- Beranda
- Komunitas
- News
- Citizen Journalism
Mercy Chriesty Barends: Natal Parlemen 2025 Momentum Menghidupkan Solidaritas
TS
irwanost
Mercy Chriesty Barends: Natal Parlemen 2025 Momentum Menghidupkan Solidaritas

Mercy Chriesty Barends: Natal Parlemen 2025 Momentum Menghidupkan Solidaritas dan Kemanusiaan Bangsa
Jakarta – Persekutuan Doa Oikumene (PDO) DPR–MPR–DPD RI berhasil menyelenggarakan Ibadah dan Perayaan Natal Bersama Parlemen pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan sarat makna, menjadi ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai kemanusiaan bagi seluruh insan parlemen.
Ketua Dewan Pembina Persekutuan Doa Oikumene Parlemen Indonesia, Mercy Chriesty Barends, menegaskan bahwa perayaan Natal bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan panggilan moral untuk menumbuhkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial di tengah kehidupan berbangsa.
Menurut Mercy, pesan Natal harus diterjemahkan dalam tindakan nyata yang berpihak pada sesama, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para wakil rakyat, untuk tidak menutup mata terhadap realitas sosial yang dihadapi masyarakat.
“Kepekaan dan solidaritas sosial harus terus diasah. Kita tidak boleh bersikap acuh. Kita adalah mereka dan mereka adalah kita. Apa yang mereka rasakan, itulah juga yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Mercy dengan penuh penekanan.
Lebih lanjut, Mercy menyampaikan bahwa situasi bangsa yang penuh tantangan saat ini menuntut penguatan prinsip-prinsip kemanusiaan sebagai landasan utama dalam setiap pengambilan kebijakan. Nilai-nilai religius, kata dia, harus menjadi sumber inspirasi dan kekuatan moral bagi anggota parlemen dalam menjalankan amanah rakyat.
“Penegakan nilai kemanusiaan adalah hal yang paling esensial. Dengan iman dan penyertaan Tuhan, saya percaya kita semua dimampukan untuk bekerja secara tulus dan maksimal demi kepentingan masyarakat luas,” tambahnya.
Perayaan Natal Bersama Parlemen Tahun 2025 ini mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21–24. Tema tersebut diperdalam melalui subtema “Mewujudnyatakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi setiap keluarga sebagai manifestasi Kehadiran Allah di tengah bangsa Indonesia.”
Melalui perayaan ini, PDO Parlemen Indonesia berharap semangat Natal tidak berhenti pada perayaan semata, melainkan terus hidup dalam sikap, kebijakan, dan pengabdian nyata para wakil rakyat bagi bangsa dan negara.
Sumber: https://www.mediapatriot.co.id/2026/...usiaan-bangsa/
0
22
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan