Kaskus

Sports

ONEchampionshipidAvatar border
TS
ONEchampionshipid
Dicibir Habis-habisan Selama 2025, Johan Ghazali Bertekad Bungkam Kritik di 2026
Dicibir Habis-habisan Selama 2025, Johan Ghazali Bertekad Bungkam Kritik di 2026
BOLASPORT.COM - Jagoan muda ONE ChampionshipJohan Ghazali, tidak mengalami tahun 2025 seperti yang dia rencanakan namun kemunduran yang dialami justru menempanya menjadi petarung yang lebih matang.
Mesin KO berusia 19 tahun ini memasuki tahun dengan momentum tinggi setelah meraih enam kemenangan dari tujuh laga, yang ditutup dengan bonus performa Rp800 juta berkat kemenangan ronde pertama atas Josue Cruz di ONE 168 pada September 2024.
Kepercayaan diri memang jadi ciri khas dari jagoan Malaysia ini sehingga dia terlihat memiliki masa depan cerah di ONE Championship.
Namun, takdir berkata lain karena Ghazali langsung mengalami kekalahan pada laga pertama di tahun 2025.
Pada Januari, dia takluk dari sesama petarung muda, Johan Estupinan.
Lima bulan kemudian, Diego Paez menambah penderitaan dengan memberikan kekalahan lain di ONE Fight Night 32.
Tiba-tiba, bintang yang dulu seperti tak terbendung menemukan dirinya di persimpangan jalan.
Yang lebih menyakitkan, kritik datang dari segala arah.
Baca Juga: ONE Championship - 5 Bintang yang Meledak Sepanjang Tahun 2025
Denis Puric menyebutnya sebagai sampah terbesar di kelas terbang sementara banyak kritikus menuduhnya sebagai anak emas ONE Championship.
Namun meski masih berusia relatif muda, petarung yang akrab disapa Jojo ini menunjukkan kedewasaannya dan bisa menilai perkembangan secara jernih.
"Laga melawan Estupinan adalah pertarungan yang menyenangkan dan pertarungan menghadapi Paez juga bagus," kata Johan Ghazali.
"Saya tidak membuat alasan tetapi itu tahun besar bagi saya karena baru saja pindah ke Superbon Training Camp, berlatih di luar Malaysia untuk pertama kalinya. Saya keluar dari zona nyaman," ungkap petarung kelahiran 14 November 2006 itu.
Meski menyerap kekalahan beruntun di paruh pertama tahun, Jojo tahu dia berada tepat di tempat yang dia butuhkan.
Di bawah bimbingan juara kelas bulu kickboxing ONE Championship, Superbon, dengan legenda Thailand, Nong-O Hama, sebagai partner latihan utama, transformasi Ghazali berlangsung dengan cepat.
"Saya beradaptasi, saya perlu membawa permainan baru, set keterampilan baru."
"Meski kalah memang menyakitkan, orang-orang seperti Superbon, Nong-O, Petchtanong, dan pelatih Gae mengatakan saya berada di jalur yang benar."


Baca Juga: ONE Championship - Yuki Yoza Terlalu Banyak Omong, Nabil Anane Tantang Patahkan Kakinya
"Saya mengikuti saran mereka, tahu bahwa saya akhirnya akan menemukan jalan keluar," katanya.
Setelah persiapan selama berbulan-bulan, kemenangan datang lagi saat melawan Zakaria El Jamari di ONE Fight Night 35 pada September lalu.
Ghazali mampu membongkar pertahanan lawannya lewat serangan bertubi-tubi sebelum melepaskan sikut kanan pamungkas yang mengirim El Jamari ke kanvas.
"Saya bekerja keras dan mendapatkan finis ronde pertama itu sangat berarti," ujar Ghazali.
"Kemenangan itu menunjukkan bahwa saya berada tepat di tempat yang saya butuhkan. Semuanya berjalan sesuai rencana."
"Saya datang untuk hasil KO, ya, tetapi saya menunjukkan aspek baru dari permainan dengan tendangan, kesabaran, dan aspek teknisnya. Kemenangan itu indah."
Performa terbaru tidak hanya membungkam para kritikus tetapi juga membuktikan evolusinya sebagai petarung lengkap.
"Tahun ini mengajarkan saya banyak hal. Kekalahan itu, dalam beberapa hal, adalah bab yang saya syukuri."
Baca Juga: ONE Championship - Usai Kalah Brutal dalam 52 Detik, Tawanchai Buka Suara
"Kekalahan mengajarkan kita untuk bangkit lebih kuat dan seperti yang selalu saya katakan, tekanan membuat berlian."
"Jadi penggemar menyaksikan saat saya mendapatkan kemenangan knockout. Saya membungkam kritikus dan orang-orang yang sangsi," tegas Ghazali.
Namun, satu kemenangan saja tidak cukup untuk menghapus stigma anak emas yang melekat pada Johan Ghazali.
Pada 2026, Ghazali harus membuktikan bahwa evolusinya bukan kebetulan.
Perjalanan itu akan dimulai dalam gelaran ONE Fight Night 39 di Lumpinee Stadium, Bangkok, pada Sabtu (24/1/2026) di mana Ghazali akan berhadapan dengan Sean Climaco.
Laga kelas terbang Muay Thai ini membawa signifikansi ekstra karena rival asal Filipina-Amerika itu memiliki kemenangan atas Diego Paez, petarung yang memberikan kekalahan kedua Ghazali pada tahun ini.
"Ini pertandingan yang masuk akal. Dia mengalahkan Diego Paez, saya kalah dari Diego Paez, dan saya pikir ini akan menarik," ucap Ghazali.
"Saya akan membunuh dua burung dengan satu batu jika menang di sini. Insyaallah, jika semuanya berjalan baik, seharusnya mudah," pungkasnya.
ONE Fight Night 39 akan tayang pada Sabtu (24/1/2026) mulai pukul 09.00 WIB dan dapat disaksikan melalui platform streaming Vidio, YouTube, dan Facebook ONE Championship secara gratis.


0
22
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan