Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Istana Kasih Sinyal APBN Dipakai untuk Biayai Utang Proyek Whoosh
Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah memastikan pembayaran kewajiban proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Iya, [pakai APBN]," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi singkat kepada awak media di Stasiun Gambir, Jakarta (10/2/2026). Meski demikian skema finalnya masih dalam tahap pembahasan, ungkap Prasetyo.

Prasetyo mengatakan hingga kini pemerintah belum merampungkan keputusan terkait pembayaran iuran kereta cepat tersebut. Sementara, pembahasan terakhir masih berlangsung dalam rapat bersama BPI Danantara.

"Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," jelasnya.

Sementara itu, pada kesempatan sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pembahasan terkait dengan skema pendanaan dan restrukturisasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh masih berjalan.

Purbaya menuturkan telah berunding dengan CEO Danantara Rosan Roeslani beberapa waktu lalu ihwal kemungkinan skema restrukturisasi dan pendanaan proyek tersebut. Di sisi lain, Purbaya masih menunggu kelanjutan pembahasan restrukturisasi utang Whoosh itu sebelum memutuskan ikut terbang ke China.

"Saya belum tahu di China ketemu siapa, China Development atau NDRC. Nanti kalau sudah clear ketemu siapa dan skemanya seperti apa, baru kita ke China," tuturnya.

Sebelumnya, tim negosiasi yang dibentuk pemerintah telah memulai proses pembicaraan dengan pihak China untuk menjajaki skema restrukturisasi Whoosh, dalam hal ini China Development Bank.

"Tim juga sudah mulai bicara ke sana. Itu juga melibatkan, di Whoosh itu juga ada kan pemegang saham dari China," kata Rosan kepada wartawan di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (2/12/2025).

Rosan mengatakan, pembicaraan tersebut meliputi usulan dan permintaan Indonesia mengenai sejumlah skema restrukturisasi utang Mega proyek era Presiden Joko Widodo tersebut.

Hal itu dilakukan guna memastikan keputusan restrukturisasi dilakukan disetujui secara menyeluruh dari berbagai pihak yang berkepentingan. "Jadi ini masih berjalan. Insyaallah juga cepat [selesai]," tutur dia.

Rosan menggarisbawahi konsorsium pengelola Whoosh bakal tetap menanggung biaya operasional. Hanya saja, Rosan enggan berkomentar lebih jauh soal skema pembayaran utang Whoosh setelah opsi APBN belakangan dibuka pemerintah.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...proyek-whoosh/


Plin-plan begini, gimana Credit Rating nggak diturunin sama Agency.

Mending Termul ikut urunan, dibeli ORI029 nya.
Masih sisa kuota 16 Trilyun tuh.

saya.palsuAvatar border
MemoryExpressAvatar border
MemoryExpress dan saya.palsu memberi reputasi
2
541
6
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan