- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Green Steel Jadi Senjata Baru? Strategi Airlangga Buat Lawan Aturan Global
TS
sansnomics
Green Steel Jadi Senjata Baru? Strategi Airlangga Buat Lawan Aturan Global

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ekon.go.id)
Gan, kabar dari dunia perbajaan nasionalnih. Kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, industri baja Indonesia sekarang makin kuat, walaupun kondisi global lagi gak santai. Bahkan sektor logam RI di 2025 tumbuh sampai 15,71%, lebih tinggi dari rata-rata manufaktur dan PDB nasional. Lumayan ngebut lah ya.
Gan, kabar dari dunia perbajaan nasionalnih. Kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, industri baja Indonesia sekarang makin kuat, walaupun kondisi global lagi gak santai. Bahkan sektor logam RI di 2025 tumbuh sampai 15,71%, lebih tinggi dari rata-rata manufaktur dan PDB nasional. Lumayan ngebut lah ya.
Kenapa bisa gitu? Salah satunya karena konsumsi baja dalam negeri naik. Dari 18,6 juta ton di 2024 jadi 19,3 juta ton di 2025. Ini kebantu banget sama proyek konstruksi, termasuk program 3 juta rumah, plus sektor manufaktur dan otomotif yang lagi jalan terus.
Belum lagi efek hilirisasi, gan. Ekspor baja ikut terdongkrak. Contohnya feronikel yang ekspornya tembus USD14,94 miliar (Jan–Nov 2025). Pasarnya juga makin luas, Australia jadi tujuan utama, disusul Singapura dan Inggris.
Dari sisi investasi juga gak kalah gacor. Investasi asing naik drastis, dari USD8,05 miliar (2021) jadi USD16,37 miliar (2025). Yang paling banyak masuk dari Hong Kong, Singapura, sama China.
Nah masuk 2026, tantangan baru muncul. Isu dekarbonisasi sama aturan CBAM dari global. Pemerintah dorong konsep Green Steel, pakai teknologi rendah karbon kayak Electric Arc Furnace (EAF) yang bisa nurunin emisi sampai 85%. Jadi baja RI tetap bisa saing di pasar global.
Soal proteksi industri juga digas. Pemerintah pasang bea anti dumping, pengetatan impor baja lewat aturan Lartas, plus wajib SNI buat jaga kualitas produk dalam negeri.
Terakhir, pemerintah juga dorong TKDN, lanjutkan insentif Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) biar biaya produksi tetap kompetitif, dan bangun klaster industri baja dari hulu sampai hilir.
Intinya sih gan, baja RI lagi dipoles serius. Targetnya bukan cuma kuat di dalam negeri, tapi juga bisa jadi pemain global. 🔥
Sumber
0
606
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan