orang korban tewas setelah dibakar oleh pelaku. Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan autopsi untuk mengidentifikasi identitas korban.
"Kami belum bisa memastikan apakah korban itu warga sipil atau aparat keamanan karena kondisi jenazah yang sudah tidak utuh," ujar Kapolres, Sabtu.
Insiden penyerangan itu dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WIT dan tim dari Nabire langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) yang ditempuh sekitar satu jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat.
Setibanya di TKP, kata Samuel, anggota tim tersebut langsung mengamankan warga dan mengevakuasi kedua jenazah ke Nabire untuk dilakukan otopsi guna memastikan identitas korban.
Ketika ditanya apakah ada senjata api yang hilang, Kapolres Nabire mengaku belum bisa memastikan karena masih diselidiki.
"Yang pasti sekitar 100 orang pendulang emas di kawasan Legari, Nabire, telah dievakuasi ke Legari untuk mengamankan diri," kata Samuel Tatiratu.(antara/jpnn)
https://m.jpnn.com/news/kkb-serang-p...mas-dievakuasi
serangan KKB membakar orang hidup-hidup..
TNI Menunggu Hasil Identifikasi Korban Penyerangan Pos Keamanan di Nabire

Sabtu, 21 Feb 2026 23:04 WIT
Tampilkan Caption
Play
Baca Berita
MIMIKA, Seputarpapua.com | Kodam XVII/Cenderawasih hingga kini belum bisa memastikan terkait informasi adanya prajurit TNI yang meninggal dunia akibat dibakar dalam peristiwa penyerangan dan pembakaran pos keamanan di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2/2026).
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil identifikasi terhadap dua jenazah korban dari lokasi kejadian, Pos Pengamanan Kamtibmas, di Kampung Biha, Distrik Makimi, yang diserang dan dibakar oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang juga disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
“Sampai dengan malam ini, kami masih menunggu hasil identifikasi dari pihak RSUD,” kata Kapendam Letkol Tri Purwanto saya dikonfirmasi, Sabtu malam.
Kapendam menerangkan, Pos Pengamanan Kamtibmas di Kampung Biha diserang dan dibakar OPM pada Sabtu sore, yang mana kejadian penyerangan berlangsung sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIT.
“Penyerangan dan pembakaran Pos Kamtibmas di Kampung Biha, Distrik Distrik Makimi yang menyebabkan 2 orang meninggal dunia,” katanya.
Aparat hukum dalam hal ini Kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan memastikan bahwa situasi keamanan di daerah tersebut dalam keadaan kondusif dan aman.
Bahkan sampai saat ini masih dilakukan mengumpulkan beberapa keterangan dari para saksi dan menunggu hasil identifikasi korban.
“Mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi kejadian ini. Warga diminta tidak terprovokasi isu yang belum jelas,” imbau Kapendam.
Sementara Kasat Reskrim Polres Nabire, Iptu Bogi Trastanto, mengatakan pihaknya hingga kini belum melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Untuk olah TKP belum,” katanya singkat saat dikonfirmasi Sabtu malam.
Diberitakan sebelumnya, Polres Nabire dibantu Polda Papua Tengah dan Satuan Brimob belum memastikan identitas korban yang dibakar oleh orang tak dikenal (OTK) dalam peristiwa penyerangan pos keamanan di area tambang PT Kristalin Eka Lestari.
Kasat Reskrim Polres Nabire, Iptu Bogi Trastanto yang dikonfirmasi dari Mimika mengatakan, pihaknya belum mengetahui siapa yang dibakar dalam insiden tersebut.
“Sementara kami belum tahu yang dibakar ini siapa, masyarakat atau siapa. Nanti untuk informasi lanjut kami tunggu hasil autopsi ya,” kata Iptu Bogi Trastanto yang dikonfirmasi Sabtu malam.
Aksi penyerangan terjadi di area tambang milik PT Kristalin Eka Lestari di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, terdapat dua pos keamanan perusahaan dilaporkan dibakar sekelompok OTK. Tak hanya itu, dua orang dilaporkan ditemukan dalam kondisi terbakar, meninggal dunia.
Kejadian ini viral di sejumlah grup WhatsApp, lantaran dokumentasi video singkat dan foto kejadian itu tersebar luas.
https://seputarpapua.com/view/tni-me...di-nabire.html
Kapolres Nabire : Dua Korban Tewas Dievakuasi, Situasi di Kampung Biha Terkendali

Oleh Philyons Kristoferus Liliefna 21 Feb, 2026 5 menit baca
0 suka
Kapolres Nabire : Dua Korban Tewas Dievakuasi, Situasi di Kampung Biha Terkendali
MataPapua, Kabupaten Nabire – Kapolres Nabire, AKBP. Samuel. D. Tatiratu, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden penyerangan di Kampung Biha, Distrik Makimi, Sabtu (21/2/2026).
“Untuk jenazah ada dua yang sudah kita evakuasi tadi, sementara sudah menuju ke rumah sakit,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi.
Ia juga memastikan bahwa situasi di lokasi kejadian perkara (TKP) saat ini telah dalam kondisi terkendali.

Aparat gabungan dari Polsek Makimi bersama personel Satgas Operasi Damai Cartenz bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban serta melakukan penyisiran guna mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan lanjutan.
“Sementara ini kita minta bantuan rekan-rekan untuk mengevakuasi masyarakat turun dari TKP, dari dalam sampai di pinggir kali besar. Untuk situasi memang sudah terkendali,” jelasnya.
Meski demikian, pihak Kepolisian setempat masih melakukan pendalaman terkait identitas korban, kronologi lengkap kejadian, termasuk motif serta jumlah pelaku yang terlibat dalam insiden penyerangan tersebut.
Kapolres juga mengakui adanya kendala komunikasi di lapangan akibat keterbatasan jaringan, yang sempat menghambat koordinasi.

Hingga kini, aparat keamanan masih bersiaga di sekitar Distrik Makimi untuk memastikan situasi tetap kondusif.
https://matapapua.com/kapolres-nabir...iha-terkendali
Diubah oleh mabdulkarim 21-02-2026 21:50
0
876
16
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan