Kaskus

News

rendyandriyantoAvatar border
TS
rendyandriyanto
Eli Lilly Hancurkan Novo Nordisk di Perang Obat Kurus GLP-1
Eli Lilly Hancurkan Novo Nordisk di Perang Obat Kurus GLP-1

Pasar obat penurun berat badan (GLP-1) saat ini menjadi arena pertarungan kelas berat. Eli Lilly and Company (LLY) baru saja merilis laporan pendapatan yang luar biasa, memberikan pukulan telak bagi rival utamanya, Novo Nordisk A/S (NVO).

Bagi kamu yang mengikuti sektor ini, kinerja terbaru Eli Lilly and Company (LLY) menunjukkan pergeseran momentum yang signifikan dalam industri farmasi.

Keajaiban Finansial dari Obat GLP-1

Obat GLP-1 sering disebut sebagai "blockbuster" atau "ajaib". Istilah ini tampaknya sangat pas untuk menggambarkan kinerja keuangan Eli Lilly and Company (LLY) di kuartal ketiga, seperti dilaporkan oleh The Daily Upside.

Perusahaan farmasi asal Indianapolis ini mencatat lonjakan laba bersih hampir enam kali lipat dari tahun ke tahun. Angkanya mencapai $5.6 miliar, naik drastis dari $970 juta di periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan juga naik 54% menjadi $17.6 miliar, melampaui ekspektasi para analis.

Kinerja ini didorong oleh dua obat GLP-1 andalan mereka. Mounjaro (yang dipasarkan untuk diabetes) menghasilkan $6.5 miliar, naik 109% dari tahun lalu. Sementara itu, Zepbound (yang dipasarkan untuk penurunan berat badan) naik 185% dan menghasilkan $3.6 miliar.

Eli Lilly Mendominasi, Novo Nordisk Tertekan

Kemenangan Eli Lilly and Company (LLY) tidak hanya soal angka penjualan, tapi juga perebutan pangsa pasar.

Menurut laporan The Daily Upside, Eli Lilly and Company (LLY) mengklaim pangsa pasarnya di kategori obat GLP-1 melebar menjadi 57.9% di kuartal ini. Novo Nordisk A/S (NVO), pembuat Ozempic, berada di posisi kedua dengan 41.7%.

Tekanan ini terlihat jelas pada pergerakan saham. Saham Novo Nordisk A/S (NVO) turun 2.6% setelah pengumuman rivalnya, dan telah anjlok 41.6% sepanjang tahun 2025 ini.

Sebaliknya, saham Eli Lilly and Company (LLY) naik 3.8% setelah rilis pendapatan mereka dan telah menguat 9.4% di tahun 2025.

Novo Nordisk A/S (NVO) tidak tinggal diam. Mereka berusaha bangkit dengan mengajukan tawaran $9 miliar untuk mengakuisisi Metsera, sebuah perusahaan bioteknologi obesitas. Tawaran ini mengalahkan tawaran $7.3 miliar dari Pfizer Inc. (PFE).

Tantangan Politik Menghadang

Meskipun Eli Lilly and Company (LLY) sedang di atas angin, ada satu potensi tantangan besar yang membayangi.

Menurut The Daily Upside, Presiden Donald Trump baru-baru ini berjanji akan memangkas harga obat GLP-1 bermerek seperti Mounjaro dan Ozempic.

Harga obat yang saat ini bisa mencapai lebih dari $1,000 per bulan, diusulkan turun drastis menjadi hanya $150 per bulan. Jika janji ini terwujud, ini bisa menjadi 'angin sakal' yang signifikan bagi pendapatan perusahaan farmasi besar.

Eli Lilly and Company (LLY) sendiri telah menaikkan target pendapatan mereka untuk sisa tahun ini, menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Namun, pertarungan di pasar obat penurun berat badan masih panjang, terutama dengan adanya faktor risiko politik yang dapat mengubah peta permainan.

Referensi:
- The Daily Upside, Eli Lilly’s Sterling Results Highlight Rival Novo Nordisk’s Fading Fortunes. Diakses pada 3 November 2025

0
19
0
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Komunitas Pilihan