Rumah-rumah mode berlomba menciptakan tas peringkat utama setiap musimnya. Di antara semua aksesori fashion, tas paling strategis untuk mendongkrak status - baik bagi rumah mode maupun konsumen si pemakai. Kepraktisan dan fungsionalitas seharusnya menjadi yang utama dalam mendesain atau memilih. Namun estetika nampaknya jadi resep nomor satu dalam mencipta tas-tas paling trendy. Apa saja yang diramalkan akan memenuhi layar medsos para fashionista? Simak tren tas branded 2026 ini:
Quote:
https://www.instagram.com/p/DExElzctc1_/?hl=en&img_index=2
Tas Belahan Terbuka
Mode terkadang adalah bentuk pelarian dari dunia nyata. Jika di keseharian para komuter menutup rapat tasnya, menyimpan telepon genggam, dompet dan kunci dalam kompartemen yang rapat tersembunyi – panggung mode justru menawarkan ide tas yang tersingkap, mengundang mata untuk melongok ke dalam. Tas Peekaboo – dari rumah mode Fendi asal Roma, Italia, menjadi ikon sejak 2009 berkat bentuknya yang mengintip terbuka. Musim ini Peekaboo hadir dalam berbagai aneka warna dan material yang tak terpikirkan. Payet-payet warna permen, bulu-bulu pink, serta manik dan tembus pandang. Panggung Fendi juga memperkenalkan tas-tas berstruktur terbuka yang menyerupai Peekaboo dengan blok dan padanan warna tak biasa yang serasi seperti coklat dan ungu muda. Selain Fendi, keterbukaan ini juga menginsipirasi rumah-rumah mode lain. Loewe, rumah mode asal Spanyol, menghadirkan Amazona 180, tas berpegangan tangan tunggal yang slouchy dengan branding double L yang ba-ru. Sementara Chanel merayakan keterbukaan ini dengan ilusi tas yang tampak remuk dan koyak. Semuanya terlihat indah di mata, hanya perlu muslihat agar tak mengun-dang pencopet.
Quote:
https://www.instagram.com/p/DSbiDekkvwL/?img_index=1
Tas Kantung Serut
Ide desainnya sederhana, kantung tali serut yang serbaguna mulai dari kantung koin hingga kantong sepatu. Di atas panggung peragaan, tas kantung serut mengalami kebangkitan dengan kreasi cerdas para desainer. Pertama, pemilihan material yang mewah seperti satin sutera oleh Prada, kulit lembu yang lembut oleh Loewe, patchwork kulit warna pastel dari Zimmermann atau perpaduan kulit kanvas dari Hermès dengan ukuran yang mengingatkan kita pada kantung cucian baju. Kedua, cara membawa tas kantung serut tidak diselempangkan atau ditenteng, melainkan digenggam di bagian atas tas. Jika ingin mengadopsi tren ini, label lokal Purotti memiliki bucket bag Padme dengan tali tas yang bisa dilepas. Mode tidak melulu soal kebaruan desain, tapi juga sikap pemakaian.
Quote:
https://www.instagram.com/p/DRsLX3mjLGk/?img_index=1
Tas Tali Rantai
Tidak pernah benar-benar menghilang dari peredaran, tas dengan tali rantai kali ini ter-lihat lebih banyak dari biasanya. Sejumlah label menawarkan tas untuk siang dan malam hari seperti Dior dengan clutch keemasan dan tas sedang dari motif kulit tindasnya yang ikonik. Jika Stella McCartney memilih rantai warna redup, Chloé membawa semangat bohemian glamornya dengan tas-tas rantai emas yang disampirkan dari belakang bahu. Sementara label lokal Peau dengan seri tasnya Agatha memilih jalur rock yang dinamis.
Quote:
https://www.instagram.com/p/DR1TxyHk7fY/?hl=en&img_index=1
Tas Adu Tekstur
Tak hanya bentuk yang menentukan estetika. Tekstur permukaan tas juga berperan penting. Label lokal VoneWorld mengeluarkan tas Davi Mini Teddy memakai materi shearling - bahan mewah terbuat dari kulit domba yang disamak dengan bulu yang masih menempel, sehingga menghasilkan kain dua sisi dengan bagian luar suede yang halus dan bagian dalam wol yang lembut. Bottega Veneta memadukan anyaman kulit dan cabikan yang seru. Tas girly Simone Rocha, memadu tiga materi sekaligus: kulit untuk pegangan, PVC lentur pada tubuh tas dan pita dari suede.
Sumber : Tulisan Pribadi