- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Target 5,4%, Menko Airlangga Siapkan Jurus Jaga Ekonomi Nasional!
TS
sansnomics
Target 5,4%, Menko Airlangga Siapkan Jurus Jaga Ekonomi Nasional!

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: ekon.go.id)
Gan, Menko Perekonomian Airlangga Hartartobilang kalau peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai auditor eksternal itu krusial banget buat dorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Caranya lewat pengelolaan keuangan negara yang makin rapi, penerimaan negara optimal, belanja makin efektif, plus pencegahan dan deteksi penyalahgunaan keuangan.
Gan, Menko Perekonomian Airlangga Hartartobilang kalau peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai auditor eksternal itu krusial banget buat dorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Caranya lewat pengelolaan keuangan negara yang makin rapi, penerimaan negara optimal, belanja makin efektif, plus pencegahan dan deteksi penyalahgunaan keuangan.
Pernyataan ini disampaikan Airlangga pas hadir di Workshop Persiapan Pemeriksaan LKPP, LKKL, dan LKBUN Tahun 2025, Senin (12/1/2026). Intinya, gan, tata kelola keuangan yang sehat itu fondasi utama biar ekonomi nasional bisa terus tumbuh.
Di tengah kondisi global yang lagi gak pasti, ekonomi Indonesia justru diproyeksi tetap solid. Risiko resesi relatif lebih rendah dibanding negara lain. Bahkan dalam tujuh tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten di kisaran 5% sampai akhir 2025, nunjukin fundamental ekonomi yang cukup kuat.
Biar momentumnya gak kendor, pemerintah ngeluarin stimulus fiskal Rp110,7 triliun sepanjang 2025, yang disalurin bertahap tiap kuartal. Gak cuma dari APBN, stimulus ini juga diperkuat lewat program non-APBN kayak Harbolnas, BINA, dan EPIC Sale.
Masuk 2026, pemerintah pasang target pertumbuhan ekonomi 5,4%. Fokusnya ke sektor-sektor prioritas, mulai dari ketahanan pangan (Rp164,4 triliun), ketahanan energi (Rp402,4 triliun), program Makan Bergizi Gratis (Rp335 triliun), pendidikan (Rp757,8 triliun), kesehatan (Rp244 triliun), UMKM dan desa (Rp181,8 triliun), pertahanan (Rp424,8 triliun), sampai investasi dan perdagangan (Rp57,7 triliun). Di sisi lain, penguatan industri dan UMKM juga terus didorong lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Ngadepin era ekonomi digital, pemerintah juga udah nyiapin banyak jurus. Mulai dari Peta Jalan Kecerdasan Artifisial (AI), inisiasi ASEAN Digital Economic Framework Agreement, sampai penguatan kerja sama internasional kayak aksesi OECD dan perjanjian dagang EU-CEPA. Ditambah lagi penguatan QRIS, pengembangan KEK, dan pembenahan iklim investasi lewat Satgas P2SP.
Airlangga juga nyampein arahan Presiden Prabowo Subianto soal pentingnya jaga industri tekstil. Soalnya, sektor ini paling kebuka dampaknya kalau perang dagang makin panas. Presiden minta ada langkah khusus supaya industri tekstil nasional bisa bertahan dan bahkan tembus lima besar dunia.
Bahkan, Presiden Prabowo udah nyetujui tahap awal pendanaan insentif sektor tekstil dengan kebutuhan sekitar USD6 miliar, plus rencana pembentukan atau penguatan BUMN/Danantara yang fokus ngurus sektor tekstil. Targetnya gak main-main, gan: ekspor tekstil digenjot dari sekitar USD4 miliar jadi USD40 miliar dalam 10 tahun, sekaligus nyerap tenaga kerja dari 4 juta jadi 6 juta orang.
Gak cuma tekstil, industri elektronik dan semikonduktor juga masuk radar prioritas. Pemerintah lagi dorong kebangkitan industri semikonduktor dan udah komunikasi sama perusahaan semikonduktor global asal Inggris yang siap jadi mitra strategis.
Sesuai arahan Presiden Prabowo, pemerintah bakal bentuk BUMN khusus semikonduktor dengan fokus utama ke penguatan SDM. Industri ini disiapin buat kebutuhan masa depan, mulai dari otomotif, IoT, komputer personal, data center, sampai layanan cloud. Indonesia sendiri dinilai punya modal kuat karena pasar domestiknya gede dan jadi ekonomi digital terbesar di ASEAN.
Sumber
0
49
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan