Kaskus

News

jaguarxj220Avatar border
TS
jaguarxj220
Rupiah Lesu Lagi, Level Rp17.000/US$ Makin Dekat
Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 0,33% dan dibanderol Rp16.833/US$ kala penutupan perdagangan pasar spot, Senin (12/1/2026). Ini merupakan pelemahan rupiah dalam hari ketujuh secara beruntun.

Sepanjang perdagangan 2026, rupiah belum mencatatkan penguatan sama sekali. Ambruknya nilai tukar rupiah disebabkan faktor eksternal dan internal.

Dari faktor eksternal, rupiah terimbas dari ketidakstabilan global yang masih terus berlanjut. Setelah invasi AS ke Venezuela, gejolak Iran ikut menambah kekhawatiran pasar dan menghidupkan alarm risk-off terhadap pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Rupiah masih bergerak di zona merah lantaran faktor domestik menjadi komponen pemberat yang lebih dominan. Terlihat dari pergerakan mata uang di pasar Asia yang sebenarnya cukup bervariasi dan beberapa mulai menunjukkan perlawanan terhadap greenback.

Di antaranya baht Thailand menguat signifikan sebesar 0,52%, ringgit Malaysia 0,21%, dolar Singapura dan yen Jepang masing-masing 0,10%, dan offshore renminbi China 0,09%. Sedangkan di zona merah ada won Korea yang tergerus 0,59%, rupiah 0,17%, dan dolar Taiwan 0,10%.

Lemahnya rupiah ikut menekan pasar obligasi domestik. Di pasar surat utang negara (SUN) hari ini imbal hasil di hampir semua tenor bergerak naik. SUN bertenor 10Y naik 50 basis poin (bps) ke 6,18%, tenor 5Y naik 57 bps ke 5,58%, 4Y naik sebesar 51 bps ke 5,39%.

Penyebab turunnya rupiah dan merembet ke pasar surat utang adalah perhatian investor yang tertuju pada defisit fiskal Indonesia yang makin melebar hingga 2,92%. Hal ini menurunkan daya tarik aset keuangan di pasar domestik. Alhasil, premi risiko Indonesia di mata investor pun meningkat.

"Meskipun deifist fiskal 2025 tetap di bawah hukum 3%, kami menyoroti risiko jangka menengah yang lebih besar, bahwa pemerintah akan mencoba untuk memulai kebijakan yang relatif tidak lazim dan dapat memicu sentimen rupiah yang lebih bearish," kata Themistoklis Fiotakis dan Mitul Kotecha, Analis Barclays, dalam catatannya seperti dikutip Bloomberg News.

https://www.bloombergtechnoz.com/det...s-makin-dekat/

Makin ga ada harganya ini Rupiah..
Untung sebelum 31 Des kmrn udah all in ke SGD..
emoticon-Recommended Seller

BALI999Avatar border
ojol.jayaAvatar border
vietwah1Avatar border
vietwah1 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
414
11
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan