- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Laju Rupiah Masih Tertekan Sentimen Domestik
TS
jaguarxj220
Laju Rupiah Masih Tertekan Sentimen Domestik
Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih melanjutkan pelemahan dalam pembukaan pasar spot Senin pagi, (12/1/2026). Rupiah tergerus 0,18% di Rp16.835/US$.
Tak berselang lama, rupiah kembali mencatatkan pelemahan 0,21% dan berada di Rp16.841/US$.
Indeks dolar AS tercatat menguat 0,2% dan berada di posisi 99.133 pada perdagangan akhir pekan lalu. Hari ini, Indeks dolar AS turun 0,16% ke posisi 98.974 dan membuat beberapa mata uang di pasar Asia menghijau.
Baht Thailand memimpin penguatan sebesar 0,4%. Ringgit Malaysia menguat 0,11%, dolar Singapura 0,09%, offshore renimbi China 0,04%, peso Filipina 0,03%, bahkan rupee India juga terapresiasi tipis 0,02%.
Sementara mata uang lainnya terdepresiasi seperti won Korea Selatan melemah 0,25%, rupiah 0,21%, dan dolar Taiwan 0,11%.

Tak berselang lama, rupiah kembali mencatatkan pelemahan 0,21% dan berada di Rp16.841/US$.
Indeks dolar AS tercatat menguat 0,2% dan berada di posisi 99.133 pada perdagangan akhir pekan lalu. Hari ini, Indeks dolar AS turun 0,16% ke posisi 98.974 dan membuat beberapa mata uang di pasar Asia menghijau.
Baht Thailand memimpin penguatan sebesar 0,4%. Ringgit Malaysia menguat 0,11%, dolar Singapura 0,09%, offshore renimbi China 0,04%, peso Filipina 0,03%, bahkan rupee India juga terapresiasi tipis 0,02%.
Sementara mata uang lainnya terdepresiasi seperti won Korea Selatan melemah 0,25%, rupiah 0,21%, dan dolar Taiwan 0,11%.

Nilai tukar mata uang Asia terhadap dolar AS, Senin (12/1/2026). Bloomberg
Defisit yang melebar berpotensi menurunkan daya tarik aset keuangan domestik dan meningkatkan premi risiko Indonesia di mata investor asing. Tekanan tersebut tercermin di pasar obligasi, di mana imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tercatat meningkat, mengindikasikan aksi jual yang mulai terjadi seiring pasar merespons naiknya risiko fiskal.
Di luar faktor domestik, volatilitas global yang makin intens turut menjadi pemberat utama. Ketidakpastian geopolitik kembali mengemuka menyusul eskalasi konflik di Venezuela pascaintervensi militer Amerika Serikat, serta meningkatnya ketegangan di Iran yang memunculkan risiko gangguan pasokan energi.
Rangkaian ketegangan global tersebut mendorong penguatan indeks dolar AS dan mengalihkan arus modal ke aset lindung nilai seperti emas. Meski konflik di Venezuela tidak berdampak langsung terhadap perdagangan Indonesia, efek rambatannya melalui pasar keuangan global tetap signifikan.
Dalam iklim ketidakpastian yang tinggi, investor global cenderung menghindari aset negara berkembang, terutama negara yang dinilai belum menawarkan kepastian fundamental dalam jangka pendek.
Di luar faktor domestik, volatilitas global yang makin intens turut menjadi pemberat utama. Ketidakpastian geopolitik kembali mengemuka menyusul eskalasi konflik di Venezuela pascaintervensi militer Amerika Serikat, serta meningkatnya ketegangan di Iran yang memunculkan risiko gangguan pasokan energi.
Rangkaian ketegangan global tersebut mendorong penguatan indeks dolar AS dan mengalihkan arus modal ke aset lindung nilai seperti emas. Meski konflik di Venezuela tidak berdampak langsung terhadap perdagangan Indonesia, efek rambatannya melalui pasar keuangan global tetap signifikan.
Dalam iklim ketidakpastian yang tinggi, investor global cenderung menghindari aset negara berkembang, terutama negara yang dinilai belum menawarkan kepastian fundamental dalam jangka pendek.
https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/96016/laju-rupiah-masih-tertekan-sentimen-domestik/
Porto SBN baru kejual sedikit.. 

Mustinya all in jual bulan lalu..
aldonistic dan MemoryExpress memberi reputasi
2
402
17
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan