- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Kronologi TNI AL Aniaya 6 Warga di Melongguane Sulut
TS
kissmybutt007
Kronologi TNI AL Aniaya 6 Warga di Melongguane Sulut
Kronologi TNI AL Aniaya 6 Warga di Melongguane Sulut
Candle Heiner Rogaga
~3 minutes
Manado, Beritasatu.com– Sejumlah anggota TNI Angkatan Laut (AL) menganiaya enam warga termasuk seorang guru di sekitar Pelabuhan Melongguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis (22/1/2026) malam. Para korban mengalami luka-luka akibat dianiaya.
"Masyarakat sudah melapor ke Polres dengan jumlah pelaku yang dilaporkan sebanyak enam orang," kata Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Arie Sulistyo Nugroho terkait peristiwa penganiayaan tersebut, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan awalnya korban hanya satu orang. Namun, selang beberapa waktu, lima warga lain yang datang untuk menanyakan kejadian tersebut justru ikut dianiaya oleh sejumlah anggota Lanal Melongguane.
"Lima orang yang menanyakan kejadian ikut juga menjadi korban, sehingga total korban berjumlah enam orang," katanya.
Kronologi kejadian bermula saat korban sedang memancing di pelabuhan, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak dalam keadaan diduga mabuk. Saat didekati, korban menyadari mereka merupakan anggota TNI AL dari Lanal Melonguane.
Merasa resah, korban menegur para anggota TNI AL tersebut sambil merekam menggunakan ponsel.
"Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh, tetapi tetap dipukul dalam posisi terjatuh," kata seorang korban.
Setelah dianiaya, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mala untuk mendapatkan perawatan. Kejadian tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 01.00 Wita, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk menuntut pertanggungjawaban TNI AL.
Namun, kedatangan mereka justru memicu cekcok. Sekitar 20 anggota TNI AL diduga kembali menganiaya lima anggota keluarga korban.
Insiden tersebut sontak memicu kemarahan warga setempat. Sekitar 350 warga kemudian berunjuk rasa di depan Patung Tuhan Yesus Melongguane, Jumat (23/1/2026), menuntut penindakan atas anggota TNI AL yang sudah menganiaya enam korban. Akibatnya, suasana di sekitar Lanal Melonguane menjadi tegang.
https://www.beritasatu.com/nusantara...ongguane-sulut
hahaha, negara dajjal, rakyatnya pun sudah muak
Candle Heiner Rogaga
~3 minutes
Manado, Beritasatu.com– Sejumlah anggota TNI Angkatan Laut (AL) menganiaya enam warga termasuk seorang guru di sekitar Pelabuhan Melongguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis (22/1/2026) malam. Para korban mengalami luka-luka akibat dianiaya.
"Masyarakat sudah melapor ke Polres dengan jumlah pelaku yang dilaporkan sebanyak enam orang," kata Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Arie Sulistyo Nugroho terkait peristiwa penganiayaan tersebut, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan awalnya korban hanya satu orang. Namun, selang beberapa waktu, lima warga lain yang datang untuk menanyakan kejadian tersebut justru ikut dianiaya oleh sejumlah anggota Lanal Melongguane.
"Lima orang yang menanyakan kejadian ikut juga menjadi korban, sehingga total korban berjumlah enam orang," katanya.
Kronologi kejadian bermula saat korban sedang memancing di pelabuhan, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 21.00 Wita. Tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berteriak-teriak dalam keadaan diduga mabuk. Saat didekati, korban menyadari mereka merupakan anggota TNI AL dari Lanal Melonguane.
Merasa resah, korban menegur para anggota TNI AL tersebut sambil merekam menggunakan ponsel.
"Karena saya merekam, mereka langsung memukul saya. Saya dikeroyok sampai jatuh, tetapi tetap dipukul dalam posisi terjatuh," kata seorang korban.
Setelah dianiaya, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mala untuk mendapatkan perawatan. Kejadian tidak berhenti di situ. Sekitar pukul 01.00 Wita, sekitar 30 anggota keluarga korban mendatangi dermaga kapal untuk menuntut pertanggungjawaban TNI AL.
Namun, kedatangan mereka justru memicu cekcok. Sekitar 20 anggota TNI AL diduga kembali menganiaya lima anggota keluarga korban.
Insiden tersebut sontak memicu kemarahan warga setempat. Sekitar 350 warga kemudian berunjuk rasa di depan Patung Tuhan Yesus Melongguane, Jumat (23/1/2026), menuntut penindakan atas anggota TNI AL yang sudah menganiaya enam korban. Akibatnya, suasana di sekitar Lanal Melonguane menjadi tegang.
https://www.beritasatu.com/nusantara...ongguane-sulut
hahaha, negara dajjal, rakyatnya pun sudah muak
bangsutankeren dan superman313 memberi reputasi
2
478
6
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan