Kaskus

News

doradick913Avatar border
TS
doradick913
Kenapa ‘5 Centimeters Per Second’ Masih Jadi Juara Film Galau
Kenapa ‘5 Centimeters Per Second’ Masih Jadi Juara Film Galau

Buat lo yang ngaku pecinta anime, apalagi karya-karyanya Makoto Shinkai, pasti udah nggak asing sama judul legendaris ini. Sebelum dunia digemparkan sama Kimi no Na wa (Your Name) atau Suzume, Shinkai udah lebih dulu bikin jutaan orang patah hati lewat 5 Centimeters Per Second (Byōsoku Go Senchimētoru).
​Film ini bukan sekadar animasi biasa. Ini adalah sebuah puisi visual tentang first love, LDR, dan betapa kejamnya waktu yang bikin dua orang perlahan jadi asing.
​Kenapa film rilisan 2007 ini masih wajib banget lo tonton (atau re-watch) sekarang? Let’s break it down!
​1. Visual yang Bikin Mata "Kenyang"
​Ciri khas Makoto Shinkai tuh udah jelas: Visualnya gila!
Setiap scene di film ini rasanya bisa di-screenshot dan dijadiin wallpaper laptop lo. Mulai dari detail jatuhnya kelopak bunga sakura, pantulan cahaya di kaca kereta, sampai langit berbintang yang hyper-realistic. Shinkai jago banget mainin lighting yang bikin suasana jadi sendu tapi aesthetic parah. Lo bakal dimanjain banget secara visual dari detik pertama.
​2. Plot yang Realistis (Hati-Hati, Mengandung Bawang!)
​Kalau lo nyari film dengan happy ending ala dongeng di mana pangeran dan putri hidup bahagia selamanya, mending skip dulu deh.
Film ini dibagi jadi tiga babak (chapter) yang nyeritain perjalanan hidup Takaki Toho. Intinya simpel: Gimana jarak dan waktu pelan-pelan menggerus hubungan dia sama cinta pertamanya, Akari Shinohara.
​Nggak ada monster, nggak ada kiamat, nggak ada pertukaran tubuh. Cuma realita kalau kadang, cinta itu nggak harus memiliki, dan kadang... people just grow apart. Sesimpel itu, tapi nyeseknya sampai ke ulu hati.
​"Hey, they say it's five centimeters per second... the speed at which cherry blossoms fall."
​3. Soundtrack Kebangsaan "Sad Boy/Girl"
​Ngomongin film ini nggak lengkap kalau nggak bahas lagu penutupnya: "One More Time, One More Chance" dari Yamazaki Masayoshi.
Lagu ini bener-bener "racun". Liriknya yang desperate nyari keberadaan seseorang di tempat-tempat yang nggak mungkin, dikombinasikan sama montage adegan-adegan flashback, dijamin bikin pertahanan air mata lo jebol di menit-menit akhir.
​4. Pelajaran Penting Soal "Move On"
​Banyak yang bilang film ini depressing, tapi sebenernya 5 Centimeters Per Second itu healing dengan caranya sendiri. Film ini nampar kita buat sadar kalau terjebak di masa lalu (gamon) itu cuma bikin kita jalan di tempat, sementara dunia terus berputar.
​Takaki ngabisin waktunya buat ngeliat ke belakang, sampai dia lupa ngeliat ke depan dan nyakitin orang-orang di sekitarnya. Ending-nya mungkin bikin lo bengong sebentar, tapi itu adalah closure paling realistis yang bisa dikasih sama Shinkai.
​Verdict: Tontonan Wajib Saat Hujan
​Rating: 9/10 (Masterpiece Visual & Emosional)
​Kalau lo lagi pengen nonton sesuatu yang pendek (durasinya cuma sekitar 1 jam), visualnya cakep, dan ceritanya deep banget, 5 Centimeters Per Second adalah jawabannya.
​Saran gue: Siapin tisu, seduh kopi atau coklat panas, matiin lampu, dan nikmati sensasi galau estetik ala Makoto Shinkai.
​Gimana menurut lo? Udah siap nonton atau malah takut keinget mantan?
dimasdraja11683Avatar border
dimasdraja11683 memberi reputasi
1
24
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan