- Beranda
- Komunitas
- News
- Forex
Volatilitas Boxing Day: Bitcoin Flash Crash dan Reli Emas di Tengah Likuiditas Tipis
TS
umjoshen
Volatilitas Boxing Day: Bitcoin Flash Crash dan Reli Emas di Tengah Likuiditas Tipis
Memasuki periode libur Boxing Day, pasar keuangan global bergerak dalam kondisi likuiditas yang sangat tipis. Meski bursa saham Amerika Serikat tetap buka, pusat keuangan utama di Eropa, Inggris, Australia, dan Hong Kong masih tutup. Kondisi ini mendorong volatilitas berpindah ke pasar kripto, dengan sorotan utama pada peristiwa flash crash yang melibatkan stablecoin baru bernama USD1.
Dalam 24 jam terakhir, perhatian pasar kripto tertuju pada USD1, stablecoin yang diterbitkan oleh World Liberty Financial, entitas yang dikaitkan dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Pada Hari Natal, Bitcoin sempat anjlok tajam hingga menyentuh level 24.000 dolar pada pasangan perdagangan BTC/USD1 di Binance, sebelum dengan cepat kembali ke harga pasar di sekitar 87.000 dolar.
Pergerakan ekstrem ini bukan mencerminkan kejatuhan pasar secara luas, melainkan anomali struktur mikro akibat likuiditas yang sangat rendah pada hari libur. Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi pasar yang sepi dapat memicu slippage besar, terutama pada pasangan perdagangan yang kurang likuid.
Meski sempat terjadi gangguan, USD1 justru menunjukkan ekspansi yang agresif. Kapitalisasi pasar stablecoin ini meningkat sekitar 150 juta dolar dalam sepekan, didorong oleh program imbal hasil hingga 20 persen per tahun yang diluncurkan Binance. Saat ini, USD1 telah menjadi stablecoin terbesar ketujuh dan terus memperluas jangkauannya melalui kemitraan, termasuk integrasi dengan ekosistem PayFi Velo di Asia.
Di luar insiden tersebut, pasangan Bitcoin lainnya relatif stabil. BTC/USD tetap bergerak konsolidatif di sekitar level 90.000 dolar. Rentang 86.000 hingga 94.000 dolar masih menjadi area penting bagi pergerakan jangka pendek sambil menunggu potensi penembusan arah berikutnya.
Sementara itu, logam mulia tetap bertahan kuat pasca libur Natal. Emas bertahan di dekat rekor tertinggi sekitar 4.500 dolar per ons, didukung oleh sentimen beli saat koreksi dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026. Perak juga melanjutkan penguatan menuju area 74 dolar per ons, ditopang oleh permintaan industri seperti sektor AI dan energi surya, serta arus aset lindung nilai.
Perlu dicatat bahwa level harga tinggi yang tercapai hari ini berpotensi terdistorsi oleh kondisi likuiditas yang tipis. Area 4.500 dolar menjadi level kunci bagi emas. Jika gagal bertahan, harga berisiko bergerak konsolidatif di kisaran 4.450 hingga 4.430 dolar. Namun, selama harga bertahan di atas 4.450 dolar, tren jangka menengah tetap bersifat bullish.
Secara keseluruhan, dengan sebagian besar pasar global masih tutup, pergerakan harga cenderung tidak stabil dan sulit diandalkan. Bitcoin dan emas tetap menjadi aset utama yang diperhatikan, namun pelaku pasar perlu mewaspadai potensi pergerakan ekstrem akibat minimnya likuiditas.
Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
Dalam 24 jam terakhir, perhatian pasar kripto tertuju pada USD1, stablecoin yang diterbitkan oleh World Liberty Financial, entitas yang dikaitkan dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Pada Hari Natal, Bitcoin sempat anjlok tajam hingga menyentuh level 24.000 dolar pada pasangan perdagangan BTC/USD1 di Binance, sebelum dengan cepat kembali ke harga pasar di sekitar 87.000 dolar.
Pergerakan ekstrem ini bukan mencerminkan kejatuhan pasar secara luas, melainkan anomali struktur mikro akibat likuiditas yang sangat rendah pada hari libur. Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi pasar yang sepi dapat memicu slippage besar, terutama pada pasangan perdagangan yang kurang likuid.
Meski sempat terjadi gangguan, USD1 justru menunjukkan ekspansi yang agresif. Kapitalisasi pasar stablecoin ini meningkat sekitar 150 juta dolar dalam sepekan, didorong oleh program imbal hasil hingga 20 persen per tahun yang diluncurkan Binance. Saat ini, USD1 telah menjadi stablecoin terbesar ketujuh dan terus memperluas jangkauannya melalui kemitraan, termasuk integrasi dengan ekosistem PayFi Velo di Asia.
Di luar insiden tersebut, pasangan Bitcoin lainnya relatif stabil. BTC/USD tetap bergerak konsolidatif di sekitar level 90.000 dolar. Rentang 86.000 hingga 94.000 dolar masih menjadi area penting bagi pergerakan jangka pendek sambil menunggu potensi penembusan arah berikutnya.
Sementara itu, logam mulia tetap bertahan kuat pasca libur Natal. Emas bertahan di dekat rekor tertinggi sekitar 4.500 dolar per ons, didukung oleh sentimen beli saat koreksi dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026. Perak juga melanjutkan penguatan menuju area 74 dolar per ons, ditopang oleh permintaan industri seperti sektor AI dan energi surya, serta arus aset lindung nilai.
Perlu dicatat bahwa level harga tinggi yang tercapai hari ini berpotensi terdistorsi oleh kondisi likuiditas yang tipis. Area 4.500 dolar menjadi level kunci bagi emas. Jika gagal bertahan, harga berisiko bergerak konsolidatif di kisaran 4.450 hingga 4.430 dolar. Namun, selama harga bertahan di atas 4.450 dolar, tren jangka menengah tetap bersifat bullish.
Secara keseluruhan, dengan sebagian besar pasar global masih tutup, pergerakan harga cenderung tidak stabil dan sulit diandalkan. Bitcoin dan emas tetap menjadi aset utama yang diperhatikan, namun pelaku pasar perlu mewaspadai potensi pergerakan ekstrem akibat minimnya likuiditas.
Disclaimer
Komentar, berita, riset, analisis, harga, dan seluruh informasi yang terkandung dalam artikel ini hanya bersifat informasi umum dan tidak dimaksudkan sebagai saran apa pun. Ultima Markets telah mengambil langkah yang wajar untuk menyediakan informasi terkini, namun tidak dapat menjamin keakuratan dan dapat melakukan perubahan tanpa pemberitahuan. Ultima Markets tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang timbul akibat penggunaan informasi yang disediakan.
0
19
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan