- Beranda
- Komunitas
- News
- Berita dan Politik
Tekanan ekonomi pulih, Purbaya yakin pertumbuhan Q4 tembus 5,7 persen
TS
beacuka1
Tekanan ekonomi pulih, Purbaya yakin pertumbuhan Q4 tembus 5,7 persen
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 mampu mencapai rentang 5,6 persen hingga 5,7 persen lantaran ...
By Imamatul Silfia
2 min. read
View original
Kami berharap ekonomi di triwulan IV bisa tumbuh 5,6-5,7 persen. Kalau ini terjadi, maka momentum pertumbuhan ekonomi kita sudah berbalik, dari melambat ke arah percepatan.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 mampu mencapai rentang 5,6 persen hingga 5,7 persen lantaran tekanan ekonomi sudah berbalik menuju pemulihan.
“Kami berharap ekonomi di triwulan IV bisa tumbuh 5,6-5,7 persen. Kalau ini terjadi, maka momentum pertumbuhan ekonomi kita sudah berbalik, dari melambat ke arah percepatan. Laju pertumbuhan ekonomi setahun penuh bisa mencapai 5,2 persen,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Kamis.
Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 berada pada level 4,87 persen, kemudian meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II, dan kembali melambat menjadi 5,04 persen pada triwulan III.
Salah satu sinyal pemulihan ekonomi, kata Purbaya, terlihat pada pergerakan pasar saham yang naik signifikan. Pada penutupan perdagangan Rabu (26/11), misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor baru di posisi 8.602.
Meski pasar saham kerap dianggap hanya dinikmati oleh kalangan tertentu, namun Purbaya meyakini rekor baru IHSG menjadi sinyal positif bagi investor jangka panjang bahwa terjadi perbaikan kondisi ekonomi. Pada akhirnya, investor jangka pendek juga akan ikut masuk bila kinerja positif bisa terus dipertahankan.
Menkeu meyakini kebijakan penempatan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) menjadi salah satu faktor pendorong pemulihan ekonomi. Pemerintah mulanya memberikan injeksi dana sebesar Rp200 triliun kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada 12 September 2025. Kemudian, nilai injeksi ditambah sebesar Rp76 triliun pada 10 November 2025 agar sektor riil dapat makin bergeliat.
Purbaya mengatakan stimulus itu meningkatkan optimisme masyarakat dan kembali memicu pergerakan ekonomi.
Dia merujuk pada data indeks kepercayaan konsumen terhadap kinerja pemerintah oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang meningkat menjadi 113,3 pada Oktober 2025 dari sebelumnya 101,5 pada September 2025.
Dengan membaiknya kepercayaan masyarakat ke kinerja pemerintah, Purbaya yakin demonstrasi ke depan akan bisa berkurang dan pemerintah bersama DPR bisa fokus menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat dengan menjalankan program-program yang telah disetujui.
“Kuncinya ke depan adalah kita harus terus jaga momentum perbaikan ini. Jangan sampai hilang sehingga kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi. Kalau kita bisa jaga sih, tahun depan kita bisa tumbuh 6 persen dengan tidak terlalu sulit, saya pikir,” ujarnya pula.
Baca juga: Airlangga proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV capai 5,4 persen
Baca juga: DEN: Ekonomi 8 persen bisa dicapai bila reformasi regulasi konsisten
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Dalam rapat tersebut Purbaya meyakini pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 mampu mencapai rentang 5,6 persen hingga 5,7 persen lantaran tekanan ekonomi sudah berbalik menuju pemulihan. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/agr/pri.
https://www.antaranews.com/berita/52...mbus-57-persen
Keren Pak Purbaya
Yang gini2 aku suka sih, bukti Indonesia semakin maju di tangan Prabowo
By Imamatul Silfia
2 min. read
View original
Kami berharap ekonomi di triwulan IV bisa tumbuh 5,6-5,7 persen. Kalau ini terjadi, maka momentum pertumbuhan ekonomi kita sudah berbalik, dari melambat ke arah percepatan.
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 mampu mencapai rentang 5,6 persen hingga 5,7 persen lantaran tekanan ekonomi sudah berbalik menuju pemulihan.
“Kami berharap ekonomi di triwulan IV bisa tumbuh 5,6-5,7 persen. Kalau ini terjadi, maka momentum pertumbuhan ekonomi kita sudah berbalik, dari melambat ke arah percepatan. Laju pertumbuhan ekonomi setahun penuh bisa mencapai 5,2 persen,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Kamis.
Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2025 berada pada level 4,87 persen, kemudian meningkat menjadi 5,12 persen pada kuartal II, dan kembali melambat menjadi 5,04 persen pada triwulan III.
Salah satu sinyal pemulihan ekonomi, kata Purbaya, terlihat pada pergerakan pasar saham yang naik signifikan. Pada penutupan perdagangan Rabu (26/11), misalnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor baru di posisi 8.602.
Meski pasar saham kerap dianggap hanya dinikmati oleh kalangan tertentu, namun Purbaya meyakini rekor baru IHSG menjadi sinyal positif bagi investor jangka panjang bahwa terjadi perbaikan kondisi ekonomi. Pada akhirnya, investor jangka pendek juga akan ikut masuk bila kinerja positif bisa terus dipertahankan.
Menkeu meyakini kebijakan penempatan dana pemerintah atau Saldo Anggaran Lebih (SAL) menjadi salah satu faktor pendorong pemulihan ekonomi. Pemerintah mulanya memberikan injeksi dana sebesar Rp200 triliun kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) pada 12 September 2025. Kemudian, nilai injeksi ditambah sebesar Rp76 triliun pada 10 November 2025 agar sektor riil dapat makin bergeliat.
Purbaya mengatakan stimulus itu meningkatkan optimisme masyarakat dan kembali memicu pergerakan ekonomi.
Dia merujuk pada data indeks kepercayaan konsumen terhadap kinerja pemerintah oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang meningkat menjadi 113,3 pada Oktober 2025 dari sebelumnya 101,5 pada September 2025.
Dengan membaiknya kepercayaan masyarakat ke kinerja pemerintah, Purbaya yakin demonstrasi ke depan akan bisa berkurang dan pemerintah bersama DPR bisa fokus menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat dengan menjalankan program-program yang telah disetujui.
“Kuncinya ke depan adalah kita harus terus jaga momentum perbaikan ini. Jangan sampai hilang sehingga kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih tinggi lagi. Kalau kita bisa jaga sih, tahun depan kita bisa tumbuh 6 persen dengan tidak terlalu sulit, saya pikir,” ujarnya pula.
Baca juga: Airlangga proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV capai 5,4 persen
Baca juga: DEN: Ekonomi 8 persen bisa dicapai bila reformasi regulasi konsisten
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Dalam rapat tersebut Purbaya meyakini pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2025 mampu mencapai rentang 5,6 persen hingga 5,7 persen lantaran tekanan ekonomi sudah berbalik menuju pemulihan. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/agr/pri.
https://www.antaranews.com/berita/52...mbus-57-persen
Keren Pak Purbaya
Yang gini2 aku suka sih, bukti Indonesia semakin maju di tangan Prabowo
superman313 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
213
11
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan