Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat pagi kalian semuanya!
Pada kesempatan yang sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang 7 manfaat daging pheasant (burung pegar) bagi kesehatan

.
Kalau selama ini Agan atau Sista lebih sering mendengar manfaat daging ayam, bebek, atau kalkun, pernah nggak terpikir untuk memasukkan daging pheasant (burung pegar) ke dalam menu diet? Pheasant itu adalah jenis hewan buruan dengan nama Latin
Phasianus colchicus (masih sekeluarga dengan burung merak), yang dagingnya cukup eksotis, tetapi memiliki profil gizi yang menarik, dan ternyata bisa memberikan banyak manfaat kesehatan. Berikut ini adalah 7 manfaat daging pheasant bagi kesehatan, lengkap dengan referensi ilmiah dan data gizi.
Quote:
7 Manfaat Daging Pheasant Bagi Kesehatan
1. Sumber Protein Berkualitas Tinggi
Salah satu keunggulan daging pheasant adalah kandungan proteinnya yang tinggi. Menurut studi oleh Straková, Suchý, Karásková, Jámbor, dan Navrátil (2011), daging dada pheasant memiliki protein lebih tinggi dan lemak lebih rendah dibandingkan dengan daging ayam broiler.
Protein sangat penting untuk pertumbuhan otot, perbaikan jaringan, dan berbagai fungsi metabolik lainnya. Karena rasio lemaknya lebih rendah, pheasant bisa menjadi pilihan jenis daging yang padat dan hampir tidak mengandung lemak kalau dibandingkan dengan beberapa jenis daging lain.
2. Rendah Lemak
Menurut studi yang sama (Straková dkk., 2011), kandungan lemak pada daging pheasant lebih rendah dibandingkan daging ayam broiler.
Daging dengan lemak rendah sangat cocok untuk mereka yang mengontrol asupan lemak jenuh, atau yang sedang menurunkan berat badan. Lemak rendah juga berarti kalorinya relatif lebih terkendali jika dikonsumsi dalam porsi wajar.
3. Kaya Vitamin B
Daging pheasant bukan hanya kaya protein, tapi juga mengandung vitamin B dalam jumlah signifikan. Berdasarkan analisis gizi dari FoodFact, pheasant mengandung niasin (vitamin B3), piridoksin, riboflavin, dan asam pantotenat.
Vitamin B ini penting untuk proses metabolisme (pembakaran), fungsi saraf, dan membentuk sel darah merah. Sebagai contoh, niasin membantu pembakaran karbohidrat, lemak, dan protein sehingga tubuh bisa mendapat energi dengan lebih efisien.
4. Sumber Mineral Penting
Tidak hanya vitamin, pheasant juga menyumbang mineral-mineral penting. Menurut ulasan di FoodFact, daging pheasant mengandung selenium, seng, fosfor, serta zat besi dan magnesium. Selenium berperan sebagai antioksidan yang membantu melawan stres oksidatif. Seng penting untuk pembentukan antibodi dan proses penyembuhan luka. Fosfor diperlukan untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi. Sedangkan zat besi diperlukan sebagai bahan baku pembuatan hemoglobin.
5. Menjaga Kekebalan Tubuh
Karena kaya akan seng dan selenium, konsumsi daging pheasant bisa memberikan dorongan bagi sistem kekebalan tubuh. Seng adalah mineral yang secara langsung mendukung aktivitas sel kekebalan tubuh, sedangkan selenium turut membantu menjaga respons antioksidan dan peradangan. Kombinasi mineral ini menjadikan pheasant sebagai pilihan daging yang tidak hanya bergizi, tetapi juga fungsional dalam konteks menjaga daya tahan tubuh.
6. Menguatkan Tulang
Mineral seperti fosfor dan magnesium dalam daging pheasant punya peran penting dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang. Fosfor membantu memperkuat struktur tulang, sedangkan magnesium terlibat dalam mineralisasi tulang dan regulasi hormon yang berhubungan dengan kesehatan tulang. Dengan demikian, memakan pheasant secara teratur (dalam porsi seimbang) bisa menjadi bagian dari asupan makanan yang mendukung kekuatan tulang.
7. Ketersediaan Hayati Gizi yang Tinggi
Sebuah penelitian dalam
Scientific Papers. Series D. Animal Science menyimpulkan bahwa daging pheasant bisa dianggap sebagai menu makanan yang sehat, karena rendah lemak dan sangat kaya akan protein serta mineral, dengan ketersediaan hayati gizi yang baik.
Artinya, tubuh manusia mampu menyerap dan menggunakan sebagian besar nutrisi dari pheasant dengan efisien. Hal ini membuat pheasant sangat layak dipertimbangkan sebagai bagian dari pola makan sehat, terutama bagi mereka yang mengutamakan nilai gizi maksimal dari sumber hewani.
Quote:
Catatan Penting
1. Sumber dan cara perolehan
Karena pheasant adalah burung berburu atau dibudidayakan, kualitas nutrisinya bisa berbeda tergantung asal (liar atau ternak). Penelitian menunjukkan bahwa pheasant ternak bisa memiliki kadar lemak yang lebih tinggi dibandingkan pheasant liar.
2. Kolesterol
Meski lemak total rendah, daging pheasant tetap mengandung kolesterol. Data dari
University Hospitals menunjukkan nilai kolesterol yang tidak bisa diabaikan.
3. Pengolahan
Seperti jenis daging lainnya, cara memasak (panggang, rebus, goreng) akan memengaruhi kandungan lemak dan kalori akhirnya.
4. Alergi
Meskipun jarang, beberapa orang bisa memiliki reaksi alergi terhadap daging unggas tertentu, sehingga perlu diperhatikan jika kalian belum pernah mencoba sebelumnya.
Quote:
KESIMPULAN
Daging pheasant adalah sumber nutrisi yang sangat menarik, karena:
1. Menyediakan protein berkualitas tinggi dengan kadar lemak yang relatif rendah.
2. Kaya akan vitamin B (niasin, piridoksin, riboflavin, dan lain-lain), yang bermanfaat bagi sistem pembakaran energi dan kesehatan sistem saraf.
3. Mengandung mineral penting seperti selenium, seng, fosfor, dan zat besi, yang berguna untuk menjaga aya tahan tubuh, menguatkan tulang, dan pembentukan hemoglobin.
4. Memiliki potensi bioavailabilitas gizi yang baik, menjadikan daging pheasant pilihan sebagai menu diet sehat.
Bagi Agan atau Sista yang tertarik makan daging selain ayam biasa dan menginginkan alternatif sehat dan kaya nutrisi, daging pheasant bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan, tentu saja dengan catatan memperhatikan asal daging serta cara pengolahan yang sehat.
Quote:
SUMBER
1. Straková, E., Suchý, P., Karásková, K., Jámbor, M., & Navrátil, P. (2011). Comparison of nutritional values of pheasant and broiler chicken meats.
Acta Veterinaria Brno,
80, 373–377.
2. Scientific Papers. Series D. Animal Science. (2020). Dietary value of pheasant meat: low fat content, high mineral content, and bioavailability. Scientific Papers. Series D.
Animal Science, LXIII(2).
3. FoodFact. (n.d.).
Pheasant Meat: Complete Nutrition Data. FoodFact.info.
4. University Hospitals. (n.d.).
Nutrition Facts: Pheasant, raw, meat and skin. University Hospitals.
5. MedIndia. (n.d.).
Pheasant, cooked, total edible – Nutrition Facts. MedIndia.