- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita Luar Negeri
Merayakan Imlek Bersama Robot Humanoid
TS
kissmybutt007
Merayakan Imlek Bersama Robot Humanoid
Merayakan Imlek Bersama Robot Humanoid
Luki Aulia
8–10 minutes
Setahun yang lalu, sebanyak 16 robot humanoid ikut meramaikan pertunjukan Gala Festival Musim Semi China 2025. Mereka bergabung dengan para penari manusia dalam pertunjukan yang disiarkan stasiun televisi China Central Television itu. Namun, pada waktu itu robot humanoid buatan Unitree Robotics tersebut baru bisa melambaikan sapu tangan. Itu pun gerakannya masih kaku.
Tahun ini, robot-robot humanoid akan ikut tampil lagi, tetapi kemampuannya sudah lebih canggih. Bahkan, jumlahnya akan lebih banyak lagi karena selain Unitree Robotics akan ada tiga perusahaan rintisan robot humanoid lainnya, yakni Galbot, Noetix, dan MagicLab, yang ikut berpartisipasi. Kali ini, robot humanoid mereka akan menari dan menyanyi, dan akan disiarkan di CCTVpada Senin malam mendatang.
:quality(80):watermark(<a target=_blank href=https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/06/082fc60b-1266-4f7a-bdfe-a34a3faf0faa_jpeg.jpg rel=ugc onclick=dataLayer.push({'event': 'trackEvent','eventDetails.category': 'outbond', 'eventDetails.action': 'click', 'eventDetails.label': 'https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/06/082fc60b-1266-4f7a-bdfe-a34a3faf0faa_jpeg.jpg'});>https://cdn-content.kompas.id/umum/k...f0faa_jpeg.jpg</a>)
KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI
Sejumlah robot ”humanoid” memainkan alat musik pada gelaran China International Import Expo (CIIE) 2025 di Shanghai, China, pada Rabu (5/11/2025). CIIE 2025 adalah pameran yang fokus pada barang dan jasa impor. Gelaran ke delapan ini diikuti ribuan peserta dari 155 negara, seperti Swedia, Perancis, Thailand, Uni Emirat Arab, Gambia, Armenia, dan Yunani. Hal yang dipamerkan meliputi, antara lain, robot, kosmetik, kendaraan, barang elektronik, dan produk agrikultur.
Sebagai gambaran, pertunjukan ”Tahun Baru Imlek” itu nanti akan seperti apa, perusahaan rintisan robotika di Shanghai, AgiBot, sudah membuat pertunjukan gala robot humanoid pada Minggu (8/2/2026). AgiBot menyiarkan langsung acara hiburan itu selama 1 jam.
Sekitar 200 robot humanoid menari, melakukan gerakan akrobatik, seni bela diri, sulap, menyanyikan lagu-lagu balada, dan tampil dalam sketsa komedi. Di panggung penonton, bukan manusia, melainkan robot humanoid juga yang tugasnya melambaikan tangan. Acara itu disiarkan langsung di platform media sosial RedNote, Sina Weibo, Tiktok, dan Douyin, serta stasiun televisi HTTV dan iCiTi TV.
Harian China Daily, Rabu (11/2/2026), menyebutkan, berkat pertunjukan kolosal ini, AgiBot telah menerima tawaran kerja sama dari teater tari dan musik berskala besar, pusat pertunjukan, serta museum sains dan teknologi. Mereka mau membeli hak cipta semua acara gala malam itu untuk pertunjukan reguler.
”Ketika robot sudah mulai paham ’Tahun Baru Imlek’ dan mulai punya selera humor, interaksi manusia-komputer mungkin akan terjadi lebih cepat dari yang kita duga,” kata fotografer dan penulis dengan 4,8 juta pengikut di Weibo, Ma Hongyun.
:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/02/13/54fbe38e9b929dfcfd5db3ab08d1638f-China_Lunar_New_Year_135980876.jpg)
AP Photo/Vincent Thian
Sebuah keluarga Tionghoa berdiri di dekat patung lampion zodiak yang bercahaya menjelang Imlek di Beijing, China, pada Rabu (11/2/2026).
Lonjakan pertunjukan robot untuk perayaan lokal dan acara akhir tahun AgiBot sudah memunculkan pasar penyewaan yang menjanjikan. AgiBot sudah memasuki ruang ini dengan platform baru, Qingtian Rent, yang diluncurkan di 50 kota di China dengan armada sekitar 1.000 robot yang siap digunakan.
AgiBot mengatakan, robot humanoid yang mereka rancang ditujukan untuk mampu menangani berbagai aplikasi, termasuk di bidang pendidikan, hiburan, dan pabrik. Mereka berencana meluncurkan penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong. AgiBot sudah pernah mendemonstrasikan dua robotnya kepada Presiden China Xi Jinping, April 2025.
Sama seperti AgiBot, Unitree Robotics juga akan meluncurkan IPO dan sudah bertemu Xi. Sebagai bentuk promosi rabotnya, Unitree Robotics juga pernah mengikutsertakan enam robotnya, Unitree G1, dalam konser penyanyi pop Wang Leehom di Chengdu, Provinsi Sichuan. Mereka menampilkan tari jalanan yang sinkron, yang diakhiri dengan gerakan menentang gravitasi yang menakjubkan.
Perusahaan robotika China menjadi produsen robot humanoid terbesar di dunia pada tahun 2025. AgiBot mencapai volume pengiriman tahunan lebih dari 5.100 unit, tahun lalu. Mereka punya pangsa pasar robot humanoid global sebesar 39 persen dan menempati peringkat pertama di dunia untuk volume pengiriman dan pangsa pasar. Menyusul AgiBot, ada Unitree dan UBTech, yang berbasis di Shenzhen, Provinsi Guangdong.
Perkembangan robotika di China dinilai mengesankan. Bahkan, miliarder Amerika Serikat, yakni Elon Musk, pun mengakuinya. Musk menganggap satu-satunya ancaman kompetitif yang dihadapinya di bidang robotika adalah dari perusahaan-perusahaan China. Seperti China, Musk juga memanfaatkan aksi publisitas untuk mempromosikan Optimus, robot humanoid buatan Tesla. Optimus pernah dipamerkan menjadi bartender di sebuah acara pada 2024.
Sewa robot
Robot-robot humanoid buatan China berevolusi cepat. Lei Yonglin yang membuka jasa sewa robot ke perusahaan acara dan pertunjukan di Changsa, Provinsi Hunan, mengaku enam bulan, lalu ia membeli robot yang belum bisa berjalan. Namun, sekarang robot-robotnya bukan hanya mampu berjalan, robot-robot itu mampu berlari, bahkan berjoget. Mereka juga bisa mendemonstrasikan gerakan Jeet Kune Do-nya Bruce Lee.
Jasa sewa robot ini laris manis karena, kata Lei, waktu untuk mengajari robot jauh lebih cepat ketimbang mengajari manusia. Untuk bisa menguasai rutinitas koreografi tertentu, butuh warga berhari-hari melatih seorang penampil manusia. Sementara robot bisa mempelajarinya hanya dalam waktu 30 menit. Caranya cukup dengan memperbarui perangkat lunaknya.
Sejak buka usaha sewa jasa robot ini pada Februari 2025, Lei sudah punya 12 robot—enam robot humanoid dan enam robot anjing—yang diproduksi jenama robotika terkenal China seperti Unitree dan Engine AI. Bisnisnya berkembang cepat. Jadwal robot-robotnya sangat padat untuk pertunjukan komersial. Biaya penampilannya mulai dari 3.000 hingga 5.000 yuan atau berkisar Rp 7,3 juta hingga Rp 12,2 juta per pertunjukan.
Kalau tak mau sewa, tetapi mau beli robot humanoid juga bisa. Tahun lalu, di Beijing ada Robot Mall yang dibuka dan menjual berbagai macam barang. Mulai dari robot pelayan mekanik hingga replika Albert Einstein. Dijual juga suku cadang dan layanan perawatannya.
Robot-robot itu bisa dibawa pulang dengan harga mulai dari 2.000 yuan hingga beberapa juta yuan. Sebelum membeli, bisa coba-coba dulu bermain dengan anjing robot atau robot pelayan yang pintar main catur, seperti robot bernama Andrew dalam film fiksi ilmiah Bicentennial Man (1999).
Yao Qiyuan, salah satu pendiri EngineAI, produsen robot yang berbasis di Shenzhen, Provinsi Guangdong, menjelaskan bahwa menari adalah pertunjukan strategis. Meskipun seluk-beluk robotika mungkin sulit dipahami oleh orang awam, fleksibilitas gerakan robot memberikan bukti yang mudah dipahami tentang kemampuan mesin.
Yao menyamakan tarian robot dengan pemeriksaan kesehatan. ”Jika manusia dapat menari setiap hari, itu menunjukkan mereka dalam kondisi fisik yang baik. Sama halnya dengan robot,” ujarnya.
Kepala Strategi di Galbot Co yang berbasis di Beijing, Zhao Yuli, mengatakan, industri robot humanoid maju di dua bidang utama, yakni kontrol gerak (algoritma untuk stabilitas dan gerakan halus) dan otak otonom yang didukung oleh kecerdasan buatan. Tujuan utamanya adalah pikiran yang brilian yang dipadukan dengan tubuh yang fleksibel.
Yao menekankan perbedaan antara robot humanoid dan mesin tradisional. ”Robot pabrik tidak perlu terlihat seperti manusia. Dalam beberapa kasus, satu lengan saja sudah cukup untuk menyelesaikan pekerjaan. Mereka hanya bertugas melakukan pekerjaan. Namun, robot bentuk manusia memungkinkan mereka memasuki ruang pribadi kita dan membawa nilai emosional,” ujarnya. (REUTERS)
https://www.kompas.id/artikel/meraya...robot-humanoid
the future is here, those who can't adapt, will fade away with the past
Luki Aulia
8–10 minutes
Setahun yang lalu, sebanyak 16 robot humanoid ikut meramaikan pertunjukan Gala Festival Musim Semi China 2025. Mereka bergabung dengan para penari manusia dalam pertunjukan yang disiarkan stasiun televisi China Central Television itu. Namun, pada waktu itu robot humanoid buatan Unitree Robotics tersebut baru bisa melambaikan sapu tangan. Itu pun gerakannya masih kaku.
Tahun ini, robot-robot humanoid akan ikut tampil lagi, tetapi kemampuannya sudah lebih canggih. Bahkan, jumlahnya akan lebih banyak lagi karena selain Unitree Robotics akan ada tiga perusahaan rintisan robot humanoid lainnya, yakni Galbot, Noetix, dan MagicLab, yang ikut berpartisipasi. Kali ini, robot humanoid mereka akan menari dan menyanyi, dan akan disiarkan di CCTVpada Senin malam mendatang.
:quality(80):watermark(<a target=_blank href=https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/06/082fc60b-1266-4f7a-bdfe-a34a3faf0faa_jpeg.jpg rel=ugc onclick=dataLayer.push({'event': 'trackEvent','eventDetails.category': 'outbond', 'eventDetails.action': 'click', 'eventDetails.label': 'https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/06/082fc60b-1266-4f7a-bdfe-a34a3faf0faa_jpeg.jpg'});>https://cdn-content.kompas.id/umum/k...f0faa_jpeg.jpg</a>)
KOMPAS/SEKAR GANDHAWANGI
Sejumlah robot ”humanoid” memainkan alat musik pada gelaran China International Import Expo (CIIE) 2025 di Shanghai, China, pada Rabu (5/11/2025). CIIE 2025 adalah pameran yang fokus pada barang dan jasa impor. Gelaran ke delapan ini diikuti ribuan peserta dari 155 negara, seperti Swedia, Perancis, Thailand, Uni Emirat Arab, Gambia, Armenia, dan Yunani. Hal yang dipamerkan meliputi, antara lain, robot, kosmetik, kendaraan, barang elektronik, dan produk agrikultur.
Sebagai gambaran, pertunjukan ”Tahun Baru Imlek” itu nanti akan seperti apa, perusahaan rintisan robotika di Shanghai, AgiBot, sudah membuat pertunjukan gala robot humanoid pada Minggu (8/2/2026). AgiBot menyiarkan langsung acara hiburan itu selama 1 jam.
Sekitar 200 robot humanoid menari, melakukan gerakan akrobatik, seni bela diri, sulap, menyanyikan lagu-lagu balada, dan tampil dalam sketsa komedi. Di panggung penonton, bukan manusia, melainkan robot humanoid juga yang tugasnya melambaikan tangan. Acara itu disiarkan langsung di platform media sosial RedNote, Sina Weibo, Tiktok, dan Douyin, serta stasiun televisi HTTV dan iCiTi TV.
Harian China Daily, Rabu (11/2/2026), menyebutkan, berkat pertunjukan kolosal ini, AgiBot telah menerima tawaran kerja sama dari teater tari dan musik berskala besar, pusat pertunjukan, serta museum sains dan teknologi. Mereka mau membeli hak cipta semua acara gala malam itu untuk pertunjukan reguler.
”Ketika robot sudah mulai paham ’Tahun Baru Imlek’ dan mulai punya selera humor, interaksi manusia-komputer mungkin akan terjadi lebih cepat dari yang kita duga,” kata fotografer dan penulis dengan 4,8 juta pengikut di Weibo, Ma Hongyun.
:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/images/2026/02/13/54fbe38e9b929dfcfd5db3ab08d1638f-China_Lunar_New_Year_135980876.jpg)
AP Photo/Vincent Thian
Sebuah keluarga Tionghoa berdiri di dekat patung lampion zodiak yang bercahaya menjelang Imlek di Beijing, China, pada Rabu (11/2/2026).
Lonjakan pertunjukan robot untuk perayaan lokal dan acara akhir tahun AgiBot sudah memunculkan pasar penyewaan yang menjanjikan. AgiBot sudah memasuki ruang ini dengan platform baru, Qingtian Rent, yang diluncurkan di 50 kota di China dengan armada sekitar 1.000 robot yang siap digunakan.
AgiBot mengatakan, robot humanoid yang mereka rancang ditujukan untuk mampu menangani berbagai aplikasi, termasuk di bidang pendidikan, hiburan, dan pabrik. Mereka berencana meluncurkan penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong. AgiBot sudah pernah mendemonstrasikan dua robotnya kepada Presiden China Xi Jinping, April 2025.
Sama seperti AgiBot, Unitree Robotics juga akan meluncurkan IPO dan sudah bertemu Xi. Sebagai bentuk promosi rabotnya, Unitree Robotics juga pernah mengikutsertakan enam robotnya, Unitree G1, dalam konser penyanyi pop Wang Leehom di Chengdu, Provinsi Sichuan. Mereka menampilkan tari jalanan yang sinkron, yang diakhiri dengan gerakan menentang gravitasi yang menakjubkan.
Perusahaan robotika China menjadi produsen robot humanoid terbesar di dunia pada tahun 2025. AgiBot mencapai volume pengiriman tahunan lebih dari 5.100 unit, tahun lalu. Mereka punya pangsa pasar robot humanoid global sebesar 39 persen dan menempati peringkat pertama di dunia untuk volume pengiriman dan pangsa pasar. Menyusul AgiBot, ada Unitree dan UBTech, yang berbasis di Shenzhen, Provinsi Guangdong.
Perkembangan robotika di China dinilai mengesankan. Bahkan, miliarder Amerika Serikat, yakni Elon Musk, pun mengakuinya. Musk menganggap satu-satunya ancaman kompetitif yang dihadapinya di bidang robotika adalah dari perusahaan-perusahaan China. Seperti China, Musk juga memanfaatkan aksi publisitas untuk mempromosikan Optimus, robot humanoid buatan Tesla. Optimus pernah dipamerkan menjadi bartender di sebuah acara pada 2024.
Sewa robot
Robot-robot humanoid buatan China berevolusi cepat. Lei Yonglin yang membuka jasa sewa robot ke perusahaan acara dan pertunjukan di Changsa, Provinsi Hunan, mengaku enam bulan, lalu ia membeli robot yang belum bisa berjalan. Namun, sekarang robot-robotnya bukan hanya mampu berjalan, robot-robot itu mampu berlari, bahkan berjoget. Mereka juga bisa mendemonstrasikan gerakan Jeet Kune Do-nya Bruce Lee.
Jasa sewa robot ini laris manis karena, kata Lei, waktu untuk mengajari robot jauh lebih cepat ketimbang mengajari manusia. Untuk bisa menguasai rutinitas koreografi tertentu, butuh warga berhari-hari melatih seorang penampil manusia. Sementara robot bisa mempelajarinya hanya dalam waktu 30 menit. Caranya cukup dengan memperbarui perangkat lunaknya.
Sejak buka usaha sewa jasa robot ini pada Februari 2025, Lei sudah punya 12 robot—enam robot humanoid dan enam robot anjing—yang diproduksi jenama robotika terkenal China seperti Unitree dan Engine AI. Bisnisnya berkembang cepat. Jadwal robot-robotnya sangat padat untuk pertunjukan komersial. Biaya penampilannya mulai dari 3.000 hingga 5.000 yuan atau berkisar Rp 7,3 juta hingga Rp 12,2 juta per pertunjukan.
Kalau tak mau sewa, tetapi mau beli robot humanoid juga bisa. Tahun lalu, di Beijing ada Robot Mall yang dibuka dan menjual berbagai macam barang. Mulai dari robot pelayan mekanik hingga replika Albert Einstein. Dijual juga suku cadang dan layanan perawatannya.
Robot-robot itu bisa dibawa pulang dengan harga mulai dari 2.000 yuan hingga beberapa juta yuan. Sebelum membeli, bisa coba-coba dulu bermain dengan anjing robot atau robot pelayan yang pintar main catur, seperti robot bernama Andrew dalam film fiksi ilmiah Bicentennial Man (1999).
Yao Qiyuan, salah satu pendiri EngineAI, produsen robot yang berbasis di Shenzhen, Provinsi Guangdong, menjelaskan bahwa menari adalah pertunjukan strategis. Meskipun seluk-beluk robotika mungkin sulit dipahami oleh orang awam, fleksibilitas gerakan robot memberikan bukti yang mudah dipahami tentang kemampuan mesin.
Yao menyamakan tarian robot dengan pemeriksaan kesehatan. ”Jika manusia dapat menari setiap hari, itu menunjukkan mereka dalam kondisi fisik yang baik. Sama halnya dengan robot,” ujarnya.
Kepala Strategi di Galbot Co yang berbasis di Beijing, Zhao Yuli, mengatakan, industri robot humanoid maju di dua bidang utama, yakni kontrol gerak (algoritma untuk stabilitas dan gerakan halus) dan otak otonom yang didukung oleh kecerdasan buatan. Tujuan utamanya adalah pikiran yang brilian yang dipadukan dengan tubuh yang fleksibel.
Yao menekankan perbedaan antara robot humanoid dan mesin tradisional. ”Robot pabrik tidak perlu terlihat seperti manusia. Dalam beberapa kasus, satu lengan saja sudah cukup untuk menyelesaikan pekerjaan. Mereka hanya bertugas melakukan pekerjaan. Namun, robot bentuk manusia memungkinkan mereka memasuki ruang pribadi kita dan membawa nilai emosional,” ujarnya. (REUTERS)
https://www.kompas.id/artikel/meraya...robot-humanoid
the future is here, those who can't adapt, will fade away with the past
0
99
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan