- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
RI Pegang Dua Kartu Sekaligus: Eurasia Sudah, AS Tinggal Teken!
TS
sansnomics
RI Pegang Dua Kartu Sekaligus: Eurasia Sudah, AS Tinggal Teken!

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan). (Foto: ekon.go.id)
Gan, Indonesia makin serius ngamanin posisi di perdagangan global. Terbaru, Indonesia resmi menandatangani perjanjian dagang dengan Eurasian Economic Union (I-EAEU FTA) pada 21 Desember 2025. Hal ini disampaikan langsung oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (26/12).
Buat yang belum tahu, EAEU ini isinya negara-negara gede seperti Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Belarus, dan Armenia. Total penduduknya hampir 180 juta orangdengan PDB tembus USD 2,56 triliun. Kabar bagusnya lagi, lebih dari 95% nilai perdagangan dapat preferensi tarif, bahkan rata-rata bea masuknya nyaris nol persen. 🔥
Menurut Menko Airlangga, perjanjian ini jadi peluang emas buat Indonesia buat ngebut ekspor. Mulai dari CPO dan turunannya, alas kaki, kopi, kakao, tekstil, produk perikanan, sampai jasa digital dan ekonomi kreatif. Dampaknya nggak main-main, gan—potensi pertumbuhan ekonomi nasional naik sampai 2,36%, plus daya saing produk bernilai tambah makin kuat.
Nggak cuma itu, pemerintah juga ngebut pembentukan business council dan business forum bareng negara mitra, termasuk kawasan Eurasia dan Uni Eropa. Tujuannya biar pelaku usaha bisa langsung ketemu, ngobrol, dan gas kerja sama dagang tanpa nunggu ratifikasi kelar.
Di sisi lain, hubungan dagang Indonesia–Amerika Serikat juga makin panas (dalam arti positif 😄). Menko Airlangga bilang, Indonesia dan United States Trade Representative (USTR) sudah sepakat soal substansi utama dan teknis Agreements on Reciprocal Trade (ART) saat pertemuan di Washington D.C. Semua dibahas dengan prinsip saling untung.
Lewat kesepakatan ini, AS kasih pengecualian tarif buat sejumlah produk unggulan RI seperti CPO, kopi, teh, kakao, sampai berbagai produk manufaktur padat karya. Mantap, kan?
Nggak berhenti di tarif, kerja sama RI–AS juga nyentuh sektor strategis lain, termasuk akses terhadap critical minerals. Saat ini, dokumen ART sudah masuk tahap legal scrubbing dan finalisasi. Targetnya, perjanjian ini bisa ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump sebelum akhir Januari 2026.
Intinya, gan, Indonesia lagi tancap gas buka pasar global, sambil tetap jaga kepentingan nasional. 🚀🇮🇩
Sumber
0
259
2
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan