Kaskus

Sports

ONEchampionshipidAvatar border
TS
ONEchampionshipid
Jago KO, Dayakaev & Imangazaliev Buktikan Dagestan Bukan Cuma Hasilkan Pegulat
Jago KO, Dayakaev & Imangazaliev Buktikan Dagestan Bukan Cuma Hasilkan Pegulat
BOLASPORT.COM - Dagestan telah lama dikenal sebagai pabrik petarung gulat dan grappling terbaik dunia.
Wilayah pegunungan di selatan Rusia dengan populasi hanya 3,1 juta jiwa ini telah melahirkan legenda-legenda MMAseperti Khabib Nurmagomedov yang pensiun tanpa kekalahan dengan rekor 29-0 serta Islam Makhachev yang kini menjadi juara kelas welter UFC.
image-placeholder-tiktok
Namun, dua petarung muda Dagestan di ONE Championship sedang menulis narasi berbeda.
Abdulla Dayakaev dan Asadula Imangazaliev dijadwalkan bertarung di ONE Fight Night 39 pada Sabtu (24/1/2026) di Lumpinee Stadium, Bangkok.
Mereka memilih disiplin Muay Thai dan membuktikan bahwa wilayah yang terkenal dengan gaya grappling mencekik itu juga mampu memproduksi mesin KO yang mematikan.

Dayakaev akan menghadapi Rambolek Chor Ajalaboon dalam laga puncak di kelas bantam Muay Thai sementara Imangazaliev bertarung melawan Kongthoranee Sor Sommai dalam laga kelas terbang.
Dayakaev datang dengan latar belakang yang tak biasa untuk seorang striker elite.
Petarung berusia 23 tahun ini pernah bekerja sebagai satpam di Rusia dan berlatih sambo serta gulat klasik sebelum pindah ke Thailand untuk mengejar mimpi di dunia Muay Thai.
Baca Juga: ONE Championship - Striker Thailand dan Dagestan Bentrok, Ini 5 Alasan Wajib Tonton ONE Fight Night 39
Di bawah bimbingan Mehdi Zatout di Pattaya, Dayakaev bermetamorfosis menjadi predator KO dengan gaya tinju agresif yang didukung kekuatan dahsyat.
Statistiknya menjadi pembuktian: dari delapan kemenangan di ONE Championship, enam di antaranya berakhir lewat KO.
Yang paling mengesankan adalah kemenangan 24 detik atas Nontachai Jitmuangnon di ONE Fight Night 33 pada Juli lalu.
Hasil itu adalah KO tercepat dalam sejarah di disiplin Muay Thai ONE Championship.
Performa itu menghadiahkannya bonus 50 ribu dolar AS atau sekitar Rp790 juta dari CEO ONE Championship, Chatri Sityodtong.
Petarung yang dijuluki Smash Boy itu kini membawa rekor 15-2 dengan rentetan empat kemenangan KO beruntun.
Sementara itu, Imangazaliev merepresentasikan generasi muda Dagestan yang bahkan lebih eksplosif.
Striker berusia 22 tahun ini memadukan teknik Muay Thai dengan serangan tak terduga dari sudut-sudut aneh yang membuat lawan kewalahan.
Tendangan berputar, lutut terbang, dan tendangan kapak menjadi senjata andalannya.
Dari sepuluh pertarungan dalam karier profesionalnya, Imangazaliev belum pernah merasakan kekalahan dengan enam kemenangan di ONE Friday Fights, lima di antaranya lewat KO.
Puncaknya terjadi saat menghadapi legenda Muay Thai, Panpayak Jitmuangnon, di ONE Friday Fights 122 pada Agustus lalu.
Panpayak, yang merupakan juara Muay Thai tujuh kali dengan rekor 250-43-2, bahkan tak berdaya saat head kick dari Imangazaliev mengirimnya terkulai di tali ring hanya dalam waktu 2 menit 7 detik pada ronde pertama.
Kemenangan spektakuler itu menghadiahkan kontrak bernilai miliaran rupiah kepada Imangazaliev sebagai atlet utama ONE Championship.
Pada 24 Januari mendatang, dua mesin KO dari Dagestan ini akan menghadapi ujian terberat mereka.
ONE Fight Night 39 akan tayang pada Sabtu (24/1/2026) mulai pukul 08.00 WIB dan dapat disaksikan melalui platform streaming Vidio, YouTube, dan Facebook ONE Championship.


0
28
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan