- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Kegiatan Sambang IKM, Dekranasda Sleman Yogyakarta
TS
GenkKobra
Kegiatan Sambang IKM, Dekranasda Sleman Yogyakarta

Sambang IKM, Dekranasda Sleman Berfokus Mengatasi Masalah Modal dan
Kegiatan sambang Industri Kecil Menengah (IKM) di Balecatur dan Mlangi, Kecamatan Gamping, Sleman, Yogyakarta
YOGYAKARTA(22/12/2025). Dekranasda Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan sambang untuk Industri Kecil Menengah (IKM) di daerah Balecatur dan Mlangi, Kecamatan Gamping. Kegiatan ini bertujuan mengumpulkan aspirasi dan mengidentifikasi hambatan serta tantangan yang dihadapi oleh para pelaku usaha.

Ketua Dekranasda Sleman, Hj. Parmilah, S. E. , menyatakan bahwa sambang IKM merupakan cara pemerintah daerah untuk secara langsung memberikan dukungan kepada para pelaku bisnis.
“Saya menghargai IKM di kawasan Gamping. Beberapa produk mereka sudah berhasil menembus pasar baik nasional maupun internasional, seperti kerajinan dari limbah kayu untuk dekorasi rumah yang diproduksi oleh DariKayu,” jelas Parmilah.
Parmilah melanjutkan bahwa melalui kerja sama dengan Disperindag Sleman, mereka berusaha mencari solusi serta langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk IKM.
Selain itu, Parmilah juga menekankan potensi besar produk konveksi dari Mlangi, Nogotirto, Gamping. Produk pakaian jadi yang dihasilkan dari konveksi rumahan tersebut telah banyak dipasarkan di pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo dan pusat oleh-oleh di Teras Malioboro.
Namun, Parmilah juga mengungkapkan bahwa terdapat hambatan yang hampir serupa dihadapi oleh pelaku IKM, yaitu kekurangan modal dan tantangan dalam pemasaran. Situasi iniberdampak pada kapasitas produksi serta perluasan pasar, khususnya di era digital saat ini.
Untuk mengatasi masalah ini, Disperindag Sleman dan Dekranasda akan memberikan pendampingan yang terintegrasi. Salah satu langkahnya adalah melalui penguatan pemasaran digital bagi pelaku usaha, terutama di pusat konveksi di ketiga wilayah tersebut.
“Di Pemkab Sleman terdapat dana penguatan modal bergulir yang dapat mencapai Rp100 juta. Dana ini akan diberikan sesuai rekomendasi, dengan tujuan untuk meningkatkan dan memperkuat ekonomi IKM agar lebih bersaing,” terangnya.
Diketahui bahwa sentra konveksi di Mlangi saat ini memiliki sekitar 100 unit usaha rumahan yang mampu menyerap sekitar 500 tenaga kerja. Sebagian besar dari tenaga kerja tersebut adalah perempuan, sehingga berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan keluarga.
Sementara itu, Catur, pemilik usaha kerajinan limbah kayu DariKayu, berbagi pengalaman saat menghadapi masa sulit setelah pandemi Covid-19. Ia mengaku tidak menerima pesanan selama 14 bulan, tetapi tetap mempertahankan produksi agar karyawan bisa tetap bekerja.
Catur kemudian mulai menyasar pasar lokal melalui media sosial dengan lebih dari 80 ribu pengikut. Awalnya, Catur membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun untuk pemasaran digital menghasilkan pendapatan yang stabil, langkah tersebut akhirnya mampu menutupi biaya operasional usaha.
“Intinya kami tetap konsisten mengunggah foto dan video proses produksi di media sosial. Kekuatan kami adalah keyakinan untuk terus menjaga kualitas produk,” ungkap Catur.
SON
Sumber : Liputan dan Wawancara langsung.
0
66
0
Komentar yang asik ya
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan