- Beranda
- Komunitas
- News
- Media Indonesia
Kerja Puluhan Tahun Kok Nggak Punya Dana Pensiun?
TS
syarif.yunus392
Kerja Puluhan Tahun Kok Nggak Punya Dana Pensiun?
Kawan saya mantan karyawan swasta, kini sudah pensiun. Belum lama ini dia cerita saat pensiun 3 tahun lalu mendapat uang pesangon pensiun dari tempatnya bekerja. Uang pesangon pensiun sekitar Rp. 308.000.000 (kira-kira 25,7 kali gaji terakhir), sebagai imbalan pascakerja setelah mengabdi selama 25 tahun dengan gaji terakhir Rp. 12.000.000,- Uang itu sudah diterimanya 3 tahun yang lalu.
Lalu, apa masalahnya? Tidak ada masalah. Dia hanya cerita ke saya, uang pesangon pensiun yang Rp. 308 juta, kini sudah makin menipis. Mungkin yang tersisa sekitar 60-an juta. Dan kini, dia mulai Bersiap untuk mencari pekerjaan lagi. Entah di mana dan mau kerja apa, namanya ikhtiar. Dia sedikit mengeluhkan ke saya ternyata uang pesangon pensiunnya selama 25 tahun kerja tergolong kecil. Baru 3 tahun pensiun sudah mau habis,, sedangkan uang JHT dari BPJS ternyata tidak seberapa. Dia baru sadar, kenapa waktu kerja dulu tidak memiliki program pensiun seperti DPLK? Dia juga menyayangkan, kenapa kantornya tidak sediakan program pensiun untuk karyawan? Yah, apa mau dikata ibarat “nasi suah jadi bubur”.
Adalah fakta hari ini, banyak pekerja atau karyawan hanya mengandalkan uang pesangon pensiun dari perusahaan tempatnya bekerja. Ternyata, uang pesangon sering habis cepat Apalagi bila dipakai untuk kebutuhan bulanan seperti renovasi rumah, beli kendaraan. Maka masa pensiun tidak bisa hanya bertumpu pada uang pesangon saja. Harus ada perencanaan hari tua dalam bentuk dana pensiun. Sebab cepat atau lambat, siapapun pekerjanya pasti akan pensiun.
Survei ADB (2024) menyebt 1 dari 2 pensiunan di Indonesia mengandalkan transferan dari anaknya setiap bulan untuk biaya hidup. Itu pertanda, banyak pensiunan mengalami masalah keuangan di hari tuanya. Karena saat pensiun tidak punya gaji lagi, mau tidak mau hanya bisa “meminta” ke anak. Bekerja puluhan tahun tapi akhirnya tidak punya kemandirian finansial di masa pensiun. Akibatnya, tentu mengandalkan anak atau keluarga.
Maka mumpung masih ada waktu, masih bekerja. Karyawan atau pekerja swasta ada baiknya mulai mempersiapkan masa pensiun. Agar memiliki kesinambungan finansial di hari tua. Minimal tidak bergantung secara ekonomi kepada anak-anaknya. Caranya, mulailah untuk mengikuti program pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) secara individual atau mandiri. Tanpa perlu bergantung kepada kantor atau tempat bekerja. Mulai sisihkan “sebagian kecil” dari gaji untuk program pensiun sejak sekarang, secara rutin setipa bulan. Agar bisa menjadi manfaat pensiun yang dibayarkan saat usia pensiun tiba.
Berapa pun gaji Anda dan berapa lama pun bekerja saat ini, mulai mengikuti dana pensiun secara individu. Sebab melalui dana pensiun, nantinya setiap karyawan swasta yang memiliki dana pensiun jadi 1) ada kepastian dana untuk hari tua, 2) mendapatkan hasil investasi – pengembangan dana yang optimal di masa pensiun, 3) ada insentif pajak saat manfaat pensiun dibayarkan, 4) terbebas dari ketergantungan finansial pada anak, dan 5) memiliki kesinambungan penghasilan setiap bulan di masa pensiun, saat tidak bekerja lagi.
Dana pensiun bukan reksadana, bukan pula asuransi jiwa. Karena dana pensiun memang program yang didedikasikan khusus untuk mempersiapkan masa pensiun seorang karyawan. Ada ketentuan “usia pensiun” untuk bisa mencairkan manfaat pensiun, saat usia pensiun tiba. Semakin besar iuran yang ditabung, semakin lama menjadi peserta dana pensiun maka dapat dipastikan manfaat pensiunnya pun semakin besar.
Belajar dari pengalaman kawan saya, masa pensiun tidak cukup hanya mengandalkan uang pesangon pensiun dari kantor. Maka harus ada kesadaran dan kemauan sendiri untuk memiliki dana pensiun. Bila ada pensiunan yang mengalami masalah keuangan di hari tua, pasti disebabkan karena tidak mau menabung untuk hari tua, tidak punya dana pensiun saat bekerja.
Menunda ikut danapensiun, berpotensi menjadi tidak tenang dan tidak sejahtera di hari tua. Apalagi dalihnya, merasa masih lama pensiun atau gaji pas-pasan untuk biaya hidup sehari-hari. Untuk bisa pensiun sejahtera, memang butuh keberanian dan komitmen yang kokoh. Agar kerja yes, pensiun oke. Salam literasi!

Edukasi dana pensiun jalan terus
0
50
1
Komentar yang asik ya
Urutan
Terbaru
Terlama
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan